IHSG melemah 0,14% sepekan (25-27 Maret 2026). Simak daftar 10 saham top gainers yang dipimpin SOTS dan ESTI di tengah aksi jual asing Rp30 Triliun.
JAKARTA, ASATUNEWS.BIZ.ID – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau kurang bertenaga sepanjang periode perdagangan 25—27 Maret 2026. Meski indeks komposit mengalami kontraksi, sejumlah saham lapis kedua justru mencetak lonjakan harga yang impresif dan masuk dalam jajaran top gainers.
Dikutip dari Bisnis.com, Kepala Divisi Korporat Bursa Efek Indonesia (BEI), Kautsar Primadi, mengungkapkan bahwa IHSG melemah sebesar 0,14% secara mingguan. Penurunan ini turut menyeret nilai kapitalisasi pasar BEI yang menyusut 0,24% menjadi Rp12.516 triliun.
Faktor utama yang menahan laju IHSG adalah masifnya aksi lepas saham oleh investor mancanegara. Pada penutupan pekan ini saja, investor asing mencatatkan jual bersih (net sell) senilai Rp1,76 triliun.
“Selama tahun berjalan 2026, akumulasi jual bersih oleh investor asing telah mencapai angka signifikan sebesar Rp30,88 triliun,” jelas Kautsar dalam rilis resminya, Sabtu (28/3/2026).
Menariknya, di tengah pelemahan indeks, gairah perdagangan di lantai bursa justru meningkat. Rata-rata nilai transaksi harian melonjak 15,27% menjadi Rp23,33 triliun. Intensitas transaksi juga bertambah 9,01% dengan rata-rata 1,73 juta kali transaksi per hari.
Saham PT Satria Mega Kencana Tbk. (SOTS) memimpin penguatan dengan kenaikan drastis sebesar 58,57% ke level Rp1.110 per lembar. Disusul oleh emiten tekstil PT Ever Shine Tex Tbk. (ESTI) yang melesat 51,22%.
Berikut 10 saham dengan peningkatan harga tertinggi (Top Gainers) sepekan:
-
SOTS: 58,57%
-
ESTI: 51,22%
-
BELL: 47,75%
-
TALF: 46,15%
-
SSTM: 45,00%
-
ELPI: 33,21%
-
NETV: 27,78%
-
FUJI: 27,52%
-
ASPR: 27,08%
-
RAAM: 26,3
Analisis Redaksi Asatunews.biz.id
Pelemahan IHSG sebesar 0,14% dalam sepekan terakhir mencerminkan sikap defensif investor domestik di tengah derasnya aliran modal keluar (capital outflow) oleh investor asing yang mencapai Rp30,88 triliun secara YtD. Angka jual bersih yang tinggi ini mengindikasikan bahwa ketidakpastian geopolitik global masih membuat dana asing “parkir” di aset yang lebih aman.
Namun, lonjakan transaksi harian hingga Rp23,33 triliun menunjukkan adanya perlawanan dari investor lokal dan aktivitas spekulatif yang tinggi pada saham-saham second liner. Saham seperti SOTS dan ESTI menunjukkan bahwa strategi stock picking pada emiten dengan kapitalisasi menengah-kecil menjadi pilihan rasional bagi trader untuk mencari alpha saat indeks utama sedang konsolidasi. ****
