🔥 CRYPTO UPDATE: 🚀 BITCOIN (BTC): $92.450 (+1,52%) 💎 ETHEREUM (ETH): $3.850 (+0,85%) 🔸 BINANCE (BNB): $615,20 (-0,12%) ☀️ SOLANA (SOL): $185,45 (+2,10%) 💰 BTC/IDR: Rp 1,45 Miliar 📊 SENTIMEN: Extreme Greed (78)
MARKET WATCH
USD/IDR 17.150 (-0.45%) EUR/IDR 18.620 (-0.12%) OIL BRENT US$120.40 (+3.20%) GOLD US$4.185 (-1.15%) IHSG 7.120 (-0.85%) NASDAQ 18.420 (+0.55%) BITCOIN US$92.100 (+2.10%)
USD/IDR 17.150 (-0.45%) EUR/IDR 18.620 (-0.12%) OIL BRENT US$120.40 (+3.20%) GOLD US$4.185 (-1.15%) IHSG 7.120 (-0.85%) NASDAQ 18.420 (+0.55%) BITCOIN US$92.100 (+2.10%)
BerandaCRYPTOBitcoinBitcoin Dekati Fase Akhir Koreksi: Analis Sebut Zona Akumulasi Ideal Berada di...

Bitcoin Dekati Fase Akhir Koreksi: Analis Sebut Zona Akumulasi Ideal Berada di Level US$45.000 – US$60.000

-

Analis Blockforce Capital sebut Bitcoin masuki fase akhir penurunan. Simak zona akumulasi ideal antara US$45.000 hingga US$60.000 dan data MVRV Z-Score terbaru.

NEWYORK, ASATUNEWS.BIZ.ID – Setelah kehilangan hampir separuh nilainya sejak Oktober lalu, Bitcoin (BTC) kini diperkirakan tengah memasuki fase akhir dari tren penurunan (downturn). Sejumlah indikator historis menunjukkan bahwa aset kripto terbesar ini sedang mendekati zona “dasar” (bottoming zone) yang berpotensi memicu pembalikan arah.

Brett Munster, pengelola dana dari Blockforce Capital, mengungkapkan bahwa meskipun harga Bitcoin sempat menyentuh angka US$73.800 baru-baru ini, data on-chain menunjukkan adanya peluang asimetris bagi investor jangka panjang. Menurut pengamatannya terhadap empat metrik utama, Bitcoin kini berada dalam wilayah yang sangat mendekati titik terendahnya.

Salah satu indikator yang paling disorot adalah MVRV Z-Score, yang mengukur apakah Bitcoin diperdagangkan di atas atau di bawah biaya dasar on-chain. Saat ini, skor tersebut berada di angka 0,38—di bawah ambang batas 0,4 yang secara historis menandakan bahwa aset sedang dalam kondisi undervalued (murah).

“Mayoritas penurunan tampaknya sudah berada di belakang kita, dan asimetri kini mulai bergeser ke arah atas,” ujar Munster dalam laporannya. Ia memprediksi potensi titik balik pasar bisa terjadi sekitar pertengahan tahun 2026.

Meskipun indikator pertama sudah menyala, tiga metrik lainnya masih berada sedikit di bawah harga pasar saat ini:

  1. Realized Price: Rata-rata harga pergerakan terakhir di rantai blok berada di kisaran US$54.000.

  2. 200-Week Moving Average: Level support historis yang kuat saat ini berada di sekitar US$58.000.

  3. Pola Drawdown: Berdasarkan siklus sebelumnya, Munster memperkirakan titik dasar probabilitas tinggi berada di antara US$45.000 hingga US$60.000.

Meski harga saat ini masih berada di atas zona tersebut, Munster menyarankan investor untuk melakukan akumulasi secara bertahap (scale in) daripada menunggu titik terbawah yang sempurna. Ia merujuk pada pengalaman pasar bearish sebelumnya, di mana selisih harga beli di titik rendah tidak akan signifikan bagi pemegang aset jangka panjang.

Optimisme ini didukung oleh data Bloomberg yang menunjukkan aliran dana masuk kembali ke ETF Bitcoin spot di AS. Dalam sebulan terakhir, lebih dari US$1,6 miliar telah masuk ke dana kelolaan seperti IBIT milik BlackRock dan HODL milik VanEck.

“Begitu tekanan jual memudar, aliran masuk dana yang moderat sekalipun akan mampu menggerakkan pasar dengan signifikan,” tambah Munster. Bitcoin sendiri tercatat sempat anjlok dari puncaknya di atas US$126.000 pada awal Oktober lalu akibat kepanikan pasar retail.

PANDUAN INVESTASI: Cara Menggunakan Strategi DCA di Zona Akumulasi Bitcoin US$45.000 – US$60.000

Menanggapi laporan terbaru mengenai Bitcoin yang mulai memasuki fase bottoming (titik terendah), investor cerdas kini mulai melirik strategi Dollar Cost Averaging (DCA). Mengapa? Karena mencoba menebak angka terendah secara presisi hampir mustahil dilakukan, bahkan oleh institusi besar sekalipun.

Berikut adalah langkah-langkah praktis melakukan DCA secara profesional:

1. Tentukan “Amunisi” Bulanan

Jangan gunakan uang panas. Tentukan jumlah tetap yang sanggup Anda investasikan setiap minggu atau setiap bulan (misalnya Rp1.000.000/bulan). Strategi ini menghilangkan faktor emosional saat harga sedang bergejolak.

2. Bagi Pembelian di Zona Probabilitas

Berdasarkan metrik Blockforce Capital, zona beli ideal berada di US$45.000 hingga US$60.000.

  • Jika harga di atas US$70.000: Tetap beli dalam jumlah kecil.

  • Jika harga masuk ke US$55.000: Tambah porsi pembelian (misal 2x lipat dari biasanya).

  • Jika menyentuh US$45.000: Ini adalah area akumulasi maksimal.

3. Disiplin Tanpa Peduli Berita Buruk

Tujuan DCA adalah menurunkan Average Price (harga rata-rata) pembelian Anda. Saat pasar dipenuhi ketakutan (FUD), itulah saat terbaik di mana setiap Rupiah Anda mendapatkan lebih banyak satuan Bitcoin.

4. Gunakan Fitur Auto-Invest

Banyak bursa kripto (Exchange) kini menyediakan fitur Auto-Buy. Ini sangat disarankan agar investasi Anda berjalan otomatis tanpa perlu Anda pantau setiap hari, menjaga psikologi Anda tetap stabil.

Sumber: BLOOMBERG

 

Endang Suherman
Endang Suhermanhttps://asatunews.biz.id
Pusat komando informasi Asatunews.biz.id. Dari fluktuasi Bitcoin di pasar London hingga taktik strategi di Premier League, kami menyaring ribuan informasi global untuk menyajikannya secara ringkas, akurat, dan berintegritas. Berpatokan pada prinsip 'Resilience Over Returns', kami memastikan informasi yang Anda terima adalah amunisi terbaik untuk navigasi di era ketidakpastian.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERKINI

Sentimen Geopolitik Memanas dan Efek Inflasi AS, Rupiah Ambles ke Level Rp 17.668 per Dolar AS

Nilai tukar rupiah ditutup melemah di level Rp 17.668 per dolar AS (18/5/2026). Pengamat sebut dipicu oleh risiko inflasi energi AS dan eskalasi geopolitik global. Tekanan...

Cetak Rekor Baru Tembus 81.511 Dolar AS, Reli Bitcoin Dipicu Efek ‘CLARITY Act’ dan Short Squeeze Masif

Harga Bitcoin tembus rekor 81.511 dolar AS dipicu sentimen positif RUU CLARITY Act di Senat AS dan fenomena short squeeze masif senilai 71 juta dolar...

Krisis Timur Tengah Mulai Hantam Ekonomi Riil Korea Selatan, Indeks KOSPI Longsor 6 Persen

Menkeu Korsel Koo Yun-cheol sebut Krisis Timur Tengah mulai hantam ekonomi riil. Indeks saham KOSPI anjlok 6% dipicu inflasi dan aksi jual masif. Dampak rembetan dari...

Strategi Efisiensi Global, Starbucks Umumkan PHK 300 Karyawan Sektor Pendukung di AS

Di bawah strategi "Back to Starbucks", Starbucks umumkan PHK terhadap 300 karyawan sektor pendukung di AS dan berencana efisiensi operasional internasional. Raksasa jaringan kedai kopi global,...

Popular

BAMSOETNEWS.COM

Referensi Utama

NAVIGASI
POLITIK &
HUKUM

Menyajikan berita aktual, tajam, dan terpercaya langsung dari jantung kebijakan nasional.

Dinamika Parlemen
Analisis Hukum & Peradilan
Update Ekonomi Nasional
Straight News • Faktual • Objektif