Kurs Rupiah sore ini 25 Februari 2026 ditutup melemah di Rp15.745 per Dolar AS akibat dampak kebijakan tarif AS dan perlambatan China.
JAKARTA, ASATUNEWS.BIZ.ID – Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan Rabu sore (25/2/2026). Mata uang Garuda belum mampu keluar dari tekanan seiring dengan meningkatnya ketidakpastian kebijakan dagang global.
Berdasarkan data pasar spot pada penutupan perdagangan hari ini, Rupiah bertengger di level Rp15.745 per Dolar AS, melemah sekitar 0,12 persen atau 19 poin dibandingkan dengan penutupan hari sebelumnya.
Analis pasar uang menyebutkan beberapa faktor utama yang menekan posisi Rupiah sore ini:
-
Sentimen Tarif AS: Pengumuman resmi mengenai tambahan tarif impor sebesar 10 persen oleh pemerintah AS (Section 122) telah mendorong penguatan indeks Dolar (DXY). Investor cenderung beralih ke aset safe haven dan meninggalkan mata uang negara berkembang.
-
Efek Ekonomi China: Perlambatan ekonomi China yang masih berlanjut turut memberi sentimen negatif bagi mata uang di kawasan Asia, termasuk Rupiah, mengingat hubungan dagang Indonesia-China yang sangat erat.
-
Aksi Risk-Off: Menjelang pidato penting Presiden AS Donald Trump, pelaku pasar memilih sikap wait and see (menunggu), yang memicu aliran modal keluar (outflow) dari pasar obligasi dan saham domestik secara terbatas.
Rupiah diprediksi masih akan bergerak volatil pada rentang Rp15.710 – Rp15.780 per Dolar AS pada perdagangan Kamis esok. Intervensi Bank Indonesia di pasar valas diharapkan mampu meredam gejolak agar pelemahan tidak terjadi terlalu dalam.
Bagi pelaku usaha yang bergantung pada impor, disarankan untuk tetap memantau fluktuasi kurs ini mengingat sentimen global dari Washington masih akan mendominasi pergerakan pasar dalam beberapa hari ke depan. ****
