Investor Waswas Pengumuman MSCI, IHSG Ditutup Ambles ke Level 6.116
IHSG
MARKET CLOSE

INVESTOR WASWAS PENGUMUMAN MSCI, IHSG DITUTUP AMBLES KE LEVEL 6.116

Pelaku pasar memilih mengurangi risiko menjelang pengumuman MSCI. Tekanan jual meningkat di berbagai sektor sehingga mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona merah pada penutupan perdagangan sore ini.

IHSG PENUTUPAN 6.116
SENTIMEN PASAR BEARISH
FOKUS INVESTOR PENGUMUMAN MSCI
KONDISI PERDAGANGAN TEKANAN JUAL MENINGKAT
```
🔥 CRYPTO UPDATE: 🚀 BITCOIN (BTC): $92.450 (+1,52%) 💎 ETHEREUM (ETH): $3.850 (+0,85%) 🔸 BINANCE (BNB): $615,20 (-0,12%) ☀️ SOLANA (SOL): $185,45 (+2,10%) 💰 BTC/IDR: Rp 1,45 Miliar 📊 SENTIMEN: Extreme Greed (78)
MARKET WATCH
USD/IDR 17.150 (-0.45%) EUR/IDR 18.620 (-0.12%) OIL BRENT US$120.40 (+3.20%) GOLD US$4.185 (-1.15%) IHSG 7.120 (-0.85%) NASDAQ 18.420 (+0.55%) BITCOIN US$92.100 (+2.10%)
USD/IDR 17.150 (-0.45%) EUR/IDR 18.620 (-0.12%) OIL BRENT US$120.40 (+3.20%) GOLD US$4.185 (-1.15%) IHSG 7.120 (-0.85%) NASDAQ 18.420 (+0.55%) BITCOIN US$92.100 (+2.10%)
BerandaKOMODITASMinyakKrisis Energi Asia: Jepang Resmi Impor Minyak Rusia Pertama Kalinya Sejak Konflik...

Krisis Energi Asia: Jepang Resmi Impor Minyak Rusia Pertama Kalinya Sejak Konflik Timur Tengah

-

Jepang resmi mulai kembali impor minyak mentah Rusia dari proyek Sakhalin-2 akibat krisis energi global dan penutupan Selat Hormuz oleh Iran.

TOKYO, ASATUNEWS.BIZ.ID Jepang secara resmi memulai kembali pembelian minyak mentah dari Rusia untuk pertama kalinya sejak pecahnya konflik di Timur Tengah pada Februari lalu. Langkah ini diambil di tengah krisis energi global yang sangat berdampak pada ekonomi negara-negara Asia yang bergantung pada impor.

Dikutip dari Anadolu Agency melalui laporan The Mainichi, sebuah kapal tanker yang mengangkut minyak dari Timur Jauh Rusia terpantau sedang menuju Jepang. Pejabat dari Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang mengonfirmasi bahwa minyak tersebut berasal dari proyek Sakhalin-2.

Proyek Sakhalin-2 merupakan pengembangan energi yang dipimpin oleh perusahaan negara Rusia, Gazprom. Menariknya, dua raksasa Jepang, Mitsubishi Corporation dan Mitsui & Co., tercatat sebagai pemegang saham utama dalam proyek strategis tersebut.

Minyak mentah yang dibeli oleh perusahaan grosir Taiyo Oil Co. ini dipastikan tidak akan dikenakan sanksi Amerika Serikat maupun Eropa yang sebelumnya diberlakukan pasca perang Rusia-Ukraina tahun 2022. Data dari Marine Traffic menunjukkan bahwa kapal tanker tersebut telah meninggalkan Sakhalin sejak akhir April dan dijadwalkan tiba di Prefektur Ehime, wilayah barat Jepang.

Keputusan Jepang untuk melirik kembali pasokan dari Rusia tidak lepas dari gangguan jalur distribusi minyak di Timur Tengah. Iran diketahui telah menutup Selat Hormuz sejak Amerika Serikat dan Israel memulai peperangan melawan Teheran pada 28 Februari. Langkah ini disusul oleh blokade pelabuhan Iran oleh AS yang hingga kini masih berlaku.

Padahal, Selat Hormuz merupakan urat nadi energi dunia yang menyalurkan sekitar seperlima dari total aliran minyak dan gas alam cair (LNG) global. Meskipun saat ini gencatan senjata sedang berlangsung, lalu lintas maritim di wilayah tersebut masih sangat dibatasi.

Analisis Redaksi Asatunews Intelijen: Stabilitas Energi

Langkah Jepang mengimpor kembali minyak Rusia adalah bukti nyata bahwa stabilitas energi domestik kini berada di atas aliansi politik Barat. Meskipun sebelumnya Jepang ikut serta dalam mengecam Rusia, lumpuhnya Selat Hormuz—jalur utama pasokan minyak dari Timur Tengah—menempatkan Jepang pada posisi yang sangat rentan.

Pemanfaatan proyek Sakhalin-2 menjadi solusi logis karena letaknya yang dekat secara geografis dan keterlibatan modal perusahaan Jepang di dalamnya. Hal ini juga menjadi sinyal kuat bagi pasar global bahwa sanksi terhadap Rusia mulai melunak secara organik ketika ketahanan energi negara-negara maju terancam oleh konflik baru di wilayah lain. Bagi Indonesia dan negara Asia lainnya, langkah Jepang ini bisa menjadi preseden untuk mencari alternatif pasokan energi serupa guna menghindari krisis biaya hidup akibat lonjakan harga minyak dunia. *****

 

Endang Suherman
Endang Suhermanhttps://asatunews.biz.id
Pusat komando informasi Asatunews.biz.id. Dari fluktuasi Bitcoin di pasar London hingga taktik strategi di Premier League, kami menyaring ribuan informasi global untuk menyajikannya secara ringkas, akurat, dan berintegritas. Berpatokan pada prinsip 'Resilience Over Returns', kami memastikan informasi yang Anda terima adalah amunisi terbaik untuk navigasi di era ketidakpastian.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERKINI

Dilema Pasar Global: Sentimen Positif Inflasi AS Terganjal Amblesnya Saham Teknologi Asia dan Guncangan Selat Hormuz

Pasar saham global bergerak variatif. Sentimen positif dari melandainya inflasi AS terganjal oleh hancurnya saham teknologi Asia dan ketegangan militer di Selat Hormuz. Pergerakan bursa saham...

Pasar Komoditas Berguncang: Harga Emas Jatuh di Bawah Level Psikologis $4.000 Akibat Ketegangan Timur Tengah dan Sentimen Suku Bunga AS

Harga emas jatuh di bawah level psikologis $4.000 per ons imbas serangan AS ke target Iran yang melonjakkan harga minyak dunia. Simak detail pergerakan harga...

IHSG Ditutup Menguat Tipis ke 6.041: Inflasi AS Mereda dan Komitmen Pajak Pemerintah Jadi Booster

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat di posisi 6.041,97 pada sore ini. Simak ulasan sentimen global dari AS dan kebijakan pajak domestik di sini. Indeks...

Ketegangan Selat Hormuz Memanas: Harga Minyak Dunia Melesat ke $79, Pasar Saham Global Rontok Berjamaah

Eskalasi militer AS-Iran di Selat Hormuz memicu tekanan jual di pasar global. Harga minyak mentah Brent melonjak 4,1%. Simak dampaknya terhadap ekonomi Indonesia di sini. Pasar...

Popular

BAMSOETNEWS.COM

Referensi Utama

NAVIGASI
POLITIK &
HUKUM

Menyajikan berita aktual, tajam, dan terpercaya langsung dari jantung kebijakan nasional.

Dinamika Parlemen
Analisis Hukum & Peradilan
Update Ekonomi Nasional
Straight News • Faktual • Objektif