KuCoin Web3 Wallet integrasikan Ondo Global Markets, memungkinkan pengguna trading saham AS (Apple, Tesla, Nvidia) via token digital secara self-custodial.
PROVIDENCIALES, ASATUNEWS.BIZ.ID – KuCoin Web3 resmi mengumumkan integrasi dompet digitalnya dengan Ondo Global Markets, platform saham berbasis token digital terbesar di dunia. Kolaborasi ini menandai ekspansi besar bagi KuCoin Web3 Wallet yang kini merambah sektor Real-World Assets (RWA) atau aset dunia nyata berbasis token.
Dikutip dari ANTARA, integrasi ini memungkinkan pengguna mengakses lebih dari 260 aset on-chain yang terhubung langsung dengan sektor keuangan konvensional (TradFi). Melalui dompet self-custodial ini, nasabah dapat memperdagangkan saham dan ETF Amerika Serikat dalam bentuk token secara langsung.
Berkat integrasi dengan infrastruktur Ondo Finance, pengguna kini dapat mengamati dan mengelola sekuritas berbasis token digital dari perusahaan raksasa dunia. Daftar aset yang tersedia mencakup saham Nvidia, Apple, Tesla, Microsoft, dan Amazon, hingga ETF berbasis indeks Nasdaq, emas, dan perak.
“Integrasi ini mencerminkan visi KuCoin agar dompet digital bukan sekadar alat penyimpanan, tapi gerbang terpercaya ke peluang finansial on-chain yang terpadu antara kripto dan TradFi,” ujar Lead Wallet Operation KuCoin Web3, Gas Meng, dalam keterangan resminya.
Layanan ini saat ini berjalan di jaringan Ethereum dan BNB. Keunggulan utama dari integrasi ini adalah tetap dipertahankannya prinsip self-custody, di mana pengguna memegang kendali penuh atas aset mereka tanpa campur tangan perantara berlebih. Adapun jadwal perdagangan mengikuti waktu operasional pasar Amerika Serikat, yakni 24 jam selama lima hari kerja.
Managing Director Global Business Development Ondo Finance, Min Lin, menambahkan bahwa jutaan pengguna kripto kini memiliki kesempatan untuk mendiversifikasi portofolio mereka dengan aset yang sebelumnya hanya tersedia melalui broker konvensional.
Analisis Redaksi Asatunews Intelijen: Validasi Kuat
Integrasi antara KuCoin Web3 Wallet dan Ondo Global Markets merupakan validasi kuat terhadap tren Real-World Assets (RWA) yang diprediksi akan mendominasi narasi kripto di tahun 2026. Dengan membawa aset stabil seperti saham AS dan ETF ke dalam blockchain, volatilitas portofolio kripto yang biasanya tinggi dapat diredam.
Keberadaan lebih dari 260 aset TradFi di dalam dompet non-custodial memberikan kekuatan penuh kepada individu untuk menjadi “bank bagi diri mereka sendiri” sekaligus investor pasar modal global. Tantangan ke depan bagi ekosistem ini adalah kepatuhan regulasi lintas yurisdiksi, mengingat perdagangan saham tertokenisasi menyentuh ranah sekuritas yang sensitif. Namun, dari sisi efisiensi, integrasi ini memangkas banyak lapisan perantara, mempercepat penyelesaian transaksi (settlement), dan membuka akses pasar modal AS bagi jutaan pengguna di wilayah yang secara tradisional sulit menjangkau bursa New York atau Nasdaq.*****
