🔥 CRYPTO UPDATE: 🚀 BITCOIN (BTC): $92.450 (+1,52%) 💎 ETHEREUM (ETH): $3.850 (+0,85%) 🔸 BINANCE (BNB): $615,20 (-0,12%) ☀️ SOLANA (SOL): $185,45 (+2,10%) 💰 BTC/IDR: Rp 1,45 Miliar 📊 SENTIMEN: Extreme Greed (78)
MARKET WATCH
USD/IDR 17.150 (-0.45%) EUR/IDR 18.620 (-0.12%) OIL BRENT US$120.40 (+3.20%) GOLD US$4.185 (-1.15%) IHSG 7.120 (-0.85%) NASDAQ 18.420 (+0.55%) BITCOIN US$92.100 (+2.10%)
USD/IDR 17.150 (-0.45%) EUR/IDR 18.620 (-0.12%) OIL BRENT US$120.40 (+3.20%) GOLD US$4.185 (-1.15%) IHSG 7.120 (-0.85%) NASDAQ 18.420 (+0.55%) BITCOIN US$92.100 (+2.10%)
BerandaBISNISMakroMoody’s Peringatkan Resesi AS Sulit Dihindari Jika Harga Minyak Tetap Tinggi Akibat...

Moody’s Peringatkan Resesi AS Sulit Dihindari Jika Harga Minyak Tetap Tinggi Akibat Penutupan Selat Hormuz

-

Moody’s sebut resesi AS sulit dihindari jika harga minyak tetap tinggi akibat penutupan Selat Hormuz. Simak analisis Mark Zandi mengenai ancaman inflasi dan PDB AS.

NEW YORK, ASATUNEWS.BIZ.ID – Kepala Ekonom Moody’s, Mark Zandi, memberikan peringatan keras bahwa prospek ekonomi Amerika Serikat (AS) akan terus memburuk selama Selat Hormuz masih tertutup bagi lalu lintas tanker minyak. Menurutnya, jika situasi ini tidak berubah dalam beberapa minggu ke depan, resesi ekonomi di negara adidaya tersebut menjadi sulit untuk dihindari.

Zandi mengungkapkan bahwa sebelum konflik Iran pecah, indikator berbasis machine learning milik Moody’s sudah mencatat probabilitas resesi sebesar 49% dalam 12 bulan ke depan. Dengan eskalasi terbaru, ia memperkirakan probabilitas tersebut akan melonjak melampaui angka 50% pada pembacaan berikutnya.

Ekonomi AS sejatinya sudah menunjukkan tanda-tanda ketegangan sebelum serangan AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari lalu yang memicu lonjakan harga minyak. Data resmi menunjukkan pertumbuhan PDB kuartal keempat tahun 2025 hanya berada di angka 0,7%. Pelemahan angka tenaga kerja juga menjadi kontributor utama memburuknya prospek ekonomi Negeri Paman Sam.

“Resesi sekali lagi menjadi ancaman serius,” tulis Zandi melalui unggahannya di platform X. Konflik dengan Iran disebut memperparah masalah yang ada dengan menghantam konsumen Amerika—yang sudah lelah dengan harga tinggi—lewat gelombang inflasi baru.

Zandi menunjukkan fakta historis bahwa setiap resesi di AS sejak Perang Dunia II—kecuali resesi singkat akibat pandemi COVID-19—selalu didahului oleh lonjakan harga minyak. Berbeda dengan tahun 2022 saat invasi Rusia ke Ukraina, saat ini AS tidak memiliki “bantalan” pertumbuhan ekonomi yang kuat untuk meredam guncangan biaya pinjaman yang tinggi.

Meskipun saat ini AS memproduksi minyak dan gas alam hampir sebanyak yang dikonsumsinya, Zandi menegaskan bahwa konsumen tetap akan terpukul “keras dan cepat” oleh lonjakan harga energi yang mendadak.

Menariknya, meskipun ancaman resesi nyata, pasar saham tampaknya belum sepenuhnya memperhitungkan (pricing-in) risiko tersebut. Indeks S&P 500 naik 1% pada hari Senin ke level 6.699,38, mencatat kenaikan satu hari terbesar sejak awal Februari. Dow Jones Industrial Average dan Nasdaq Composite juga terpantau menguat di tengah ketidakpastian makro tersebut.

Sumber: MarketWatch

Endang Suherman
Endang Suhermanhttps://asatunews.biz.id
Pusat komando informasi Asatunews.biz.id. Dari fluktuasi Bitcoin di pasar London kami menyaring ribuan informasi global untuk menyajikannya secara ringkas, akurat, dan berintegritas. Berpatokan pada prinsip 'Resilience Over Returns', kami memastikan informasi yang Anda terima adalah amunisi terbaik untuk navigasi di era ketidakpastian.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERKINI

Survei BI: Kredit Baru Diprakirakan Naik pada Triwulan IV 2026, SBT Capai 91,31%

Survei Perbankan BI memproyeksikan penyaluran kredit baru naik pada triwulan IV 2026 dengan SBT 91,31%. Pertumbuhan kredit tahunan diperkirakan 8,20%. Bank Indonesia (BI) memproyeksikan penyaluran kredit...

Pasar Global Tertekan, Kekhawatiran Investasi AI dan Konflik Timur Tengah Bayangi Laporan Laba Teknologi

Pasar saham global tertekan pada 22 Oktober 2026. Kekhawatiran pendanaan AI, pelemahan saham teknologi, dan kenaikan minyak di tengah ketegangan Timur Tengah membayangi laporan laba...

Harga Minyak Dunia Melonjak 3%, Serangan ke Ladang Minyak Saudi Picu Kekhawatiran Pasokan

Harga minyak Brent menembus US$112 per barel setelah serangan di Arab Saudi meningkatkan kekhawatiran gangguan pasokan dan eskalasi konflik Timur Tengah. Harga minyak mentah dunia melonjak...

Emas Dunia Turun di Bawah US$4.100, Harga Perak Ikut Tertekan Lonjakan Minyak

Harga emas dunia turun di bawah US$4.100 per ounce pada 22 Oktober 2026. Lonjakan minyak memicu kekhawatiran inflasi dan ekspektasi suku bunga tinggi. Pasar logam mulia...

Popular

BAMSOETNEWS.COM

Referensi Utama

NAVIGASI
POLITIK &
HUKUM

Menyajikan berita aktual, tajam, dan terpercaya langsung dari jantung kebijakan nasional.

✔ Dinamika Parlemen
✔ Analisis Hukum & Peradilan
✔ Update Ekonomi Nasional
Straight News • Faktual • Objektif