Pada perdagangan 27 Februari 2026, rupiah terdepresiasi hingga menyentuh Rp16.780 per dolar AS. USD sempat mencapai Rp16.788 di tengah fluktuasi pasar dunia.
JAKARTA, ASATUNEWS.BIZ.ID — Posisi rupiah tergerus oleh dolar Amerika Serikat (AS) dalam transaksi Jumat (27/2/2026). Mata uang Garuda berada di bawah tekanan seiring menguatnya dolar AS, yang kembali berada di rentang harga Rp16.700-an pada awal hari.
Menurut informasi dari Bloomberg, dolar AS menunjukkan kenaikan sebesar 0,13 persen, mencapai level Rp16.780. Posisi penutupan dolar AS sehari sebelumnya, Kamis (26/2/2026), tercatat di angka Rp16.759.
Ketika pasar dibuka hari ini, dolar AS bahkan sempat mencapai titik tertinggi di Rp16.788. Sepanjang sesi pagi, pergerakan dolar AS terekam berada di kisaran antara Rp16.775 sampai dengan Rp16.788.
Meskipun menguat terhadap rupiah, dolar AS tampak mengalami penurunan nilai terhadap mayoritas mata uang global lainnya.
Dibandingkan dengan euro (EUR), dolar AS mengalami kontraksi sebesar 0,02 persen. Sementara itu, terhadap yen Jepang (JPY), dolar AS melemah sebesar 0,14 persen.
Dolar AS juga tercatat mengalami depresiasi versus dolar Kanada (CAD) sejumlah 0,04 persen dan terhadap franc Swiss (CHF) sebesar 0,06 persen.
Namun demikian, atas dolar Australia (AUD), mata uang AS mencatat apresiasi tipis 0,04 persen. Sementara itu, berbanding poundsterling Inggris (GBP), pergerakan dolar AS terlihat tidak mengalami perubahan berarti.
Perkembangan ini merefleksikan dinamika pasar valuta asing global yang masih dipengaruhi oleh sentimen dari luar serta pergerakan indeks dolar AS jika dibandingkan dengan sejumlah mata uang utama dunia. ****
