Harga Bitcoin melonjak dekati 70.000 dollar AS usai serangan AS ke Iran. Analis peringatkan adanya fenomena ‘short flush’ dan risiko leverage yang tinggi.
JAKARTA, ASATUNEWS.BIZ.ID – Harga Bitcoin (BTC) menunjukkan pergerakan agresif pada perdagangan Senin (2/3/2026). Setelah sempat merosot selama akhir pekan akibat dimulainya serangan Amerika Serikat terhadap Iran, mata uang kripto terbesar ini melonjak hingga mendekati level psikologis 70.000 dollar AS, sebelum akhirnya kembali ke kisaran 69.000 dollar AS.
Meskipun reli ini disambut baik oleh para spekulan, sejumlah analis memperingatkan bahwa kenaikan cepat ini bukan disebabkan oleh permintaan murni, melainkan fenomena positioning squeeze atau pembersihan posisi short (short flush).
Chief Investment Officer Risk Dimensions, Mark Connors, menjelaskan bahwa gejolak makro akibat serangan terhadap Iran memicu penyeimbangan ulang di seluruh struktur modal. Kondisi ini diperkuat dengan berbaliknya tren arus keluar (outflow) pada ETF Bitcoin Spot yang kini mulai melambat atau berbalik menjadi arus masuk.
“Ini jelas merupakan pembersihan posisi short (short flush) karena adanya pertemuan serangan Iran yang menyebabkan penyeimbangan kembali, dengan Bitcoin mendapat dorongan dari pembalikan arus keluar ETF Bitcoin Spot,” ujar Connors dalam keterangannya, Senin (2/3/2026).
Fenomena short flush terjadi ketika para trader yang bertaruh pada penurunan harga dipaksa membeli kembali aset mereka untuk menutup posisi saat harga naik. Hal ini menciptakan bahan bakar tambahan yang mendorong harga melonjak tajam dalam waktu singkat, melampaui apa yang dibenarkan oleh fundamental.
Meski harga sempat menyentuh angka yang menggembirakan, Connors tetap bersikap hati-hati. Menurutnya, reli ini belum menjadi sinyal kuat untuk kembali ke level 100.000 dollar AS. Hambatan besar masih ada pada level resistensi kritis 75.000 dollar AS.
Data pasar dari CoinGlass memperkuat kewaspadaan ini. Terdapat klaster posisi senilai 218 juta dollar AS yang terancam likuidasi jika harga jatuh kembali ke kisaran 64.650 hingga 65.250 dollar AS. Selain itu, kenaikan Open Interest sebesar 6 persen dalam 24 jam terakhir menunjukkan bahwa pergerakan ini lebih banyak didorong oleh penggunaan leverage (pinjaman) daripada pembelian spot secara langsung.
Kini, pasar menanti apakah Bitcoin mampu menembus angka 70.000 dollar AS. Jika berhasil, likuidasi posisi short senilai 90 juta dollar AS diperkirakan akan terpicu, yang dapat memberi energi tambahan untuk menantang level tertinggi bulan Februari di angka 72.000 dollar AS. ****
