MARKET INTELLIGENCE 3 MAY 2026

WALL STREET CETAK REKOR TERTINGGI, KINERJA EMITEN LAMPAUI KEKHAWATIRAN GEOPOLITIK

Indeks saham Amerika Serikat menembus level tertinggi sepanjang masa, didorong laporan keuangan korporasi yang solid. Optimisme pasar mengalahkan kekhawatiran konflik Timur Tengah, mencerminkan ketahanan investor terhadap tekanan global.

TREND ALL-TIME HIGH
DRIVER EARNINGS BEAT
RISK GEOPOLITICAL
🔥 CRYPTO UPDATE: 🚀 BITCOIN (BTC): $92.450 (+1,52%) 💎 ETHEREUM (ETH): $3.850 (+0,85%) 🔸 BINANCE (BNB): $615,20 (-0,12%) ☀️ SOLANA (SOL): $185,45 (+2,10%) 💰 BTC/IDR: Rp 1,45 Miliar 📊 SENTIMEN: Extreme Greed (78)
MARKET INTELLIGENCE 3 MAY 2026

WALL STREET CETAK REKOR TERTINGGI, KINERJA EMITEN LAMPAUI KEKHAWATIRAN GEOPOLITIK

Indeks saham Amerika Serikat menembus level tertinggi sepanjang masa, didorong laporan keuangan korporasi yang solid. Optimisme pasar mengalahkan kekhawatiran konflik Timur Tengah, mencerminkan ketahanan investor terhadap tekanan global.

TREND ALL-TIME HIGH
DRIVER EARNINGS BEAT
RISK GEOPOLITICAL
MARKET WATCH
USD/IDR 17.150 (-0.45%) EUR/IDR 18.620 (-0.12%) OIL BRENT US$120.40 (+3.20%) GOLD US$4.185 (-1.15%) IHSG 7.120 (-0.85%) NASDAQ 18.420 (+0.55%) BITCOIN US$92.100 (+2.10%)
USD/IDR 17.150 (-0.45%) EUR/IDR 18.620 (-0.12%) OIL BRENT US$120.40 (+3.20%) GOLD US$4.185 (-1.15%) IHSG 7.120 (-0.85%) NASDAQ 18.420 (+0.55%) BITCOIN US$92.100 (+2.10%)
BerandaKOMODITASValasRupiah Tangguh di Level Rp16.904: Menguat Tipis Saat Mayoritas Mata Uang Asia...

Rupiah Tangguh di Level Rp16.904: Menguat Tipis Saat Mayoritas Mata Uang Asia Terkapar Lawan Dolar AS

-

Kurs rupiah hari ini Kamis (26/3/2026) ditutup menguat ke Rp16.904 per dolar AS. Simak analisis sentimen geopolitik Iran-AS dan kebijakan BBM subsidi di sini.

JAKARTA, ASATUNEWS.BIZ.ID – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menunjukkan resiliensi luar biasa pada penutupan perdagangan Kamis (26/3/2026). Di saat mayoritas mata uang negara-negara Asia terjungkal, rupiah justru berhasil parkir di zona hijau dengan penguatan tipis.

Mengutip data Bloomberg, mata uang Garuda ditutup menguat 7 basis poin atau 0,04% ke posisi Rp16.904 per dolar AS. Pergerakan positif ini terjadi di tengah indeks dolar AS (greenback) yang sebenarnya sedang perkasa, menguat 0,09% ke posisi 99,70.

Ketangguhan rupiah berbanding terbalik dengan performa mata uang regional lainnya yang kompak melemah terhadap dolar AS. Ringgit Malaysia tercatat anjlok paling dalam sebesar 0,74%, diikuti Baht Thailand (0,31%), Won Korea (0,26%), dan Peso Filipina (0,25%). Bahkan, mata uang utama seperti Yen Jepang dan Yuan China pun tak kuasa menahan gempuran dolar dengan pelemahan masing-masing 0,04% dan 0,03%.

Analis Traze Andalan Futures, Ibrahim Assaibi, menjelaskan bahwa penguatan dolar AS secara global didorong oleh harapan de-eskalasi konflik antara Iran dan AS. Iran dikabarkan mulai mempertimbangkan proposal perdamaian, meski kesepakatan resmi belum tercapai.

“Ketidakpastian masih tinggi karena belum ada negosiasi langsung. Kondisi ini membuat pasar minyak sangat fluktuatif, apalagi Selat Hormuz sebagai jalur vital pasokan global tetap berisiko tinggi,” ujar Ibrahim, Kamis (26/3/2026).

Dari dalam negeri, sentimen positif datang dari kebijakan pemerintah yang menegaskan belum ada rencana kenaikan harga BBM subsidi. Pemerintah menilai APBN masih cukup kuat menahan beban kenaikan harga minyak dunia. Dengan harga ICP di kisaran US$74 per barel, kondisi fiskal dianggap masih dalam batas aman meskipun harga minyak sempat menyentuh US$119 per barel.

Untuk perdagangan Jumat (27/3/2026), rupiah diprediksi akan bergerak fluktuatif dengan potensi pelemahan terbatas di kisaran Rp16.900 hingga Rp16.940 per dolar AS.

Sumber: Bisnis.com

Endang Suherman
Endang Suhermanhttps://asatunews.biz.id
Pusat komando informasi Asatunews.biz.id. Dari fluktuasi Bitcoin di pasar London hingga taktik strategi di Premier League, kami menyaring ribuan informasi global untuk menyajikannya secara ringkas, akurat, dan berintegritas. Berpatokan pada prinsip 'Resilience Over Returns', kami memastikan informasi yang Anda terima adalah amunisi terbaik untuk navigasi di era ketidakpastian.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERKINI

IHSG Anjlok 1,98 Persen ke Level 6.723 Akibat Rebalancing Indeks MSCI Mei 2026

IHSG Rabu (13/5/2026) anjlok 1,98% ke level 6.723 akibat rebalancing indeks MSCI Mei 2026. Simak analisis Phintraco Sekuritas dan respon OJK. JAKARTA, ASATUNEWS.BIZ.ID – Indeks Harga...

Rupiah Dibuka Stagnan di Rp17.337: Proyek Kebebasan Trump di Selat Hormuz Jadi Sentimen Positif

Nilai tukar rupiah dibuka stagnan di Rp17.337 per dolar AS pada Senin (4/5/2026). Pasar pantau dampak Proyek Kebebasan Trump di Selat Hormuz dan data inflasi...

Harga Emas Antam Senin 4 Mei 2026: Turun Tipis ke Rp2.795.000 per Gram

Harga emas Antam hari ini, Senin 4 Mei 2026, turun Rp1.000 menjadi Rp2.795.000 per gram. Simak daftar lengkap harga emas batangan dan rincian pajaknya. JAKARTA, ASATUNEWS.BIZ.ID –...

Dobrakan RWA: KuCoin Web3 Wallet Integrasikan Saham AS Lewat Ondo Global Markets

KuCoin Web3 Wallet integrasikan Ondo Global Markets, memungkinkan pengguna trading saham AS (Apple, Tesla, Nvidia) via token digital secara self-custodial. PROVIDENCIALES, ASATUNEWS.BIZ.ID – KuCoin Web3 resmi...

Popular

BAMSOETNEWS.COM

Referensi Utama

NAVIGASI
POLITIK &
HUKUM

Menyajikan berita aktual, tajam, dan terpercaya langsung dari jantung kebijakan nasional.

Dinamika Parlemen
Analisis Hukum & Peradilan
Update Ekonomi Nasional
Straight News • Faktual • Objektif