IHSG dibuka menguat 1,44% ke level 7.443 pada Selasa (10/3). Rupiah turut menguat ke Rp16.894 per dolar AS seiring hijaunya bursa saham Asia.
JAKARTA, ASATUNEWS.BIZ.ID – Pasar modal Indonesia menunjukkan performa positif pada pembukaan perdagangan Selasa (10/3/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat ke zona hijau, dibuka pada level 7.443,046 berdasarkan data Stockbit pukul 09.00 WIB.
Penguatan ini tercatat sebesar 1,44 persen dibandingkan dengan penutupan perdagangan hari sebelumnya yang berada di level 7.337,369. Data transaksi awal menunjukkan antusiasme investor yang cukup tinggi dengan volume perdagangan mencapai 1,34 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp 892,55 miliar pada menit-menit pertama pembukaan pasar.
Sejalan dengan penguatan indeks saham, nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS juga terpantau bergerak positif pagi ini. Rupiah berada di posisi Rp16.894 per dolar AS, menguat 55 poin atau 0,32 persen. Pergerakan ini membawa mata uang Garuda kembali ke bawah level psikologis Rp16.900 setelah sempat tertekan pada perdagangan sebelumnya.
Optimisme pasar modal tidak hanya terjadi di dalam negeri, namun juga merata di kawasan regional Asia. Mengutip data dari Stockbit dan Yahoo Finance, mayoritas indeks utama Asia dibuka menguat pagi ini:
-
Nikkei 225 (Jepang): Naik 1,51% ke level 53.524,09.
-
Hang Seng (Hong Kong): Naik 1,31% ke level 25.740,29.
-
Straits Times (Singapura): Naik 0,90% ke level 4.799,52.
-
Shanghai Composite (China): Naik tipis 0,05% ke level 4.098,59.
Kenaikan serentak ini memberikan sinyal positif bagi aliran modal masuk (inflow) ke pasar negara berkembang (emerging markets), termasuk Indonesia, di tengah stabilisasi sentimen ekonomi global hari ini.
Analisis Sektor: Perbankan “Big Caps” Jadi Motor Utama Penguatan IHSG Pagi Ini
Lonjakan IHSG ke level 7.443 pada pembukaan perdagangan Selasa (10/3) didominasi oleh kembalinya minat beli investor asing pada sektor perbankan. Menguatnya nilai tukar Rupiah ke level Rp16.894 menjadi katalis utama yang memicu aliran modal masuk (inflow) ke saham-saham berkapitalisasi pasar besar.
Berikut adalah analisis pergerakan tiga pilar utama perbankan pagi ini:
1. Saham Perbankan Beraset Besar (BBCA, BBRI, BMRI) Saham-saham seperti Bank Central Asia (BBCA), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), dan Bank Mandiri (BMRI) terpantau menjadi penggerak utama indeks. Investor institusi melihat valuasi perbankan Indonesia tetap atraktif setelah sempat tertekan sentimen global pekan lalu. Penurunan tensi harga minyak dunia turut memberikan ruang bagi sektor keuangan untuk bermanuver.
2. Sentimen Positif dari Penguatan Rupiah Setiap penguatan Rupiah di bawah level psikologis Rp16.900 memberikan kepercayaan diri bagi investor asing untuk melakukan akumulasi. Sektor perbankan seringkali dianggap sebagai “proksi” ekonomi nasional; jika Rupiah stabil, maka risiko gagal bayar dan biaya dana (cost of fund) perbankan tetap terjaga.
3. Proyeksi Deviden Tahun Buku 2025 Selain faktor makro, pasar juga mulai mengantisipasi musim pembagian dividen. Kinerja laba perbankan yang diprediksi tetap solid hingga awal 2026 menjadi daya tarik tambahan bagi pemegang saham jangka panjang untuk tetap bertahan di zona hijau. ****
