Harga minyak Brent melonjak di atas US$107 per barel (26/3/2026). Ketegangan Selat Hormuz berlanjut setelah Iran menolak proposal damai Donald Trump.
LONDON, ASATUNEWS.BIZ.ID – Harga minyak mentah dunia kembali membara pada perdagangan Kamis (26/3/2026). Kontrak berjangka minyak Brent melonjak lebih dari 5,2% hingga melewati level US$107 per barel. Kenaikan tajam ini dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran pasar akan gangguan pasokan yang berkepanjangan akibat konflik di Timur Tengah yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
Pasar minyak tetap sangat sensitif terhadap gangguan di sekitar Selat Hormuz, jalur distribusi vital energi global. Level US$107 ini menandai eskalasi baru dibandingkan awal Maret, di mana Brent sempat bertengger di kisaran US$91 hingga US$92 per barel.
Meskipun Gedung Putih mengklaim pembicaraan damai terus berlanjut, Teheran secara tegas menolak proposal Amerika Serikat. Iran justru mengajukan syarat mereka sendiri, termasuk kendali kedaulatan penuh atas jalur pelayaran strategis tersebut.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, bahkan membantah adanya negosiasi yang sedang berlangsung dengan Washington, sebuah pernyataan yang bertolak belakang dengan klaim AS. Menanggapi sikap tersebut, Presiden AS Donald Trump pada Kamis menyebut para negosiator Iran sebagai pihak yang “berbeda dan aneh” dan mendesak mereka untuk segera serius menanggapi proposal perdamaian AS “sebelum semuanya terlambat.”
Presiden BlackRock, Rob Kapito, memperingatkan bahwa pasar mungkin meremehkan risiko nyata dari konflik ini. Menurutnya, harga minyak masih berpotensi meroket hingga US$150 per barel meskipun perang berakhir hari ini. Hal ini disebabkan oleh rantai pasokan dunia yang membutuhkan waktu lama untuk pulih sepenuhnya dari dislokasi besar-besaran di kawasan Teluk.
Para analis memperingatkan bahwa selama Selat Hormuz tetap berada dalam kondisi rawan gangguan, tekanan terhadap harga energi global akan terus meningkat, yang pada gilirannya dapat memicu inflasi tinggi di negara-negara konsumen.
Sumber: Anadolu Agency
