Harga minyak dunia melonjak akibat konflik Timur Tengah. CEO Sokonindo prediksi era mobil listrik (EV) akan meledak karena biaya BBM dan logistik yang naik.
ASATUNEWS.BIZ.ID, JAKARTA – Eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang memicu lonjakan harga minyak dunia diprediksi akan mengubah peta industri otomotif secara drastis. CEO PT Sokonindo Automobile, Alexander Barus, memperingatkan bahwa jika ketegangan geopolitik ini tidak segera mereda, dampak berantainya akan menyentuh seluruh sektor akibat kenaikan biaya transportasi dan logistik.
“Kalau kondisi Timur Tengah ini tidak mereda, saya kira akan naik terus semua barang. Karena kan semua komponennya ada komponen transport,” ujar Alexander di Jakarta, Senin (9/3/2026).
Di tengah ancaman krisis energi, situasi ini dinilai menjadi momentum emas bagi percepatan adopsi kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV). Alexander menjelaskan bahwa ketergantungan mobil listrik terhadap minyak sangat kecil dibandingkan kendaraan konvensional (BBM). Terlebih, sumber energi listrik di Indonesia mayoritas berasal dari batu bara yang tidak memiliki unsur minyak.
“Jadi menurut saya ini adalah kesempatan untuk mobil listrik dan customer berpindah ke mobil listrik,” tambahnya.
Senada dengan hal tersebut, Director of Sales Center PT Sokonindo Automobile, Cing Hok Rifin, menyebutkan bahwa kenaikan harga minyak dunia akan berdampak langsung pada harga BBM domestik. Beban subsidi yang semakin berat bagi negara diperkirakan akan memaksa masyarakat untuk mencari alternatif transportasi yang lebih efisien secara biaya.
Rifin optimis bahwa kondisi sulit di pasar energi justru bisa memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik di tanah air. “Mungkin penjualan kita bisa bertambah dua kali lipat atau lebih dari kenaikan harga minyak tadi,” pungkasnya.
Daftar Mobil Listrik Paling Irit 2026: Solusi Cerdas Saat Harga BBM Tak Menentu
Dengan harga minyak dunia yang menembus angka kritis, biaya operasional kendaraan konvensional kini mencekik kantong. Kendaraan listrik (EV) muncul sebagai pahlawan efisiensi. Berdasarkan data teknis terbaru, berikut adalah daftar mobil listrik di Indonesia yang menawarkan efisiensi energi terbaik untuk menekan biaya transportasi Anda:
1. DFSK Gelora E (Blind Van/Minibus)
Sangat cocok untuk kebutuhan bisnis dan logistik. Dengan biaya pengisian daya yang sangat rendah dibandingkan Solar, mobil ini mampu menekan biaya operasional hingga 60-70%.
-
Efisiensi: Sekitar Rp200 – Rp300 per kilometer.
2. Wuling BinguoEV / Air ev
Masih menjadi juara untuk mobilitas perkotaan (city car). Dimensinya yang kompak dan manajemen baterai yang efisien membuatnya sangat irit untuk penggunaan harian di tengah kemacetan Jakarta.
-
Efisiensi: Menggunakan baterai LFP yang tahan lama dan murah biaya perawatan.
3. MG 4 EV & Hyundai IONIQ 5
Bagi Anda yang menginginkan performa dan jarak tempuh lebih jauh (di atas 400 km). Meskipun harganya di kelas menengah ke atas, penghematan jangka panjang dari sisi bahan bakar dan pajak kendaraan (PKB) 0% menjadikannya investasi yang sangat masuk akal di tahun 2026.
Mengapa Harus Pindah ke Listrik Sekarang?
-
Bebas Ganjil Genap: Efisiensi waktu yang tak ternilai di Jakarta.
-
Biaya Servis Rendah: Tidak ada ganti oli, busi, atau filter bahan bakar.
-
Sentimen Energi: Seperti kata CEO Sokonindo, listrik kita berbasis batu bara lokal, sehingga harganya lebih stabil dibandingkan BBM yang dipengaruhi konflik Iran-AS. ***
