Model AI terbaru DeepSeek V4 dilaporkan akan menggunakan chip Huawei. Alibaba, Tencent, dan ByteDance borong ratusan ribu unit chip terbaru untuk persiapan rilis.
BEIJING, ASATUNEWS.BIZ.ID– Persaingan kecerdasan buatan (AI) global semakin memanas dengan langkah terbaru dari pemain besar asal China. Model terbaru dari DeepSeek, yang diberi nama V4, dilaporkan akan berjalan pada chip terbaru besutan Huawei Technologies.
Dikutip dari laporan The Information via Yahoo Finance, langkah strategis ini dilakukan sebagai bagian dari persiapan peluncuran V4. Sejumlah raksasa teknologi China lainnya, termasuk Alibaba Group, ByteDance (induk TikTok), dan Tencent Holdings, dikabarkan telah melakukan pemesanan massal (bulk orders) untuk chip terbaru Huawei tersebut.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa total pesanan chip tersebut mencapai ratusan ribu unit. Informasi ini bersumber dari lima orang yang memiliki pengetahuan langsung mengenai kesepakatan pembelian tersebut.
Langkah pengembang DeepSeek untuk menggunakan infrastruktur Huawei menandakan kemandirian teknologi China yang semakin kuat di tengah pembatasan akses terhadap chip canggih dari Barat. Hingga berita ini diturunkan, pihak Huawei Technologies maupun DeepSeek belum memberikan tanggapan resmi atas permintaan komentar yang diajukan oleh Reuters di luar jam kerja normal.
DeepSeek sendiri telah menjadi sorotan global dalam beberapa bulan terakhir karena kemampuannya mengembangkan model bahasa besar (Large Language Model) yang efisien namun memiliki performa tinggi, yang kini akan diperkuat oleh perangkat keras domestik generasi terbaru.
Analisis Redaksi Asatunews Intelijen: Strategi Isolasi Chip
Kerja sama antara DeepSeek V4 dan Huawei adalah bukti nyata bahwa strategi isolasi chip terhadap China mulai memicu akselerasi inovasi internal yang luar biasa. DeepSeek, yang sebelumnya mengguncang pasar dengan efisiensi algoritma mereka, kini mengamankan “otak” perangkat kerasnya secara lokal.
Pesanan ratusan ribu unit dari Alibaba, ByteDance, dan Tencent bukan sekadar transaksi bisnis, melainkan pembentukan Ekosistem AI Terintegrasi di China. Dengan menggunakan chip Huawei, raksasa-raksasa ini mengurangi risiko geopolitik akibat sanksi AS, sekaligus menantang dominasi NVIDIA dalam industri AI global. Jika V4 mampu menunjukkan performa superior di atas silikon Huawei, ini akan menjadi sinyal peringatan keras bagi Silicon Valley bahwa kepemimpinan teknologi sedang bergeser ke arah Timur. ****
