Konflik geopolitik Iran-Israel memicu kekhawatiran global. Simak dampak ketegangan Timur Tengah terhadap harga emas hari ini dan strategi investasi aman (Safe Haven).
JAKARTA, ASATUNEWS.BIZ.ID – Eskalasi konflik di Timur Tengah antara Iran dan Israel yang terus memanas mulai berdampak signifikan pada pasar finansial global. Para investor kini mulai mengalihkan aset mereka ke instrumen yang lebih aman (Safe Haven), terutama emas, di tengah ketidakpastian geopolitik yang meningkat.
Menurut pantauan pasar pada Sabtu (28/02/2026), harga emas global menunjukkan tren penguatan yang stabil. Kondisi ini dipicu oleh kekhawatiran akan gangguan pasokan energi dan stabilitas ekonomi jika konflik terus meluas.
Dalam situasi perang atau ketegangan antarnegara, emas selalu menjadi primadona bagi para pemodal. Berbeda dengan saham atau mata uang yang berisiko tinggi saat terjadi gejolak politik, emas dianggap memiliki nilai yang tetap solid.
“Pasar saat ini sedang dalam mode wait and see. Namun, kecenderungan investor untuk mengamankan portofolio mereka ke emas sangat tinggi jika serangan balasan terjadi,” ungkap analis ekonomi senior dalam laporannya.
Di dalam negeri, harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) diprediksi akan terus merangkak naik mengikuti kurs global dan pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS yang sering terjadi saat konflik pecah.
Bagi masyarakat Indonesia, momen ini menjadi peringatan untuk lebih berhati-hati dalam menempatkan dana di aset berisiko tinggi seperti kripto yang cenderung fluktuatif selama ketegangan berlangsung. Sebaliknya, emas fisik atau emas digital bisa menjadi pilihan tepat untuk menjaga nilai kekayaan.
Redaksi Asatunews akan terus memantau perkembangan terkini konflik Iran-Israel dan dampaknya terhadap harga komoditas serta pergerakan IHSG melalui fitur Live Update di halaman utama kami. *****
