BTN menyalurkan Kredit Program Perumahan Rp2,17 triliun hingga Maret 2026. Fokus pada MBR sektor informal & penguatan ekosistem perumahan nasional.
BANDUNG, ASATUNEWS.BIZ.ID – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus memperkuat posisinya sebagai tulang punggung pembiayaan perumahan nasional. Hingga Maret 2026, BTN mencatatkan realisasi penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP) dengan total plafon mencapai Rp2,17 triliun yang disalurkan kepada lebih dari 3.291 debitur.
Dikutip dari Antara News, Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan komitmen perseroan dalam mendukung program pemerintah melalui integrasi ekosistem perumahan yang solid.
“Kami terus mendukung program pemerintah, terutama sekali lewat ekosistem bersama-sama dengan seluruh ekosistem perumahan,” ujar Nixon di Bandung, Jawa Barat, Kamis (9/4/2026).
Penyaluran KPP tersebut terbagi menjadi dua pilar utama. Dari sisi supply (pasokan), BTN menyalurkan Rp1,47 triliun kepada 399 debitur yang berfokus pada pembiayaan pengembang, kontraktor, serta penyedia bahan bangunan.
Sementara dari sisi demand (permintaan), perseroan mengucurkan sekitar Rp700 miliar kepada 2.892 debitur. Dana ini dimanfaatkan masyarakat untuk keperluan pembelian, pembangunan, hingga renovasi rumah. Skema ini diklaim memperkuat keterhubungan antara penyedia hunian dan calon pembeli dalam satu ekosistem berkelanjutan.
Sejak tahun 1976 hingga awal April 2026, BTN tercatat telah menyalurkan 6 juta unit Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan total nilai mencapai Rp530 triliun. Mayoritas pengajuan KPR subsidi berasal dari Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dengan rata-rata penghasilan Rp4,9 juta per bulan, yang didominasi oleh pekerja sektor informal seperti pedagang kecil dan pelaku usaha mikro.
Di luar sektor perumahan, BTN juga menunjukkan taringnya di sektor UMKM. Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga Maret 2026 mencapai Rp2,72 triliun, di mana 59,22 persen di antaranya mengalir ke sektor perdagangan besar dan eceran.
Analisis Redaksi Asatunews Intelijen: Tangguh
Data realisasi KPP BTN sebesar Rp2,17 triliun di kuartal pertama 2026 menunjukkan bahwa sektor properti masih menjadi motor penggerak ekonomi domestik yang tangguh. Penekanan pada kelompok MBR dengan rata-rata penghasilan Rp4,9 juta per bulan mengindikasikan bahwa BTN berhasil menggarap ceruk pasar informal yang selama ini sulit ditembus perbankan konvensional (unbanked/underserved).
Selain itu, penyaluran KUR yang mencapai Rp2,72 triliun memberikan bantalan likuiditas bagi sektor perdagangan dan konstruksi. Sinergi antara pembiayaan perumahan (supply & demand) dengan modal kerja UMKM menciptakan efek pengganda (multiplier effect) yang krusial untuk menjaga stabilitas sosial di tengah ketidakpastian ekonomi global. Langkah BTN mendorong “KUR Naik Kelas” juga menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan kelas menengah baru di Indonesia. ****
