PayPay, raksasa fintech Jepang yang didukung SoftBank, incar dana IPO 1,1 miliar dollar AS di Nasdaq. Simak detail valuasi dan aliansinya dengan Binance Japan.
ASATUNEWS.BIZ.ID, TOKYO – Raksasa pembayaran digital asal Jepang, PayPay, resmi mengambil langkah besar untuk melantai di bursa saham Amerika Serikat. Perusahaan yang didukung oleh SoftBank Corp ini menargetkan perolehan dana hingga 1,1 miliar dollar AS melalui penawaran umum perdana atau Initial Public Offering (IPO).
Berdasarkan laporan Reuters pada Senin (2/3/2026), perusahaan yang berbasis di Tokyo tersebut berencana menawarkan 55 juta saham American Depositary Shares (ADS) dengan kisaran harga antara 17 hingga 20 dollar AS per lembar. Jika berhasil terjual di batas atas harga tersebut, nilai valuasi PayPay diprediksi akan menembus angka 10 miliar dollar AS.
Rencananya, saham PayPay akan diperdagangkan di bursa Nasdaq dengan simbol emiten “PAYP”. Namun, proses pencatatan perdana yang seharusnya dijadwalkan pada Senin pagi waktu setempat terpaksa ditunda sementara. Langkah ini diambil menyusul gejolak pasar global yang dipicu oleh serangan militer terhadap Iran pada akhir pekan lalu.
Sebagai penyedia layanan pembayaran nontunai terbesar di Jepang, PayPay kini memiliki lebih dari 70 juta pengguna terdaftar. Platform ini menjadi motor utama pergeseran gaya hidup masyarakat Jepang dari transaksi tunai ke digital, mulai dari pembayaran di toko, transfer uang, hingga pengelolaan saldo digital.
Langkah IPO ini juga menjadi sorotan karena posisi strategis PayPay yang memegang 40 persen saham di Binance Japan. Melalui aliansi bisnis yang dibentuk sejak Oktober lalu, PayPay terus memperdalam integrasi antara pembayaran digital dengan aset kripto.
Kemitraan tersebut memungkinkan pengguna Binance Japan untuk mendanai pembelian aset hingga menarik hasil investasi melalui layanan PayPay Money. Jika IPO ini sukses, PayPay akan menjadi salah satu perusahaan Jepang terbesar yang melantai di AS dalam beberapa tahun terakhir, sekaligus memperkuat strategi keuangan digital global milik SoftBank. ****
