IHSG hari ini (16/3/2026) ditutup melemah 1,61% ke level 7.022. Simak ulasan saham AMMN, BRPT, dan sektor properti yang menjadi beban indeks hari ini.
JAKARTA, ASATUNEWS.BIZ.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mencatatkan pelemahan pada penutupan perdagangan Senin (16/3/2026). Indeks acuan nasional tersebut merosot 114,92 poin atau 1,61 persen ke posisi 7.022,28.
Data perdagangan menunjukkan dominasi zona merah dengan 542 saham mengalami penurunan harga. Sementara itu, hanya 180 saham yang berhasil menguat dan 98 saham lainnya bergerak stagnan.
Dari sebelas indeks sektoral, sembilan di antaranya jatuh ke zona merah. Sektor properti mencatat pelemahan terdalam dengan koreksi sebesar 2,28 persen. Pelemahan signifikan juga terjadi pada sektor energi yang turun 2,24 persen, serta sektor barang baku yang terkontraksi 1,82 persen.
Meski pasar secara keseluruhan tertekan, dua sektor berhasil bertahan di zona hijau. Sektor perindustrian tercatat naik tipis 0,21 persen dan sektor kesehatan menguat 0,13 persen.
Di jajaran saham unggulan indeks LQ45, sejumlah emiten raksasa terseret ke posisi top losers. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) memimpin pelemahan dengan anjlok 8,89 persen, disusul PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang turun 8,76 persen, dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang melemah 8,03 persen.
Sebaliknya, saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) justru melesat 10,28 persen sebagai top gainer LQ45. Penguatan juga diikuti oleh PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) sebesar 7,03 persen dan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) yang naik 3,63 persen.
Total volume perdagangan saham di BEI hari ini mencapai 31,65 miliar lembar saham dengan nilai transaksi total menembus Rp15,77 triliun. Pergerakan IHSG yang betah di zona merah ini menunjukkan sikap hati-hati investor terhadap kondisi pasar terkini.
Sumber: Kontan
