🔥 CRYPTO UPDATE: 🚀 BITCOIN (BTC): $92.450 (+1,52%) 💎 ETHEREUM (ETH): $3.850 (+0,85%) 🔸 BINANCE (BNB): $615,20 (-0,12%) ☀️ SOLANA (SOL): $185,45 (+2,10%) 💰 BTC/IDR: Rp 1,45 Miliar 📊 SENTIMEN: Extreme Greed (78)
MARKET WATCH
USD/IDR 17.150 (-0.45%) EUR/IDR 18.620 (-0.12%) OIL BRENT US$120.40 (+3.20%) GOLD US$4.185 (-1.15%) IHSG 7.120 (-0.85%) NASDAQ 18.420 (+0.55%) BITCOIN US$92.100 (+2.10%)
USD/IDR 17.150 (-0.45%) EUR/IDR 18.620 (-0.12%) OIL BRENT US$120.40 (+3.20%) GOLD US$4.185 (-1.15%) IHSG 7.120 (-0.85%) NASDAQ 18.420 (+0.55%) BITCOIN US$92.100 (+2.10%)
BerandaBISNISMakroNeraca Perdagangan RI Januari 2026 Surplus 0,95 Miliar Dollar AS, BI: Ketahanan...

Neraca Perdagangan RI Januari 2026 Surplus 0,95 Miliar Dollar AS, BI: Ketahanan Ekonomi Tetap Kuat

-

Neraca perdagangan Indonesia Januari 2026 surplus 0,95 miliar dollar AS. Simak rincian kinerja ekspor nonmigas dan peran Bank Indonesia dalam memperkuat ekonomi.

JAKARTA, ASATUNEWS.BIZ.ID – Bank Indonesia (BI) menilai kinerja neraca perdagangan Indonesia pada awal tahun 2026 tetap solid. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2026 mencatatkan surplus sebesar 0,95 miliar dollar AS.

Capaian ini memperpanjang tren positif setelah pada bulan sebelumnya juga mencatatkan surplus sebesar 2,51 miliar dollar AS. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menyatakan bahwa surplus ini sangat positif untuk terus menopang ketahanan eksternal perekonomian nasional.

Surplus yang berlanjut ini terutama bersumber dari kinerja kuat neraca perdagangan nonmigas. Pada Januari 2026, neraca perdagangan nonmigas mencatat surplus sebesar 3,23 miliar dollar AS, didorong oleh total ekspor nonmigas yang mencapai 21,26 miliar dollar AS.

“Kinerja positif ekspor nonmigas tersebut terutama didukung oleh ekspor berbasis sumber daya alam seperti lemak dan minyak hewani/nabati,” ujar Ramdan dalam keterangan resminya, Selasa (3/3/2026).

Selain komoditas alam, produk manufaktur seperti nikel dan barang daripadanya, kendaraan, mesin, hingga alas kaki turut menjadi motor penggerak ekspor. Berdasarkan negara tujuan, Tiongkok, Amerika Serikat, dan India masih menjadi kontributor utama pasar ekspor Indonesia.

Di sisi lain, neraca perdagangan migas masih mencatatkan defisit sebesar 2,27 miliar dollar AS pada Januari 2026. Kondisi ini terjadi sejalan dengan penurunan ekspor migas, meskipun terdapat penurunan pada sisi impor migas di periode yang sama.

Ke depan, Bank Indonesia berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi kebijakan dengan Pemerintah dan otoritas terkait. Langkah ini bertujuan untuk semakin memperkokoh ketahanan eksternal dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan di tengah dinamika global yang menantang. ****

 

Endang Suherman
Endang Suhermanhttps://asatunews.biz.id
Pusat komando informasi Asatunews.biz.id. Dari fluktuasi Bitcoin di pasar London kami menyaring ribuan informasi global untuk menyajikannya secara ringkas, akurat, dan berintegritas. Berpatokan pada prinsip 'Resilience Over Returns', kami memastikan informasi yang Anda terima adalah amunisi terbaik untuk navigasi di era ketidakpastian.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERKINI

Survei BI: Kredit Baru Diprakirakan Naik pada Triwulan IV 2026, SBT Capai 91,31%

Survei Perbankan BI memproyeksikan penyaluran kredit baru naik pada triwulan IV 2026 dengan SBT 91,31%. Pertumbuhan kredit tahunan diperkirakan 8,20%. Bank Indonesia (BI) memproyeksikan penyaluran kredit...

Pasar Global Tertekan, Kekhawatiran Investasi AI dan Konflik Timur Tengah Bayangi Laporan Laba Teknologi

Pasar saham global tertekan pada 22 Oktober 2026. Kekhawatiran pendanaan AI, pelemahan saham teknologi, dan kenaikan minyak di tengah ketegangan Timur Tengah membayangi laporan laba...

Harga Minyak Dunia Melonjak 3%, Serangan ke Ladang Minyak Saudi Picu Kekhawatiran Pasokan

Harga minyak Brent menembus US$112 per barel setelah serangan di Arab Saudi meningkatkan kekhawatiran gangguan pasokan dan eskalasi konflik Timur Tengah. Harga minyak mentah dunia melonjak...

Emas Dunia Turun di Bawah US$4.100, Harga Perak Ikut Tertekan Lonjakan Minyak

Harga emas dunia turun di bawah US$4.100 per ounce pada 22 Oktober 2026. Lonjakan minyak memicu kekhawatiran inflasi dan ekspektasi suku bunga tinggi. Pasar logam mulia...

Popular

BAMSOETNEWS.COM

Referensi Utama

NAVIGASI
POLITIK &
HUKUM

Menyajikan berita aktual, tajam, dan terpercaya langsung dari jantung kebijakan nasional.

✔ Dinamika Parlemen
✔ Analisis Hukum & Peradilan
✔ Update Ekonomi Nasional
Straight News • Faktual • Objektif