Analisis IHSG hari ini Rabu 25 Maret 2026 pasca-libur Lebaran. Indeks rawan koreksi, simak rekomendasi saham ITMG, PGAS, dan FORE dari analis.
JAKARTA, ASATUNEWS.BIZ.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bakal menghadapi tekanan berat pada pembukaan perdagangan perdana setelah libur panjang Idulfitri, Rabu (25/3/2026). Meski sempat menguat 1,2% ke level 7.016 sebelum jeda Lebaran, secara akumulasi tahunan (year-to-date), indeks komposit masih mencatatkan rapor merah dengan koreksi tajam sebesar 17,81%.
Tim analis BRI Danareksa Sekuritas memproyeksikan IHSG akan bergerak dalam rentang support 6.950–7.000 dan resistance pada 7.135–7.200. Tekanan ini dipicu oleh dominasi kondisi risk-off di pasar global akibat ketidakpastian geopolitik yang belum mereda, meskipun sempat muncul wacana gencatan senjata antara AS dan Iran.
Ketidakpastian semakin meningkat setelah pihak Iran membantah klaim Amerika Serikat terkait penundaan serangan terhadap pusat energi mereka. “Kondisi risk-off masih dominan, tecermin dari volatilitas harga komoditas seperti emas, minyak, dan gas alam, serta pelemahan bursa saham regional Asia,” tulis riset BRI Danareksa Sekuritas, Rabu (25/3/2026).
Di tengah potensi koreksi indeks, Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, memberikan rekomendasi beli untuk tiga saham emiten yang dinilai memiliki momentum teknikal kuat:
-
PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG): ITMG berada dalam tren uptrend kuat dan menjadi primadona investor asing dengan nilai beli bersih (net buy) mencapai Rp794,49 miliar dalam sebulan terakhir. Saham ini direkomendasikan beli di rentang Rp27.000–Rp28.000 dengan target harga Rp29.750.
-
PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS): Sedang dalam fase rebound setelah penurunan tajam. PGAS direkomendasikan beli di kisaran Rp1.950–Rp1.980 dengan potensi penguatan menuju resistance Rp2.150 jika berhasil breakout dari level Rp2.050.
-
PT Fore Kopi Indonesia Tbk. (FORE): Secara teknikal, FORE berhasil keluar dari fase akumulasi (sideways) dengan lonjakan volume. Investor disarankan melirik saham ini di kisaran Rp500–Rp505 selama harga bertahan di atas support Rp498.
Para pelaku pasar diharapkan tetap waspada terhadap pergerakan harga komoditas global yang dapat menjadi katalis negatif bagi pergerakan IHSG di sisa pekan ini.
Sumber: MSN / BRI Danareksa Sekuritas
