Rupiah menguat ke level Rp16.965/US$ pagi ini (17/3/2026). Pasar menanti pengumuman BI Rate yang diprediksi tetap di level 4,75% di tengah tensi geopolitik.
JAKARTA, ASATUNEWS.BIZ.ID – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat pada perdagangan Selasa pagi (17/3/2026). Pergerakan positif ini terjadi di tengah sikap hati-hati para pelaku pasar yang menantikan pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) terkait suku bunga acuan.
Berdasarkan data Refinitiv, rupiah mengawali perdagangan di zona hijau dengan penguatan 0,12% ke level Rp16.965/US$. Posisi ini membaik dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang sempat melemah ke level Rp16.985/US$.
Di sisi lain, indeks dolar AS (DXY) terpantau merangkak naik ke posisi 99,921 pada pukul 09.00 WIB. Meskipun DXY menguat tipis pagi ini, rupiah masih mendapatkan ruang gerak berkat pelemahan indeks dolar yang cukup tajam pada penutupan perdagangan kemarin.
Fokus utama investor hari ini tertuju pada rilis kebijakan moneter Bank Indonesia siang nanti. Konsensus yang dihimpun dari 13 lembaga dan institusi menunjukkan proyeksi yang seragam; BI diyakini akan mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di level 4,75%.
Kepala Ekonom Bank Maybank Indonesia, Juniman, menilai bahwa langkah menahan suku bunga merupakan pilihan paling rasional saat ini untuk menjaga stabilitas nilai tukar. “Kami memperkirakan BI akan mempertahankan suku bunga di level 4,75% akibat tekanan yang masih berlanjut terhadap rupiah dari ketidakpastian pasar global dan tensi geopolitik Iran-Israel serta AS,” jelas Juniman.
Selain Bank Indonesia, pekan ini menjadi momentum krusial bagi pasar keuangan global karena setidaknya terdapat delapan bank sentral utama dunia yang akan menggelar rapat kebijakan, termasuk The Federal Reserve (The Fed), ECB, dan Bank of Japan (BoJ).
Investor kini mencermati bagaimana para pembuat kebijakan merespons lonjakan harga minyak dunia akibat konflik di Timur Tengah. Dampak kenaikan harga energi terhadap inflasi dan pertumbuhan ekonomi global menjadi variabel utama yang menentukan arah kebijakan moneter ke depan.
Untuk sementara, rupiah berhasil memanfaatkan momentum pelemahan dolar AS kemarin untuk melakukan rebound teknis, sambil menunggu kepastian kebijakan dari Bank Indonesia siang nanti.
Sumber: CNBC Indonesia
