🔥 CRYPTO UPDATE: 🚀 BITCOIN (BTC): $92.450 (+1,52%) 💎 ETHEREUM (ETH): $3.850 (+0,85%) 🔸 BINANCE (BNB): $615,20 (-0,12%) ☀️ SOLANA (SOL): $185,45 (+2,10%) 💰 BTC/IDR: Rp 1,45 Miliar 📊 SENTIMEN: Extreme Greed (78)
MARKET WATCH
USD/IDR 17.150 (-0.45%) EUR/IDR 18.620 (-0.12%) OIL BRENT US$120.40 (+3.20%) GOLD US$4.185 (-1.15%) IHSG 7.120 (-0.85%) NASDAQ 18.420 (+0.55%) BITCOIN US$92.100 (+2.10%)
USD/IDR 17.150 (-0.45%) EUR/IDR 18.620 (-0.12%) OIL BRENT US$120.40 (+3.20%) GOLD US$4.185 (-1.15%) IHSG 7.120 (-0.85%) NASDAQ 18.420 (+0.55%) BITCOIN US$92.100 (+2.10%)
BerandaPASAR MODALSahamBEI Resmi Naikkan Batas Minimum Free Float Jadi 15 Persen, Emiten Besar...

BEI Resmi Naikkan Batas Minimum Free Float Jadi 15 Persen, Emiten Besar Wajib Patuh Mulai 2027

-

BEI resmi menaikkan batas minimum free float saham jadi 15%. Simak rincian masa transisi bagi emiten besar dan aturan baru GCG 2026.

JAKARTA, ASATUNEWS.BIZ.ID – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi melakukan penyesuaian definisi dan menaikkan batas minimum saham free float bagi perusahaan tercatat. Dalam aturan terbaru, batas minimum saham yang dilempar ke publik kini ditingkatkan menjadi 15 persen dari total jumlah saham tercatat.

Dikutip dari Antara News, penyesuaian ini sejalan dengan ditetapkannya perubahan Peraturan Bursa Nomor I-A tentang Pencatatan Saham dan Surat Edaran (SE) BEI nomor SE-00004/BEI/03-2026. Langkah ini diambil sebagai bagian dari percepatan reformasi pasar modal Indonesia untuk meningkatkan kualitas emiten dan perlindungan investor.

Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, menjelaskan bahwa bursa juga mengubah persyaratan free float untuk pencatatan awal (Initial Public Offering/IPO) dengan sistem tiering berbasis kapitalisasi pasar, yakni sebesar 15 persen, 20 persen, dan 25 persen.

BEI memberikan masa transisi bertahap bagi emiten untuk memenuhi ketentuan ini, yang kategorinya ditentukan berdasarkan nilai kapitalisasi saham per 31 Maret 2026:

Kapitalisasi di atas Rp5 Triliun: Jika saat ini di bawah 12,5%, wajib mencapai 12,5% pada 31 Maret 2027 dan 15% pada 31 Maret 2028. Jika sudah di posisi 12,5%—15%, wajib memenuhi 15% pada 31 Maret 2027.

Kapitalisasi di bawah Rp5 Triliun: Diberi kelonggaran waktu untuk memenuhi batas 15% paling lambat pada 31 Maret 2029.

“BEI akan menyampaikan surat kepada masing-masing perusahaan tercatat sebagai bentuk pemberitahuan posisi nilai kapitalisasi saham yang menjadi dasar masa transisi,” ujar Kautsar dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (31/3/2026).

Selain aspek free float, aturan baru ini juga memperketat implementasi Good Corporate Governance (GCG). BEI kini mewajibkan penyusun laporan keuangan emiten memiliki sertifikasi khusus atau menunjuk Akuntan Publik dengan kriteria tertentu.

Direksi, Komisaris, hingga Komite Audit juga didorong untuk mengikuti pendidikan berkelanjutan terkait pasar modal secara rutin guna memastikan pemahaman tata kelola perusahaan tetap mutakhir.

Analisis Redaksi Asatunews Intelijen: Langkah Strategis

Keputusan BEI menaikkan standar free float menjadi 15% merupakan langkah strategis untuk mengatasi masalah rendahnya likuiditas saham di pasar sekunder Indonesia. Selama ini, banyak emiten besar yang saham publiknya sangat terbatas, sehingga pergerakan harganya mudah dimanipulasi atau tidak mencerminkan nilai wajar akibat transaksi yang sepi.

Dengan mewajibkan emiten berkapitalisasi di atas Rp5 triliun untuk segera memenuhi ambang batas ini pada 2027—2028, bursa secara tidak langsung memaksa pemilik modal besar untuk melakukan “divestasi” ke publik. Hal ini akan meningkatkan volume perdagangan harian dan daya tarik pasar modal Indonesia di mata investor institusi global. Pengetatan kualifikasi penyusun laporan keuangan juga menjadi sinyal kuat bahwa BEI ingin meminimalisir skandal manipulasi laporan keuangan yang sempat merusak kepercayaan pasar beberapa waktu lalu. ****

 

Endang Suherman
Endang Suhermanhttps://asatunews.biz.id
Pusat komando informasi Asatunews.biz.id. Dari fluktuasi Bitcoin di pasar London hingga taktik strategi di Premier League, kami menyaring ribuan informasi global untuk menyajikannya secara ringkas, akurat, dan berintegritas. Berpatokan pada prinsip 'Resilience Over Returns', kami memastikan informasi yang Anda terima adalah amunisi terbaik untuk navigasi di era ketidakpastian.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERKINI

Sentimen Geopolitik Memanas dan Efek Inflasi AS, Rupiah Ambles ke Level Rp 17.668 per Dolar AS

Nilai tukar rupiah ditutup melemah di level Rp 17.668 per dolar AS (18/5/2026). Pengamat sebut dipicu oleh risiko inflasi energi AS dan eskalasi geopolitik global. Tekanan...

Cetak Rekor Baru Tembus 81.511 Dolar AS, Reli Bitcoin Dipicu Efek ‘CLARITY Act’ dan Short Squeeze Masif

Harga Bitcoin tembus rekor 81.511 dolar AS dipicu sentimen positif RUU CLARITY Act di Senat AS dan fenomena short squeeze masif senilai 71 juta dolar...

Krisis Timur Tengah Mulai Hantam Ekonomi Riil Korea Selatan, Indeks KOSPI Longsor 6 Persen

Menkeu Korsel Koo Yun-cheol sebut Krisis Timur Tengah mulai hantam ekonomi riil. Indeks saham KOSPI anjlok 6% dipicu inflasi dan aksi jual masif. Dampak rembetan dari...

Strategi Efisiensi Global, Starbucks Umumkan PHK 300 Karyawan Sektor Pendukung di AS

Di bawah strategi "Back to Starbucks", Starbucks umumkan PHK terhadap 300 karyawan sektor pendukung di AS dan berencana efisiensi operasional internasional. Raksasa jaringan kedai kopi global,...

Popular

BAMSOETNEWS.COM

Referensi Utama

NAVIGASI
POLITIK &
HUKUM

Menyajikan berita aktual, tajam, dan terpercaya langsung dari jantung kebijakan nasional.

Dinamika Parlemen
Analisis Hukum & Peradilan
Update Ekonomi Nasional
Straight News • Faktual • Objektif