🔥 CRYPTO UPDATE: 🚀 BITCOIN (BTC): $92.450 (+1,52%) 💎 ETHEREUM (ETH): $3.850 (+0,85%) 🔸 BINANCE (BNB): $615,20 (-0,12%) ☀️ SOLANA (SOL): $185,45 (+2,10%) 💰 BTC/IDR: Rp 1,45 Miliar 📊 SENTIMEN: Extreme Greed (78)
MARKET WATCH
USD/IDR 17.150 (-0.45%) EUR/IDR 18.620 (-0.12%) OIL BRENT US$120.40 (+3.20%) GOLD US$4.185 (-1.15%) IHSG 7.120 (-0.85%) NASDAQ 18.420 (+0.55%) BITCOIN US$92.100 (+2.10%)
USD/IDR 17.150 (-0.45%) EUR/IDR 18.620 (-0.12%) OIL BRENT US$120.40 (+3.20%) GOLD US$4.185 (-1.15%) IHSG 7.120 (-0.85%) NASDAQ 18.420 (+0.55%) BITCOIN US$92.100 (+2.10%)
BerandaPASAR MODALSahamBursa Wall Street dan Eropa Rontok Sepekan: Harga Minyak Brent Tembus US$114...

Bursa Wall Street dan Eropa Rontok Sepekan: Harga Minyak Brent Tembus US$114 per Barel di Tengah Tensi AS-Iran

-

Wall Street rontok sepekan seiring harga minyak Brent tembus US$114 per barel akibat tensi AS-Iran. Dow Jones turun 1,73% & Nasdaq anjlok 2,15%.

NEW YORK, ASATUNEWS.BIZ.ID – Pasar saham Amerika Serikat, Wall Street, menutup pekan perdagangan dengan koreksi tajam. Pelemahan ini dipicu oleh kecemasan mendalam investor terhadap konflik di Timur Tengah yang diprediksi akan berlangsung lama, serta lonjakan inflasi yang menghantui ekonomi Negeri Paman Sam.

Dikutip dari Anadolu Agency, indeks Dow Jones Industrial Average ambruk 1,73% atau jatuh 793,47 poin ke level 45.166,64. Pelemahan serupa terjadi pada Nasdaq Composite yang anjlok 2,15% ke posisi 20.948,36, sementara S&P 500 merosot 1,67% ke level 6.368,85.

Meskipun Presiden AS Donald Trump menyatakan telah menunda keputusan untuk menargetkan pembangkit listrik Iran hingga 6 April mendatang, pasar tetap dalam kondisi waspada. Sentimen ini diperparah oleh pernyataan Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, yang menyebut operasi militer terhadap Iran diperkirakan akan berakhir dalam hitungan “minggu, bukan bulan.”

Di sisi lain, Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, memperingatkan melalui akun media sosialnya bahwa banyak “berita palsu” yang sengaja disebarkan untuk menurunkan harga energi. Menurutnya, pasar kini telah kebal dan harga asli minyak akan segera muncul ke permukaan.

Kekhawatiran akan gangguan di Selat Hormuz terus mengerek harga energi. Harga minyak mentah jenis Brent melonjak lebih dari 5,5% hingga menyentuh level US$114 per barel.

Data makroekonomi AS turut memperkeruh suasana. Indeks sentimen konsumen Universitas Michigan untuk bulan Maret merosot ke level 53,3, angka terendah sepanjang tahun ini. Selain itu, ekspektasi inflasi jangka pendek konsumen naik tajam dari 3,4% menjadi 3,8%, kenaikan bulanan terbesar sejak April 2025.

Kondisi ini memicu tekanan jual di pasar obligasi, di mana imbal hasil (yield) US Treasury tenor 10 tahun sempat melampaui 4,48% sebelum menetap di 4,43%.

Sentimen negatif dari New York menjalar hingga ke Benua Biru. Indeks pan-Eropa, Stoxx Europe 600, kehilangan 0,95%. Bursa Jerman (DAX) turun 1,38%, Prancis (CAC 40) jatuh 0,87%, dan Italia (FTSE MIB) merosot 0,74%. Sementara bursa Inggris (FTSE 100) hanya terkoreksi tipis 0,05%.

Analisis Redaksi Asatunews.biz.id

Kombinasi meroketnya harga minyak ke US$114 per barel dan anjloknya sentimen konsumen ke level terendah tahun ini menciptakan skenario Stagflasi yang nyata bagi Amerika Serikat. Keputusan Presiden Trump menunda serangan hingga 6 April memberikan jeda waktu diplomasi, namun pasar melihatnya sebagai “bom waktu” yang terus berdetak.

Bagi Indonesia, kenaikan Brent hingga US$114 akan memberikan tekanan berat pada nilai tukar Rupiah dan beban subsidi APBN, mengingat asumsi harga minyak jauh di bawah level saat ini. Investor cenderung melakukan rotasi modal besar-besaran keluar dari pasar saham menuju aset safe haven seperti emas atau dolar tunai hingga terdapat kejelasan negosiasi antara Teheran dan Washington pasca-tenggat 6 April mendatang. *****

Endang Suherman
Endang Suhermanhttps://asatunews.biz.id
Pusat komando informasi Asatunews.biz.id. Dari fluktuasi Bitcoin di pasar London kami menyaring ribuan informasi global untuk menyajikannya secara ringkas, akurat, dan berintegritas. Berpatokan pada prinsip 'Resilience Over Returns', kami memastikan informasi yang Anda terima adalah amunisi terbaik untuk navigasi di era ketidakpastian.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERKINI

Survei BI: Kredit Baru Diprakirakan Naik pada Triwulan IV 2026, SBT Capai 91,31%

Survei Perbankan BI memproyeksikan penyaluran kredit baru naik pada triwulan IV 2026 dengan SBT 91,31%. Pertumbuhan kredit tahunan diperkirakan 8,20%. Bank Indonesia (BI) memproyeksikan penyaluran kredit...

Pasar Global Tertekan, Kekhawatiran Investasi AI dan Konflik Timur Tengah Bayangi Laporan Laba Teknologi

Pasar saham global tertekan pada 22 Oktober 2026. Kekhawatiran pendanaan AI, pelemahan saham teknologi, dan kenaikan minyak di tengah ketegangan Timur Tengah membayangi laporan laba...

Harga Minyak Dunia Melonjak 3%, Serangan ke Ladang Minyak Saudi Picu Kekhawatiran Pasokan

Harga minyak Brent menembus US$112 per barel setelah serangan di Arab Saudi meningkatkan kekhawatiran gangguan pasokan dan eskalasi konflik Timur Tengah. Harga minyak mentah dunia melonjak...

Emas Dunia Turun di Bawah US$4.100, Harga Perak Ikut Tertekan Lonjakan Minyak

Harga emas dunia turun di bawah US$4.100 per ounce pada 22 Oktober 2026. Lonjakan minyak memicu kekhawatiran inflasi dan ekspektasi suku bunga tinggi. Pasar logam mulia...

Popular

BAMSOETNEWS.COM

Referensi Utama

NAVIGASI
POLITIK &
HUKUM

Menyajikan berita aktual, tajam, dan terpercaya langsung dari jantung kebijakan nasional.

✔ Dinamika Parlemen
✔ Analisis Hukum & Peradilan
✔ Update Ekonomi Nasional
Straight News • Faktual • Objektif