Saham MARA Holdings melejit 10% setelah menjual 15.133 Bitcoin senilai US$1,1 miliar. Dana digunakan untuk buyback utang konversi US$1 miliar dengan harga diskon.
MIAMI, ASATUNEWS.BIZ.ID – Raksasa penambangan Bitcoin, MARA Holdings (MARA), melakukan langkah strategis besar untuk memperkuat struktur permodalannya. Perusahaan mengonfirmasi telah menjual sebanyak 15.133 Bitcoin (BTC) senilai kurang lebih US$1,1 miliar (sekitar Rp17,3 triliun) dalam periode 4 Maret hingga 25 Maret 2026.
Dana segar hasil penjualan aset kripto tersebut digunakan MARA untuk melakukan pembelian kembali (buyback) surat utang senior konversi (convertible senior notes) tahun 2030 dan 2031 dengan nilai total sekitar US$1,0 miliar. Aksi korporasi ini dilakukan dengan harga diskon sekitar 9% di bawah nilai nominal (par).
Secara rinci, MARA membeli kembali surat utang tahun 2030 senilai US$367,5 juta dengan harga US$322,9 juta. Selain itu, perusahaan juga menarik kembali surat utang tahun 2031 senilai US$633,4 juta seharga US$589,9 juta. Perusahaan menyatakan bahwa pembelian dengan harga diskon ini menghasilkan nilai tambah sebesar US$88,1 juta.
“Keputusan kami untuk menjual sebagian kepemilikan Bitcoin mencerminkan langkah alokasi modal strategis yang dirancang untuk memperkuat neraca kami dan memposisikan perusahaan untuk pertumbuhan jangka panjang,” tegas CEO MARA Holdings, Fred Thiel.
Langkah ini disambut antusias oleh para investor, terbukti dengan kenaikan harga saham MARA sebesar 10% pada perdagangan pre-market. Transaksi ini berhasil merombak struktur modal perusahaan secara material dengan mengurangi total utang konversi sebesar 30%, yakni dari US$3,3 miliar menjadi US$2,3 miliar.
Selain mengurangi beban utang, langkah ini secara signifikan menekan risiko dilusi saham di masa depan yang biasanya terjadi saat pemegang obligasi mengonversi surat utang mereka menjadi saham. Meski telah menjual sebagian asetnya, MARA Holdings tercatat masih memiliki cadangan jumbo sebanyak 38.689 BTC.
Sumber: CoinDesk
