🔥 CRYPTO UPDATE: 🚀 BITCOIN (BTC): $92.450 (+1,52%) 💎 ETHEREUM (ETH): $3.850 (+0,85%) 🔸 BINANCE (BNB): $615,20 (-0,12%) ☀️ SOLANA (SOL): $185,45 (+2,10%) 💰 BTC/IDR: Rp 1,45 Miliar 📊 SENTIMEN: Extreme Greed (78)
MARKET WATCH
USD/IDR 17.150 (-0.45%) EUR/IDR 18.620 (-0.12%) OIL BRENT US$120.40 (+3.20%) GOLD US$4.185 (-1.15%) IHSG 7.120 (-0.85%) NASDAQ 18.420 (+0.55%) BITCOIN US$92.100 (+2.10%)
USD/IDR 17.150 (-0.45%) EUR/IDR 18.620 (-0.12%) OIL BRENT US$120.40 (+3.20%) GOLD US$4.185 (-1.15%) IHSG 7.120 (-0.85%) NASDAQ 18.420 (+0.55%) BITCOIN US$92.100 (+2.10%)
BerandaCRYPTOBitcoinSinyal Bottom Bitcoin Muncul: Indikator 'Fear Gauge' BVIV Melompat ke 90%, Aksi...

Sinyal Bottom Bitcoin Muncul: Indikator ‘Fear Gauge’ BVIV Melompat ke 90%, Aksi Jual Besar Berakhir?

-

Analisis harga Bitcoin Maret 2026: Indikator volatilitas DVOL & BVIV menyentuh 90%, sinyal kuat bahwa titik terendah (bottom) harga BTC telah tercapai.

LONDON, ASATUNEWS.BIZ.ID – Di tengah kekhawatiran pasar akan adanya aksi jual lebih dalam, sebuah indikator kunci menunjukkan bahwa titik terendah (bottom) harga Bitcoin (BTC) mungkin telah terlewati. Indikator volatilitas tersirat (implied volatility) 30 hari kini menjadi sorotan utama para analis sebagai penanda berakhirnya tren panic selling.

Indeks volatilitas yang dipantau secara luas, seperti DVOL dari Deribit dan BVIV dari Volmex, melonjak drastis hingga menyentuh level 90% pada awal Februari 2026, tepat saat harga Bitcoin tersungkur mendekati level US$60.000. Secara historis, lonjakan volatilitas setinggi ini sering kali bertepatan dengan puncak kepanikan pasar dan kapitulasi investor, yang biasanya menandai dimulainya pemulihan harga.

Struktur pasar Bitcoin kini semakin menyerupai bursa saham tradisional sejak peluncuran ETF spot di AS pada awal 2024. Dalam konteks ini, volatilitas tersirat muncul sebagai “pengukur rasa takut” (fear gauge) yang bertindak sebagai indikator kontarian, mirip dengan VIX pada indeks S&P 500.

Dinamika ini terlihat jelas bulan lalu saat permintaan opsi pelindung (puts) meledak, mendorong DVOL dan BVIV ke angka 90%. Pola serupa pernah terjadi pada Agustus 2024 saat harga menyentuh US$50.000, serta pada November 2022 saat runtuhnya bursa FTX yang membawa Bitcoin ke titik terendah di bawah US$20.000.

Jika sejarah menjadi acuan, tren penurunan Bitcoin yang dimulai sejak Oktober 2026—saat harga berada di atas rekor US$126.000—kemungkinan besar telah berakhir. Di pasar tradisional, angka VIX yang jauh di atas rata-rata jangka panjang dianggap sebagai sinyal beli yang kuat karena mewakili kepanikan maksimal.

Sebagai perbandingan, indeks VIX di Wall Street sendiri mencapai level tertinggi satu tahun di angka 35% pada 9 Maret 2026. Meski VIX tetap tinggi sepanjang tahun 2026, angka tersebut masih berada di bawah rekor lonjakan di atas 60% yang terjadi selama peristiwa “Liberation Day” pada April 2025 lalu.

Sumber: CoinDesk

Endang Suherman
Endang Suhermanhttps://asatunews.biz.id
Pusat komando informasi Asatunews.biz.id. Dari fluktuasi Bitcoin di pasar London kami menyaring ribuan informasi global untuk menyajikannya secara ringkas, akurat, dan berintegritas. Berpatokan pada prinsip 'Resilience Over Returns', kami memastikan informasi yang Anda terima adalah amunisi terbaik untuk navigasi di era ketidakpastian.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERKINI

Survei BI: Kredit Baru Diprakirakan Naik pada Triwulan IV 2026, SBT Capai 91,31%

Survei Perbankan BI memproyeksikan penyaluran kredit baru naik pada triwulan IV 2026 dengan SBT 91,31%. Pertumbuhan kredit tahunan diperkirakan 8,20%. Bank Indonesia (BI) memproyeksikan penyaluran kredit...

Pasar Global Tertekan, Kekhawatiran Investasi AI dan Konflik Timur Tengah Bayangi Laporan Laba Teknologi

Pasar saham global tertekan pada 22 Oktober 2026. Kekhawatiran pendanaan AI, pelemahan saham teknologi, dan kenaikan minyak di tengah ketegangan Timur Tengah membayangi laporan laba...

Harga Minyak Dunia Melonjak 3%, Serangan ke Ladang Minyak Saudi Picu Kekhawatiran Pasokan

Harga minyak Brent menembus US$112 per barel setelah serangan di Arab Saudi meningkatkan kekhawatiran gangguan pasokan dan eskalasi konflik Timur Tengah. Harga minyak mentah dunia melonjak...

Emas Dunia Turun di Bawah US$4.100, Harga Perak Ikut Tertekan Lonjakan Minyak

Harga emas dunia turun di bawah US$4.100 per ounce pada 22 Oktober 2026. Lonjakan minyak memicu kekhawatiran inflasi dan ekspektasi suku bunga tinggi. Pasar logam mulia...

Popular

BAMSOETNEWS.COM

Referensi Utama

NAVIGASI
POLITIK &
HUKUM

Menyajikan berita aktual, tajam, dan terpercaya langsung dari jantung kebijakan nasional.

✔ Dinamika Parlemen
✔ Analisis Hukum & Peradilan
✔ Update Ekonomi Nasional
Straight News • Faktual • Objektif