🔥 CRYPTO UPDATE: 🚀 BITCOIN (BTC): $92.450 (+1,52%) 💎 ETHEREUM (ETH): $3.850 (+0,85%) 🔸 BINANCE (BNB): $615,20 (-0,12%) ☀️ SOLANA (SOL): $185,45 (+2,10%) 💰 BTC/IDR: Rp 1,45 Miliar 📊 SENTIMEN: Extreme Greed (78)
MARKET WATCH
USD/IDR 17.150 (-0.45%) EUR/IDR 18.620 (-0.12%) OIL BRENT US$120.40 (+3.20%) GOLD US$4.185 (-1.15%) IHSG 7.120 (-0.85%) NASDAQ 18.420 (+0.55%) BITCOIN US$92.100 (+2.10%)
USD/IDR 17.150 (-0.45%) EUR/IDR 18.620 (-0.12%) OIL BRENT US$120.40 (+3.20%) GOLD US$4.185 (-1.15%) IHSG 7.120 (-0.85%) NASDAQ 18.420 (+0.55%) BITCOIN US$92.100 (+2.10%)
BerandaCRYPTOBitcoinPakistan Cabut Larangan 7 Tahun, Perbankan Kini Resmi Bisa Layani Penyedia Jasa...

Pakistan Cabut Larangan 7 Tahun, Perbankan Kini Resmi Bisa Layani Penyedia Jasa Kripto

-

Pakistan resmi mencabut larangan 7 tahun bagi bank untuk melayani penyedia jasa kripto. Simak aturan baru State Bank of Pakistan dan UU Aset Virtual 2026.

ISLAMABAD, ASATUNEWS.BIZ.ID – Pemerintah Pakistan secara resmi mencabut larangan perbankan untuk melayani penyedia jasa aset kripto yang telah berlaku selama tujuh tahun. Langkah progresif ini menandai era baru adopsi aset digital di salah satu pasar ritel kripto terbesar di dunia tersebut.

Dikutip dari CoinDesk, Bank Sentral Pakistan (State Bank of Pakistan/SBP) telah mengirimkan surat pemberitahuan kepada seluruh bank dan lembaga regulator keuangan. Dalam aturan baru tersebut, perbankan kini diizinkan membuka akun bagi penyedia layanan aset virtual (Virtual Asset Service Providers/VASP) yang telah mendapatkan lisensi resmi.

Meskipun akses perbankan dibuka, SBP tetap memberlakukan batasan ketat. Bank-bank di Pakistan dilarang keras untuk memperdagangkan, berinvestasi, atau memegang aset kripto menggunakan dana perusahaan maupun simpanan nasabah mereka sendiri.

Keputusan ini merupakan tindak lanjut dari pengesahan Undang-Undang Aset Virtual 2026 (Virtual Assets Act 2026) yang membentuk Otoritas Regulasi Aset Virtual Pakistan (PVARA). Lembaga ini bertugas melisensi, mengatur, dan mengawasi sektor kripto secara menyeluruh guna memastikan kepatuhan terhadap standar anti-pencucian uang (AML) dan know-your-customer (KYC).

Langkah ini diambil di tengah ambisi besar Pakistan untuk mengintegrasikan teknologi blockchain ke dalam ekonomi nasional. Pada Desember lalu, pemerintah Pakistan telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Binance untuk mengeksplorasi tokenisasi obligasi negara, surat utang negara, dan cadangan komoditas senilai hingga US$2 miliar.

Selain itu, Ketua PVARA, Bilal Bin Saqib, menyatakan rencana negara tersebut untuk memperluas penambangan Bitcoin dan meluncurkan stablecoin nasional. Data pemerintah pada Februari menunjukkan bahwa sekitar 40 juta orang atau 17% dari populasi Pakistan terlibat dalam perdagangan kripto, menjadikan negara ini pasar ritel terbesar ketiga mengungguli Jerman dan Jepang.

Analisis Redaksi Asatunews Intelijen: Langkah  Pragmatis

Keputusan Pakistan mencabut larangan yang telah bertahan sejak 2018 adalah langkah pragmatis untuk memformalkan ekonomi digital yang sudah sangat besar di tingkat ritel (40 juta pengguna). Dengan mengintegrasikan perbankan ke dalam ekosistem VASP, pemerintah Pakistan bertujuan untuk menarik aktivitas transaksi “bawah tanah” ke dalam sistem yang terpantau secara regulasi dan pajak.

Strategi “setengah terbuka”—di mana bank boleh melayani namun dilarang memiliki aset kripto—adalah bentuk mitigasi risiko agar gejolak harga kripto tidak merembes ke stabilitas perbankan nasional. Namun, rencana tokenisasi aset negara senilai US$2 miliar menunjukkan bahwa Pakistan tidak hanya sekadar mengikuti tren, tetapi ingin menggunakan blockchain untuk memodernisasi manajemen utang dan komoditas negara, sebuah langkah yang kemungkinan akan segera diikuti oleh negara-negara berkembang lainnya di kawasan Asia. ****

Endang Suherman
Endang Suhermanhttps://asatunews.biz.id
Pusat komando informasi Asatunews.biz.id. Dari fluktuasi Bitcoin di pasar London kami menyaring ribuan informasi global untuk menyajikannya secara ringkas, akurat, dan berintegritas. Berpatokan pada prinsip 'Resilience Over Returns', kami memastikan informasi yang Anda terima adalah amunisi terbaik untuk navigasi di era ketidakpastian.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERKINI

Survei BI: Kredit Baru Diprakirakan Naik pada Triwulan IV 2026, SBT Capai 91,31%

Survei Perbankan BI memproyeksikan penyaluran kredit baru naik pada triwulan IV 2026 dengan SBT 91,31%. Pertumbuhan kredit tahunan diperkirakan 8,20%. Bank Indonesia (BI) memproyeksikan penyaluran kredit...

Pasar Global Tertekan, Kekhawatiran Investasi AI dan Konflik Timur Tengah Bayangi Laporan Laba Teknologi

Pasar saham global tertekan pada 22 Oktober 2026. Kekhawatiran pendanaan AI, pelemahan saham teknologi, dan kenaikan minyak di tengah ketegangan Timur Tengah membayangi laporan laba...

Harga Minyak Dunia Melonjak 3%, Serangan ke Ladang Minyak Saudi Picu Kekhawatiran Pasokan

Harga minyak Brent menembus US$112 per barel setelah serangan di Arab Saudi meningkatkan kekhawatiran gangguan pasokan dan eskalasi konflik Timur Tengah. Harga minyak mentah dunia melonjak...

Emas Dunia Turun di Bawah US$4.100, Harga Perak Ikut Tertekan Lonjakan Minyak

Harga emas dunia turun di bawah US$4.100 per ounce pada 22 Oktober 2026. Lonjakan minyak memicu kekhawatiran inflasi dan ekspektasi suku bunga tinggi. Pasar logam mulia...

Popular

BAMSOETNEWS.COM

Referensi Utama

NAVIGASI
POLITIK &
HUKUM

Menyajikan berita aktual, tajam, dan terpercaya langsung dari jantung kebijakan nasional.

✔ Dinamika Parlemen
✔ Analisis Hukum & Peradilan
✔ Update Ekonomi Nasional
Straight News • Faktual • Objektif