🔥 CRYPTO UPDATE: 🚀 BITCOIN (BTC): $92.450 (+1,52%) 💎 ETHEREUM (ETH): $3.850 (+0,85%) 🔸 BINANCE (BNB): $615,20 (-0,12%) ☀️ SOLANA (SOL): $185,45 (+2,10%) 💰 BTC/IDR: Rp 1,45 Miliar 📊 SENTIMEN: Extreme Greed (78)
MARKET WATCH
USD/IDR 17.150 (-0.45%) EUR/IDR 18.620 (-0.12%) OIL BRENT US$120.40 (+3.20%) GOLD US$4.185 (-1.15%) IHSG 7.120 (-0.85%) NASDAQ 18.420 (+0.55%) BITCOIN US$92.100 (+2.10%)
USD/IDR 17.150 (-0.45%) EUR/IDR 18.620 (-0.12%) OIL BRENT US$120.40 (+3.20%) GOLD US$4.185 (-1.15%) IHSG 7.120 (-0.85%) NASDAQ 18.420 (+0.55%) BITCOIN US$92.100 (+2.10%)
BerandaKOMODITASValasRupiah Tangguh di Level Rp16.904: Menguat Tipis Saat Mayoritas Mata Uang Asia...

Rupiah Tangguh di Level Rp16.904: Menguat Tipis Saat Mayoritas Mata Uang Asia Terkapar Lawan Dolar AS

-

Kurs rupiah hari ini Kamis (26/3/2026) ditutup menguat ke Rp16.904 per dolar AS. Simak analisis sentimen geopolitik Iran-AS dan kebijakan BBM subsidi di sini.

JAKARTA, ASATUNEWS.BIZ.ID – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menunjukkan resiliensi luar biasa pada penutupan perdagangan Kamis (26/3/2026). Di saat mayoritas mata uang negara-negara Asia terjungkal, rupiah justru berhasil parkir di zona hijau dengan penguatan tipis.

Mengutip data Bloomberg, mata uang Garuda ditutup menguat 7 basis poin atau 0,04% ke posisi Rp16.904 per dolar AS. Pergerakan positif ini terjadi di tengah indeks dolar AS (greenback) yang sebenarnya sedang perkasa, menguat 0,09% ke posisi 99,70.

Ketangguhan rupiah berbanding terbalik dengan performa mata uang regional lainnya yang kompak melemah terhadap dolar AS. Ringgit Malaysia tercatat anjlok paling dalam sebesar 0,74%, diikuti Baht Thailand (0,31%), Won Korea (0,26%), dan Peso Filipina (0,25%). Bahkan, mata uang utama seperti Yen Jepang dan Yuan China pun tak kuasa menahan gempuran dolar dengan pelemahan masing-masing 0,04% dan 0,03%.

Analis Traze Andalan Futures, Ibrahim Assaibi, menjelaskan bahwa penguatan dolar AS secara global didorong oleh harapan de-eskalasi konflik antara Iran dan AS. Iran dikabarkan mulai mempertimbangkan proposal perdamaian, meski kesepakatan resmi belum tercapai.

“Ketidakpastian masih tinggi karena belum ada negosiasi langsung. Kondisi ini membuat pasar minyak sangat fluktuatif, apalagi Selat Hormuz sebagai jalur vital pasokan global tetap berisiko tinggi,” ujar Ibrahim, Kamis (26/3/2026).

Dari dalam negeri, sentimen positif datang dari kebijakan pemerintah yang menegaskan belum ada rencana kenaikan harga BBM subsidi. Pemerintah menilai APBN masih cukup kuat menahan beban kenaikan harga minyak dunia. Dengan harga ICP di kisaran US$74 per barel, kondisi fiskal dianggap masih dalam batas aman meskipun harga minyak sempat menyentuh US$119 per barel.

Untuk perdagangan Jumat (27/3/2026), rupiah diprediksi akan bergerak fluktuatif dengan potensi pelemahan terbatas di kisaran Rp16.900 hingga Rp16.940 per dolar AS.

Sumber: Bisnis.com

Endang Suherman
Endang Suhermanhttps://asatunews.biz.id
Pusat komando informasi Asatunews.biz.id. Dari fluktuasi Bitcoin di pasar London kami menyaring ribuan informasi global untuk menyajikannya secara ringkas, akurat, dan berintegritas. Berpatokan pada prinsip 'Resilience Over Returns', kami memastikan informasi yang Anda terima adalah amunisi terbaik untuk navigasi di era ketidakpastian.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERKINI

Survei BI: Kredit Baru Diprakirakan Naik pada Triwulan IV 2026, SBT Capai 91,31%

Survei Perbankan BI memproyeksikan penyaluran kredit baru naik pada triwulan IV 2026 dengan SBT 91,31%. Pertumbuhan kredit tahunan diperkirakan 8,20%. Bank Indonesia (BI) memproyeksikan penyaluran kredit...

Pasar Global Tertekan, Kekhawatiran Investasi AI dan Konflik Timur Tengah Bayangi Laporan Laba Teknologi

Pasar saham global tertekan pada 22 Oktober 2026. Kekhawatiran pendanaan AI, pelemahan saham teknologi, dan kenaikan minyak di tengah ketegangan Timur Tengah membayangi laporan laba...

Harga Minyak Dunia Melonjak 3%, Serangan ke Ladang Minyak Saudi Picu Kekhawatiran Pasokan

Harga minyak Brent menembus US$112 per barel setelah serangan di Arab Saudi meningkatkan kekhawatiran gangguan pasokan dan eskalasi konflik Timur Tengah. Harga minyak mentah dunia melonjak...

Emas Dunia Turun di Bawah US$4.100, Harga Perak Ikut Tertekan Lonjakan Minyak

Harga emas dunia turun di bawah US$4.100 per ounce pada 22 Oktober 2026. Lonjakan minyak memicu kekhawatiran inflasi dan ekspektasi suku bunga tinggi. Pasar logam mulia...

Popular

BAMSOETNEWS.COM

Referensi Utama

NAVIGASI
POLITIK &
HUKUM

Menyajikan berita aktual, tajam, dan terpercaya langsung dari jantung kebijakan nasional.

✔ Dinamika Parlemen
✔ Analisis Hukum & Peradilan
✔ Update Ekonomi Nasional
Straight News • Faktual • Objektif