Analisis harga Bitcoin Maret 2026: Indikator volatilitas DVOL & BVIV menyentuh 90%, sinyal kuat bahwa titik terendah (bottom) harga BTC telah tercapai.
LONDON, ASATUNEWS.BIZ.ID – Di tengah kekhawatiran pasar akan adanya aksi jual lebih dalam, sebuah indikator kunci menunjukkan bahwa titik terendah (bottom) harga Bitcoin (BTC) mungkin telah terlewati. Indikator volatilitas tersirat (implied volatility) 30 hari kini menjadi sorotan utama para analis sebagai penanda berakhirnya tren panic selling.
Indeks volatilitas yang dipantau secara luas, seperti DVOL dari Deribit dan BVIV dari Volmex, melonjak drastis hingga menyentuh level 90% pada awal Februari 2026, tepat saat harga Bitcoin tersungkur mendekati level US$60.000. Secara historis, lonjakan volatilitas setinggi ini sering kali bertepatan dengan puncak kepanikan pasar dan kapitulasi investor, yang biasanya menandai dimulainya pemulihan harga.
Struktur pasar Bitcoin kini semakin menyerupai bursa saham tradisional sejak peluncuran ETF spot di AS pada awal 2024. Dalam konteks ini, volatilitas tersirat muncul sebagai “pengukur rasa takut” (fear gauge) yang bertindak sebagai indikator kontarian, mirip dengan VIX pada indeks S&P 500.
Dinamika ini terlihat jelas bulan lalu saat permintaan opsi pelindung (puts) meledak, mendorong DVOL dan BVIV ke angka 90%. Pola serupa pernah terjadi pada Agustus 2024 saat harga menyentuh US$50.000, serta pada November 2022 saat runtuhnya bursa FTX yang membawa Bitcoin ke titik terendah di bawah US$20.000.
Jika sejarah menjadi acuan, tren penurunan Bitcoin yang dimulai sejak Oktober 2026—saat harga berada di atas rekor US$126.000—kemungkinan besar telah berakhir. Di pasar tradisional, angka VIX yang jauh di atas rata-rata jangka panjang dianggap sebagai sinyal beli yang kuat karena mewakili kepanikan maksimal.
Sebagai perbandingan, indeks VIX di Wall Street sendiri mencapai level tertinggi satu tahun di angka 35% pada 9 Maret 2026. Meski VIX tetap tinggi sepanjang tahun 2026, angka tersebut masih berada di bawah rekor lonjakan di atas 60% yang terjadi selama peristiwa “Liberation Day” pada April 2025 lalu.
Sumber: CoinDesk
