IHSG ditutup menguat ke level 7.500 pada Senin (13/4). Saham emiten konglomerat Prajogo Pangestu seperti PTRO dan BRPT menjadi buruan utama investor di tengah anjloknya bursa Asia.
JAKARTA, ASATUNEWS.BIZ.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mengakhiri perdagangan awal pekan ini di zona hijau. IHSG terpantau menguat di tengah mayoritas bursa saham Asia yang justru terkapar di zona merah.
Dikutip dari Katadata.co.id, IHSG ditutup naik 0,56% ke level psikologis 7.500 pada perdagangan Senin (13/4). Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sebanyak 397 saham menguat, 264 saham terkoreksi, dan 156 saham stagnan.
Aktivitas pasar tergolong sangat cair dengan nilai transaksi mencapai Rp 20,44 triliun. Volume perdagangan menyentuh 42,50 miliar saham dengan frekuensi transaksi sebanyak 2,56 juta kali. Adapun kapitalisasi pasar IHSG saat ini berada di angka Rp 13.364 triliun.
Laju IHSG hari ini tak lepas dari aksi beli masif investor terhadap saham-saham emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu. PT Petrosea Tbk (PTRO) mencatatkan nilai transaksi terbesar mencapai Rp 1,27 triliun dan ditutup melesat 11,63% ke level Rp 6.000 per saham.
Menyusul di posisi berikutnya, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) membukukan transaksi Rp 1,02 triliun dengan kenaikan harga signifikan sebesar 14,36% ke Rp 2.190. Emiten lainnya, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), juga aktif diperdagangkan dengan nilai transaksi mencapai Rp 929,13 miliar.
Tak hanya Grup Barito, saham emiten Grup Bakrie juga menunjukkan taji. PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) mencatatkan transaksi Rp 670,17 miliar, sementara PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi saham dengan volume transaksi terbesar mencapai 2,49 miliar saham, ditutup pada level Rp 244 per saham.
Dari sebelas sektor di BEI, delapan sektor berhasil parkir di zona hijau. Sektor energi menjadi motor penggerak utama IHSG dengan lonjakan sebesar 2,64%. Kenaikan ini didorong oleh penguatan tajam saham-saham berbasis komoditas dan kontraktor tambang seperti PTRO.
Sebaliknya, beberapa saham heavyweight masuk dalam jajaran top losers, antara lain PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) yang turun 3,93%, PT Astra International Tbk (ASII) terkoreksi 1,98%, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang melemah 1,87%.
Kondisi domestik ini berbanding terbalik dengan situasi di Asia. Mayoritas bursa Asia justru melemah, di mana indeks Straits Times turun 0,29%, Nikkei merosot 0,75%, dan Hang Seng tergelincir 0,90%. Hanya Shanghai Composite yang mampu naik tipis 0,06%.
Analisis Asatunews: Resiliensi IHSG dan Dominasi “Market Movers”
Berdasarkan data penutupan pasar hari ini, tim Asatunews Intelijen merangkum poin-poin krusial terkait arah pasar:
Anomali IHSG di Asia: IHSG menunjukkan resiliensi yang luar biasa dengan melawan arus (decoupling) dari bursa Asia. Hal ini mengindikasikan bahwa sentimen domestik dan aliran modal ke sektor komoditas/energi di Indonesia jauh lebih kuat dibandingkan tekanan makro di kawasan regional.
Sentimen Konglomerasi: Dominasi transaksi pada saham Grup Barito (Prajogo Pangestu) dan Grup Bakrie menunjukkan bahwa kepercayaan pasar kembali terpusat pada emiten dengan kapitalisasi besar dan likuiditas tinggi. Aksi borong pada PTRO dan BRPT menjadi sinyal optimisme investor terhadap kinerja grup ini di tahun 2026.
Rotasi Sektor: Penguatan sektor energi sebesar 2,64% di saat saham perbankan seperti BBCA terkoreksi menunjukkan adanya rotasi modal. Investor cenderung mengalihkan dana dari sektor perbankan ke sektor energi dan infrastruktur tambang sebagai strategi hedging atau mencari pertumbuhan cepat (growth).
Volume Transaksi Raksasa: Volume 42,5 miliar saham dengan transaksi di atas Rp 20 triliun adalah sinyal pasar yang sangat dinamis. Jika angka transaksi ini mampu dipertahankan, IHSG berpeluang besar menguji level resistance baru di atas 7.500 dalam pekan ini. ****
