Wall Street cetak rekor tertinggi pada Mei 2026 dipicu laporan keuangan emiten yang kuat, meski ketegangan di Selat Hormuz antara AS-Iran masih berlanjut.
NEW YORK, ASATUNEWS.BIZ.ID – Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street, ditutup menguat signifikan pada perdagangan akhir pekan, Minggu (3/5/2026). Laporan laba perusahaan yang solid berhasil meredam kekhawatiran investor terhadap eskalasi ketegangan di Timur Tengah yang melibatkan AS, Israel, dan Iran.
Dikutip dari Anadolu Agency, indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 1,62% atau 790,33 poin ke level 49.652,14. Penguatan juga diikuti oleh indeks S&P 500 yang naik 1,02% ke posisi 7.209,01, serta Nasdaq yang menguat 0,89% ke level 24.892,31. Kedua indeks terakhir tersebut bahkan sukses mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah.
Meskipun pasar merespons positif kinerja emiten, perhatian investor tetap tertuju pada dinamika militer di Selat Hormuz. Laporan media AS menyebutkan bahwa para komandan militer akan memberikan pengarahan kepada Presiden Donald Trump mengenai opsi militer baru terkait potensi perang. Di sisi lain, pemerintah AS tengah berupaya membentuk koalisi internasional untuk menghidupkan kembali pengiriman maritim di Selat Hormuz seiring berlanjutnya ketegangan dengan Iran.
Dari sisi data ekonomi, pertumbuhan ekonomi AS tercatat sebesar 2% pada kuartal pertama tahun ini. Meskipun didorong oleh peningkatan investasi, ekspor, dan belanja konsumen, angka tersebut masih berada di bawah ekspektasi pasar. Namun, optimisme muncul dari sektor tenaga kerja, di mana jumlah klaim pengangguran awal turun menjadi 189.000, lebih rendah dari prediksi pasar.
Harga minyak dunia terpantau mengalami penurunan meskipun risiko pasokan energi tetap tinggi akibat penutupan Selat Hormuz. Hingga pukul 20.45 GMT, minyak mentah Brent diperdagangkan pada 111,20 dolar AS per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) berada di posisi 105,60 dolar AS. Harga ini masih bertahan di atas level sebelum perang pecah.
Kenaikan Wall Street juga menjalar ke bursa Eropa. Indeks pan-European Stoxx Europe 600 menguat 1,38%. Kenaikan serupa terlihat di pasar nasional, termasuk FTSE 100 Inggris (+1,62%) dan DAX 40 Jerman yang melesat 1,41%.
Analisis Redaksi Asatunews Intelijen: Ancaman Perang Besar
Keberhasilan Wall Street mencetak rekor baru di tengah ancaman perang besar di Timur Tengah menunjukkan adanya “kekebalan psikologis” pasar terhadap ketegangan geopolitik jangka pendek. Penurunan VIX sebesar 10,26% ke level 16,88 adalah indikator kunci bahwa kecemasan ekstrem telah mereda, digantikan oleh fokus pada fundamental laporan keuangan kuartal pertama yang melampaui ekspektasi.
Namun, penurunan harga minyak ke level $111 (Brent) dan $105 (WTI) tidak boleh dianggap sebagai akhir dari krisis. Angka ini tetap jauh di atas level normal pra-konflik. Jika rencana pembentukan koalisi maritim internasional di Selat Hormuz gagal atau justru memicu konfrontasi fisik langsung antara pasukan AS dan Iran, pasar komoditas akan segera kembali ke zona volatilitas tinggi. Investor domestik di Indonesia perlu tetap waspada terhadap potensi kenaikan biaya energi global yang bisa membebani neraca perdagangan di kuartal berikutnya. ****
