IHSG menguat tajam 1,35% ke level 8.383 pada Senin (23/2/2026). Simak dampak putusan MA Amerika Serikat terhadap reli pasar Asia dan indeks Hang Seng di Asatunews.
ASATUNEWS.BIZ.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan performa gemilang pada perdagangan awal pekan ini. Menutup sesi Senin (23/2/2026), IHSG parkir di level 8.383,53, menguat tajam 111,76 poin atau sebesar 1,35% dibandingkan penutupan sebelumnya.
Sepanjang hari, indeks bergerak konsisten di zona hijau dalam rentang 8.327,57 hingga 8.397,07. Aktivitas perdagangan terpantau sangat dinamis dengan nilai transaksi mencapai Rp22,55 triliun dan volume sebanyak 471,88 juta lot saham.
Kenaikan IHSG hari ini didorong oleh sejumlah saham top gainers, di antaranya:
-
PT Bank Mega Tbk (MEGA)
-
PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM)
-
PT Barito Pacific Tbk (BRPT)
-
PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA)
-
PT Timah Tbk (TINS)
Di sisi lain, beberapa saham harus terkoreksi di jajaran top losers, termasuk HILL, BALI, MORA, SGRO, dan WOOD. Penguatan IHSG yang mendekati level tertinggi harian mencerminkan optimisme investor yang tinggi terhadap fundamental pasar modal Indonesia.
Kabar positif juga datang dari bursa kawasan. Indeks Hang Seng di Hong Kong melonjak drastis sebesar 669 poin (2,5%) ke level 27.082.
Pemicu utama reli global ini adalah keputusan mengejutkan dari Mahkamah Agung Amerika Serikat yang membatalkan kebijakan tarif luas era Donald Trump. Putusan ini meredakan kekhawatiran akan perang dagang AS-China, sehingga meningkatkan minat risiko (risk-on) terhadap aset-aset di kawasan Asia.
Selain faktor eksternal, sentimen domestik Hong Kong terkait kebijakan pembelian properti pasca-kebakaran dan pemulihan sektor teknologi serta emas turut menjadi motor penggerak pasar. Saham raksasa teknologi seperti Alibaba dan Tencent terpantau menguat lebih dari 3%.
Pelaku pasar kini mengalihkan perhatian pada pembukaan kembali bursa China daratan (Shanghai) pada Selasa besok setelah libur Tahun Baru Imlek. Data konsumsi yang solid selama liburan diprediksi akan menjadi tambahan energi bagi stabilitas ekonomi regional dalam jangka pendek. ****
