Bitcoin bertahan di $67.100 meski Fear and Greed Index anjlok ke angka 9. Simak analisis distribusi Whale dan serapan institusi di tengah perang.
JAKARTA, ASATUNEWS.BIZ.ID – Pasar kripto memasuki bulan April dengan sentimen yang sangat suram. Meskipun harga Bitcoin (BTC) relatif stabil di kisaran US$67.100 pada Minggu (5/4/2026), suasana kebatinan pelaku pasar dilaporkan mencapai titik terendah sejak konflik Timur Tengah pecah pada akhir Februari lalu.
Dikutip dari CoinDesk, data Santiment yang dirilis Sabtu menunjukkan komentar media sosial terhadap Bitcoin mencapai rasio lima unggahan bearish (pesimis) untuk setiap empat unggahan bullish (optimis). Ini merupakan kemiringan sentimen paling negatif dalam lima minggu terakhir, menyamai kondisi saat dimulainya Operasi Epic Fury.
Indeks Fear and Greed saat ini terpaku di angka 9, yang masuk dalam wilayah Extreme Fear (ketakutan luar biasa). Selama lebih dari sebulan, indeks ini tertahan di kisaran 8 hingga 14. Kondisi ini dinilai tidak biasa karena umumnya pembacaan angka tunggal pada indeks tersebut diikuti oleh kejatuhan harga drastis, seperti saat jatuhnya ekosistem LUNA dan bursa FTX pada 2022.
Namun, kali ini Bitcoin justru bergerak menyamping (sideways) di rentang US$65.000 hingga US$73.000, meskipun sentimen di sekitarnya runtuh akibat berita perang dan pidato Presiden Trump.
Alasan utama mengapa Bitcoin belum anjlok lebih dalam adalah adanya serapan masif dari investor institusi. Sepanjang Maret, ETF Bitcoin menyerap sekitar 50.000 BTC, laju bulanan tertinggi sejak Oktober 2025. Selain itu, Morgan Stanley yang baru mendapatkan persetujuan ETF Bitcoin dengan biaya 14 basis poin turut membuka akses bagi 16.000 penasihat keuangan dan aset kelolaan senilai US$6,2 triliun.
Dikutip dari analisis CoinDesk, arus institusi ini menjadi “lantai” yang menahan harga. Namun, di sisi lain, para Whale (pemilik 1.000 hingga 10.000 BTC) justru melakukan distribusi agresif dengan melepas sekitar 188.000 BTC. Angka ini berbanding terbalik dengan kondisi setahun lalu di mana mereka justru menambah kepemilikan sebesar 200.000 BTC.
Meskipun secara historis April adalah bulan terkuat bagi Bitcoin dengan rata-rata kenaikan 20,9%, faktor musiman kali ini harus berhadapan dengan risiko perang, distribusi whale yang rekor, serta indeks ketakutan yang belum beranjak dari angka tunggal.
Analisis Redaksi Asatunews.biz.id Intelijen: Bertransformasi
Kondisi Bitcoin saat ini mencerminkan “perang dingin” antara uang ritel/lama (Whales) dan uang institusional baru (ETF/Morgan Stanley). Skor Fear & Greed di angka 9 tanpa adanya keruntuhan harga adalah fenomena langka yang menunjukkan bahwa Bitcoin telah bertransformasi menjadi aset yang jauh lebih tangguh menghadapi guncangan makro.
Namun, besarnya angka distribusi oleh Whale (188.000 BTC) menunjukkan bahwa pemain besar sedang mengamankan likuiditas di tengah ketidakpastian perang. Selama harga bertahan di atas US$65.000, skenario optimis April masih mungkin terjadi, tetapi jika permintaan institusional melambat sementara tensi geopolitik memanas, risiko kapitulasi ritel ke arah US$60.000 tetap terbuka lebar. ****
