Tokocrypto gandeng BRI dan Mandiri tambah kanal deposit baru guna dorong aktivitas transaksi aset kripto yang lesu di tengah tensi geopolitik global.
JAKARTA, ASATUNEWS.BIZ.ID – Platform pertukaran aset kripto, Tokocrypto, resmi menjalin kolaborasi strategis dengan dua bank raksasa nasional, BRI dan Bank Mandiri. Langkah ini dilakukan melalui penambahan kanal deposit baru guna mempermudah akses investor dan menstimulasi aktivitas transaksi di tengah tren penurunan volume pasar kripto global.
Dikutip dari Antara News, CEO Tokocrypto Calvin Kizana mengungkapkan bahwa perluasan metode pembayaran ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk menciptakan ekosistem investasi yang lebih inklusif.
“Penambahan kanal deposit ini merupakan bagian dari upaya kami untuk membuat akses ke pasar kripto semakin mudah dan inklusif. Dengan lebih banyak pilihan, kami berharap dapat menstimulasi investor untuk kembali aktif bertransaksi,” ujar Calvin dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (10/4/2026).
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), nilai transaksi aset kripto di Indonesia pada Februari 2026 tercatat sebesar Rp24,33 triliun. Angka ini mengalami penurunan dibandingkan bulan Januari yang mencapai Rp29,28 triliun. Penurunan ini dipicu oleh koreksi harga aset kripto global serta dinamika ekonomi internasional yang tidak menentu.
Calvin menjelaskan bahwa pasar saat ini sedang berada dalam fase konsolidasi. Tensi geopolitik global telah mendorong sentimen risk-off, sementara kebijakan suku bunga tinggi di Amerika Serikat memicu likuidasi pada posisi leverage di pasar kripto.
Meski pasar sedang lesu, minat masyarakat Indonesia terhadap aset kripto tetap menunjukkan pertumbuhan. Hingga Februari 2026, jumlah konsumen kripto mencapai 21,07 juta orang, tumbuh 1,76 persen secara bulanan. Tokocrypto sendiri mencatatkan basis pengguna sekitar 4,8 juta dengan total transaksi mencapai Rp160 triliun sepanjang tahun 2025.
Tokocrypto memproyeksikan kinerja transaksi akan membaik pada kuartal II 2026. Momentum ini didukung oleh pelaksanaan Bulan Literasi Kripto (BLK) 2026 yang berlangsung sepanjang April hingga Mei.
“Kami melihat edukasi sebagai kunci utama. Tokocrypto siap berkontribusi dalam meningkatkan literasi investor, terutama di tengah kondisi pasar yang cenderung bearish saat ini,” pungkas Calvin.
Analisis Redaksi Asatunews.biz.id Intelijen: Strategi Klasik
Manuver Tokocrypto menggandeng BRI dan Bank Mandiri adalah strategi klasik “membangun pipa di musim kemarau”. Dengan mempermudah kanal deposit melalui dua bank dengan basis nasabah terbesar di Indonesia, Tokocrypto sedang mempersiapkan infrastruktur likuiditas untuk menyambut pemulihan pasar.
Data OJK yang menunjukkan penurunan nilai transaksi sebesar 16,9% (Januari ke Februari) mencerminkan sikap hati-hati investor terhadap volatilitas geopolitik dan suku bunga tinggi di AS. Namun, pertumbuhan jumlah investor menjadi 21,07 juta jiwa menunjukkan bahwa kripto bukan lagi aset marjinal, melainkan pilihan investasi arus utama di Indonesia. Tantangan sebenarnya bagi Tokocrypto adalah menjaga loyalitas 4,8 juta penggunanya di tengah arus outflow ETF Bitcoin global yang sempat mencapai 296 juta dolar AS. Momentum Bulan Literasi Kripto (BLK) 2026 akan menjadi ujian sejauh mana edukasi mampu menahan laju likuiditas ritel agar tidak keluar dari ekosistem digital nasional. ****
