IHSG hari ini 2 Maret 2026 diprediksi volatil imbas perang AS-Israel dan Iran. Intip rekomendasi saham migas (MEDC, ELSA) dan emas (ANTM, MDKA) di sini.
JAKARTA, ASATUNEWS.BIZ.ID – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan pekan ini, Senin (2/3/2026), diprediksi akan bergerak volatil. Sentimen negatif membayangi pasar modal domestik menyusul pecahnya konflik militer antara Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran pada akhir pekan lalu.
Analis BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, menilai eskalasi geopolitik besar ini biasanya memicu aksi risk-off (menghindari risiko) di pasar global. Investor diperkirakan akan merespons lonjakan harga minyak dunia serta penguatan aset safe haven seperti emas dan dolar AS pada awal sesi perdagangan.
“Risiko tekanan pada awal sesi Senin memang terbuka. Namun, untuk panic selling besar-besaran kemungkinannya relatif terbatas, kecuali terjadi gangguan serius pada pasokan energi dunia,” ujar Reza, Minggu (1/3/2026).
Meski tekanan global meningkat, komposisi IHSG yang banyak ditopang oleh saham berbasis komoditas justru menjadi keuntungan. Kenaikan harga emas dan minyak mentah akibat perang diprediksi akan menjadi penahan pelemahan indeks. Saham-saham di sektor energi dan pertambangan emas berpotensi mendapat sentimen positif, mengimbangi tekanan di sektor perbankan dan konsumer.
Secara teknikal, Senior Technical Analyst Panin Sekuritas, Mayang Anggita, menyebut IHSG sedang menguji support penting di level 8.214. “Indikator Stochastic Golden Cross berada di area oversold, sehingga IHSG berpeluang rebound menuju level 8.433 hingga 8.437,” jelasnya.
Di tengah ketidakpastian ini, analis menyarankan investor untuk melakukan short term trading agar risiko lebih terukur. Mengingat potensi penguatan harga komoditas, beberapa saham sektor migas dan emas layak untuk dicermati:
- Sektor Migas: MEDC, ELSA, AKRA, PGAS, dan RAJA.
- Sektor Emas: MDKA, ANTM, PSAB, dan ARCI.
Reza memprediksi IHSG hari ini akan bergerak dengan rentang support di area 8.100–8.150. Jika level ini mampu bertahan, peluang technical rebound menuju resistance 8.350–8.400 tetap terbuka lebar. Namun, investor tetap diminta waspada jika terjadi eskalasi lanjutan yang bisa menyeret indeks ke bawah level psikologis 8.000. ****
