Investor Waswas Pengumuman MSCI, IHSG Ditutup Ambles ke Level 6.116
IHSG
MARKET CLOSE

INVESTOR WASWAS PENGUMUMAN MSCI, IHSG DITUTUP AMBLES KE LEVEL 6.116

Pelaku pasar memilih mengurangi risiko menjelang pengumuman MSCI. Tekanan jual meningkat di berbagai sektor sehingga mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona merah pada penutupan perdagangan sore ini.

IHSG PENUTUPAN 6.116
SENTIMEN PASAR BEARISH
FOKUS INVESTOR PENGUMUMAN MSCI
KONDISI PERDAGANGAN TEKANAN JUAL MENINGKAT
```
🔥 CRYPTO UPDATE: 🚀 BITCOIN (BTC): $92.450 (+1,52%) 💎 ETHEREUM (ETH): $3.850 (+0,85%) 🔸 BINANCE (BNB): $615,20 (-0,12%) ☀️ SOLANA (SOL): $185,45 (+2,10%) 💰 BTC/IDR: Rp 1,45 Miliar 📊 SENTIMEN: Extreme Greed (78)
MARKET WATCH
USD/IDR 17.150 (-0.45%) EUR/IDR 18.620 (-0.12%) OIL BRENT US$120.40 (+3.20%) GOLD US$4.185 (-1.15%) IHSG 7.120 (-0.85%) NASDAQ 18.420 (+0.55%) BITCOIN US$92.100 (+2.10%)
USD/IDR 17.150 (-0.45%) EUR/IDR 18.620 (-0.12%) OIL BRENT US$120.40 (+3.20%) GOLD US$4.185 (-1.15%) IHSG 7.120 (-0.85%) NASDAQ 18.420 (+0.55%) BITCOIN US$92.100 (+2.10%)
BerandaCRYPTOBitcoinPakistan Cabut Larangan 7 Tahun, Perbankan Kini Resmi Bisa Layani Penyedia Jasa...

Pakistan Cabut Larangan 7 Tahun, Perbankan Kini Resmi Bisa Layani Penyedia Jasa Kripto

-

Pakistan resmi mencabut larangan 7 tahun bagi bank untuk melayani penyedia jasa kripto. Simak aturan baru State Bank of Pakistan dan UU Aset Virtual 2026.

ISLAMABAD, ASATUNEWS.BIZ.ID – Pemerintah Pakistan secara resmi mencabut larangan perbankan untuk melayani penyedia jasa aset kripto yang telah berlaku selama tujuh tahun. Langkah progresif ini menandai era baru adopsi aset digital di salah satu pasar ritel kripto terbesar di dunia tersebut.

Dikutip dari CoinDesk, Bank Sentral Pakistan (State Bank of Pakistan/SBP) telah mengirimkan surat pemberitahuan kepada seluruh bank dan lembaga regulator keuangan. Dalam aturan baru tersebut, perbankan kini diizinkan membuka akun bagi penyedia layanan aset virtual (Virtual Asset Service Providers/VASP) yang telah mendapatkan lisensi resmi.

Meskipun akses perbankan dibuka, SBP tetap memberlakukan batasan ketat. Bank-bank di Pakistan dilarang keras untuk memperdagangkan, berinvestasi, atau memegang aset kripto menggunakan dana perusahaan maupun simpanan nasabah mereka sendiri.

Keputusan ini merupakan tindak lanjut dari pengesahan Undang-Undang Aset Virtual 2026 (Virtual Assets Act 2026) yang membentuk Otoritas Regulasi Aset Virtual Pakistan (PVARA). Lembaga ini bertugas melisensi, mengatur, dan mengawasi sektor kripto secara menyeluruh guna memastikan kepatuhan terhadap standar anti-pencucian uang (AML) dan know-your-customer (KYC).

Langkah ini diambil di tengah ambisi besar Pakistan untuk mengintegrasikan teknologi blockchain ke dalam ekonomi nasional. Pada Desember lalu, pemerintah Pakistan telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Binance untuk mengeksplorasi tokenisasi obligasi negara, surat utang negara, dan cadangan komoditas senilai hingga US$2 miliar.

Selain itu, Ketua PVARA, Bilal Bin Saqib, menyatakan rencana negara tersebut untuk memperluas penambangan Bitcoin dan meluncurkan stablecoin nasional. Data pemerintah pada Februari menunjukkan bahwa sekitar 40 juta orang atau 17% dari populasi Pakistan terlibat dalam perdagangan kripto, menjadikan negara ini pasar ritel terbesar ketiga mengungguli Jerman dan Jepang.

Analisis Redaksi Asatunews Intelijen: Langkah  Pragmatis

Keputusan Pakistan mencabut larangan yang telah bertahan sejak 2018 adalah langkah pragmatis untuk memformalkan ekonomi digital yang sudah sangat besar di tingkat ritel (40 juta pengguna). Dengan mengintegrasikan perbankan ke dalam ekosistem VASP, pemerintah Pakistan bertujuan untuk menarik aktivitas transaksi “bawah tanah” ke dalam sistem yang terpantau secara regulasi dan pajak.

Strategi “setengah terbuka”—di mana bank boleh melayani namun dilarang memiliki aset kripto—adalah bentuk mitigasi risiko agar gejolak harga kripto tidak merembes ke stabilitas perbankan nasional. Namun, rencana tokenisasi aset negara senilai US$2 miliar menunjukkan bahwa Pakistan tidak hanya sekadar mengikuti tren, tetapi ingin menggunakan blockchain untuk memodernisasi manajemen utang dan komoditas negara, sebuah langkah yang kemungkinan akan segera diikuti oleh negara-negara berkembang lainnya di kawasan Asia. ****

Endang Suherman
Endang Suhermanhttps://asatunews.biz.id
Pusat komando informasi Asatunews.biz.id. Dari fluktuasi Bitcoin di pasar London hingga taktik strategi di Premier League, kami menyaring ribuan informasi global untuk menyajikannya secara ringkas, akurat, dan berintegritas. Berpatokan pada prinsip 'Resilience Over Returns', kami memastikan informasi yang Anda terima adalah amunisi terbaik untuk navigasi di era ketidakpastian.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERKINI

Dilema Pasar Global: Sentimen Positif Inflasi AS Terganjal Amblesnya Saham Teknologi Asia dan Guncangan Selat Hormuz

Pasar saham global bergerak variatif. Sentimen positif dari melandainya inflasi AS terganjal oleh hancurnya saham teknologi Asia dan ketegangan militer di Selat Hormuz. Pergerakan bursa saham...

Pasar Komoditas Berguncang: Harga Emas Jatuh di Bawah Level Psikologis $4.000 Akibat Ketegangan Timur Tengah dan Sentimen Suku Bunga AS

Harga emas jatuh di bawah level psikologis $4.000 per ons imbas serangan AS ke target Iran yang melonjakkan harga minyak dunia. Simak detail pergerakan harga...

IHSG Ditutup Menguat Tipis ke 6.041: Inflasi AS Mereda dan Komitmen Pajak Pemerintah Jadi Booster

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat di posisi 6.041,97 pada sore ini. Simak ulasan sentimen global dari AS dan kebijakan pajak domestik di sini. Indeks...

Ketegangan Selat Hormuz Memanas: Harga Minyak Dunia Melesat ke $79, Pasar Saham Global Rontok Berjamaah

Eskalasi militer AS-Iran di Selat Hormuz memicu tekanan jual di pasar global. Harga minyak mentah Brent melonjak 4,1%. Simak dampaknya terhadap ekonomi Indonesia di sini. Pasar...

Popular

BAMSOETNEWS.COM

Referensi Utama

NAVIGASI
POLITIK &
HUKUM

Menyajikan berita aktual, tajam, dan terpercaya langsung dari jantung kebijakan nasional.

Dinamika Parlemen
Analisis Hukum & Peradilan
Update Ekonomi Nasional
Straight News • Faktual • Objektif