🔥 CRYPTO UPDATE: 🚀 BITCOIN (BTC): $92.450 (+1,52%) 💎 ETHEREUM (ETH): $3.850 (+0,85%) 🔸 BINANCE (BNB): $615,20 (-0,12%) ☀️ SOLANA (SOL): $185,45 (+2,10%) 💰 BTC/IDR: Rp 1,45 Miliar 📊 SENTIMEN: Extreme Greed (78)
MARKET WATCH
USD/IDR 17.150 (-0.45%) EUR/IDR 18.620 (-0.12%) OIL BRENT US$120.40 (+3.20%) GOLD US$4.185 (-1.15%) IHSG 7.120 (-0.85%) NASDAQ 18.420 (+0.55%) BITCOIN US$92.100 (+2.10%)
USD/IDR 17.150 (-0.45%) EUR/IDR 18.620 (-0.12%) OIL BRENT US$120.40 (+3.20%) GOLD US$4.185 (-1.15%) IHSG 7.120 (-0.85%) NASDAQ 18.420 (+0.55%) BITCOIN US$92.100 (+2.10%)
BerandaBISNISMakroProduksi Baja Kasar Global Turun di Juli 2026, Penurunan di China Jadi...

Produksi Baja Kasar Global Turun di Juli 2026, Penurunan di China Jadi Pemicu Utama

-

Produksi baja kasar dunia terkoreksi 0,3 persen pada Juli 2026 menjadi 149,2 juta ton akibat penurunan output produksi dari produsen utama, China.

Produksi baja kasar (crude steel) dunia mencatatkan penurunan sebesar 0,3 persen menjadi 149,2 juta ton pada Juli 2026. Laporan resmi World Steel Association pada Senin mengonfirmasi bahwa koreksi ini dipicu oleh penurunan output dari produsen terbesar dunia, China.

Tiongkok mencatatkan penurunan produksi baja sebesar 3,6 persen menjadi 76,9 juta ton pada Juli. Secara kumulatif sepanjang periode Januari hingga Juli 2026, produksi baja China juga melorot 3,1 persen menjadi 577 juta ton. Penurunan ini menyeret total produksi baja kasar global selama tujuh bulan pertama tahun ini turun 0,6 persen ke angka 1,08 miliar ton.

Di tengah pelemahan produksi China, beberapa negara produsen utama lainnya justru mencatatkan pertumbuhan positif pada Juli 2026. India memacu produksinya sebesar 1,9 persen menjadi 14,4 juta ton, diikuti produsen Amerika Serikat (AS) yang naik 4,4 persen menjadi 7,4 juta ton, serta Turki yang melonjak 7 persen ke posisi 3,4 juta ton.

Jepang mencatatkan kenaikan tipis 0,4 persen menjadi 6,9 juta ton, sedangkan estimasi produksi Rusia meningkat 3,3 persen menjadi 5,7 juta ton. Selain itu, Jerman mencatat kenaikan estimasi produksi 3 persen menjadi 2,8 juta ton dan Brasil tumbuh tipis 0,1 persen menjadi 2,8 juta ton.

Untuk periode Januari–Juli 2026, India mencatatkan lonjakan output signifikan sebesar 6,1 persen menjadi 101,1 juta ton. Kenaikan serupa dicapai produsen AS yang tumbuh 6 persen menjadi 50,2 juta ton. Turki dan Jerman mengamankan pertumbuhan kuat masing-masing 7,9 persen (23,2 juta ton) dan 8,1 persen (21,4 juta ton).

Sebaliknya, output kumulatif Jepang terkoreksi tipis 0,3 persen menjadi 47,3 juta ton, estimasi produksi Rusia melorot 6,1 persen menjadi 38,1 juta ton, dan Brasil turun 1,2 persen menjadi 19,1 juta ton. Sementara Korea Selatan berhasil menggenjot produksi sebesar 2,7 persen menjadi 37,4 juta ton.

Tajuk Analisis: Pergeseran Peta Manufaktur Global, Perlambatan China, dan Akselerasi Pasar Berkembang

Dinamika produksi baja global pada Juli 2026 mengindikasikan adanya pergeseran peta kekuatan manufaktur dan permintaan konstruksi di tingkat global.

Berikut tiga poin analisis utama:

1. Dampak Penyesuaian Sektor Properti dan Manufaktur China

Penurunan produksi baja China sebesar 3,6 persen pada Juli menegaskan berlanjutnya konsolidasi di sektor real estat dan infrastruktur domestik Tiongkok. Sebagai konsumen sekaligus produsen terbesar dunia, kebijakan pengendalian kapasitas produksi di China secara langsung menekan volume output global, meski sekaligus membantu menahan potensi oversupply di pasar internasional.

2. Ekspansi Masif India dan Negara Ekonomi Berkembang

Pertumbuhan konsisten produksi baja India (naik 6,1% sepanjang Jan-Jul 2026) mencerminkan percepatan pembangunan infrastruktur dan arus industrialisasi yang sangat masif di kawasan Asia Selatan. Peran India kian krusial sebagai penyeimbang utama (counterbalance) dari perlambatan output Tiongkok di panggung manufaktur global.

3. Ketahanan Sektor Industri AS dan Eropa Barat

Lonjakan produksi di AS (naik 6% Jan-Jul) dan Jerman (naik 8,1% Jan-Jul) memberikan sinyal positif terkait pemulihan daya saing manufaktur serta efektivitas dorongan insentif energi dan teknologi hijau di kawasan barat. Fenomena ini menunjukkan resiliensi permintaan baja berkualitas tinggi untuk sektor otomotif dan energi terbarukan di negara-negara maju. Sumber

 

Endang Suherman
Endang Suhermanhttps://asatunews.biz.id
Pusat komando informasi Asatunews.biz.id. Dari fluktuasi Bitcoin di pasar London kami menyaring ribuan informasi global untuk menyajikannya secara ringkas, akurat, dan berintegritas. Berpatokan pada prinsip 'Resilience Over Returns', kami memastikan informasi yang Anda terima adalah amunisi terbaik untuk navigasi di era ketidakpastian.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERKINI

Survei BI: Kredit Baru Diprakirakan Naik pada Triwulan IV 2026, SBT Capai 91,31%

Survei Perbankan BI memproyeksikan penyaluran kredit baru naik pada triwulan IV 2026 dengan SBT 91,31%. Pertumbuhan kredit tahunan diperkirakan 8,20%. Bank Indonesia (BI) memproyeksikan penyaluran kredit...

Pasar Global Tertekan, Kekhawatiran Investasi AI dan Konflik Timur Tengah Bayangi Laporan Laba Teknologi

Pasar saham global tertekan pada 22 Oktober 2026. Kekhawatiran pendanaan AI, pelemahan saham teknologi, dan kenaikan minyak di tengah ketegangan Timur Tengah membayangi laporan laba...

Harga Minyak Dunia Melonjak 3%, Serangan ke Ladang Minyak Saudi Picu Kekhawatiran Pasokan

Harga minyak Brent menembus US$112 per barel setelah serangan di Arab Saudi meningkatkan kekhawatiran gangguan pasokan dan eskalasi konflik Timur Tengah. Harga minyak mentah dunia melonjak...

Emas Dunia Turun di Bawah US$4.100, Harga Perak Ikut Tertekan Lonjakan Minyak

Harga emas dunia turun di bawah US$4.100 per ounce pada 22 Oktober 2026. Lonjakan minyak memicu kekhawatiran inflasi dan ekspektasi suku bunga tinggi. Pasar logam mulia...

Popular

BAMSOETNEWS.COM

Referensi Utama

NAVIGASI
POLITIK &
HUKUM

Menyajikan berita aktual, tajam, dan terpercaya langsung dari jantung kebijakan nasional.

✔ Dinamika Parlemen
✔ Analisis Hukum & Peradilan
✔ Update Ekonomi Nasional
Straight News • Faktual • Objektif