🔥 CRYPTO UPDATE: 🚀 BITCOIN (BTC): $92.450 (+1,52%) 💎 ETHEREUM (ETH): $3.850 (+0,85%) 🔸 BINANCE (BNB): $615,20 (-0,12%) ☀️ SOLANA (SOL): $185,45 (+2,10%) 💰 BTC/IDR: Rp 1,45 Miliar 📊 SENTIMEN: Extreme Greed (78)
MARKET WATCH
USD/IDR 17.150 (-0.45%) EUR/IDR 18.620 (-0.12%) OIL BRENT US$120.40 (+3.20%) GOLD US$4.185 (-1.15%) IHSG 7.120 (-0.85%) NASDAQ 18.420 (+0.55%) BITCOIN US$92.100 (+2.10%)
USD/IDR 17.150 (-0.45%) EUR/IDR 18.620 (-0.12%) OIL BRENT US$120.40 (+3.20%) GOLD US$4.185 (-1.15%) IHSG 7.120 (-0.85%) NASDAQ 18.420 (+0.55%) BITCOIN US$92.100 (+2.10%)
BerandaKOMODITASValasRupiah Menguat ke Rp16.965 Pagi Ini, Investor Fokus Menanti Hasil RDG Bank...

Rupiah Menguat ke Rp16.965 Pagi Ini, Investor Fokus Menanti Hasil RDG Bank Indonesia

-

Rupiah menguat ke level Rp16.965/US$ pagi ini (17/3/2026). Pasar menanti pengumuman BI Rate yang diprediksi tetap di level 4,75% di tengah tensi geopolitik.

JAKARTA, ASATUNEWS.BIZ.ID – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat pada perdagangan Selasa pagi (17/3/2026). Pergerakan positif ini terjadi di tengah sikap hati-hati para pelaku pasar yang menantikan pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) terkait suku bunga acuan.

Berdasarkan data Refinitiv, rupiah mengawali perdagangan di zona hijau dengan penguatan 0,12% ke level Rp16.965/US$. Posisi ini membaik dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang sempat melemah ke level Rp16.985/US$.

Di sisi lain, indeks dolar AS (DXY) terpantau merangkak naik ke posisi 99,921 pada pukul 09.00 WIB. Meskipun DXY menguat tipis pagi ini, rupiah masih mendapatkan ruang gerak berkat pelemahan indeks dolar yang cukup tajam pada penutupan perdagangan kemarin.

Fokus utama investor hari ini tertuju pada rilis kebijakan moneter Bank Indonesia siang nanti. Konsensus yang dihimpun dari 13 lembaga dan institusi menunjukkan proyeksi yang seragam; BI diyakini akan mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di level 4,75%.

Kepala Ekonom Bank Maybank Indonesia, Juniman, menilai bahwa langkah menahan suku bunga merupakan pilihan paling rasional saat ini untuk menjaga stabilitas nilai tukar. “Kami memperkirakan BI akan mempertahankan suku bunga di level 4,75% akibat tekanan yang masih berlanjut terhadap rupiah dari ketidakpastian pasar global dan tensi geopolitik Iran-Israel serta AS,” jelas Juniman.

Selain Bank Indonesia, pekan ini menjadi momentum krusial bagi pasar keuangan global karena setidaknya terdapat delapan bank sentral utama dunia yang akan menggelar rapat kebijakan, termasuk The Federal Reserve (The Fed), ECB, dan Bank of Japan (BoJ).

Investor kini mencermati bagaimana para pembuat kebijakan merespons lonjakan harga minyak dunia akibat konflik di Timur Tengah. Dampak kenaikan harga energi terhadap inflasi dan pertumbuhan ekonomi global menjadi variabel utama yang menentukan arah kebijakan moneter ke depan.

Untuk sementara, rupiah berhasil memanfaatkan momentum pelemahan dolar AS kemarin untuk melakukan rebound teknis, sambil menunggu kepastian kebijakan dari Bank Indonesia siang nanti.

Sumber: CNBC Indonesia

Endang Suherman
Endang Suhermanhttps://asatunews.biz.id
Pusat komando informasi Asatunews.biz.id. Dari fluktuasi Bitcoin di pasar London kami menyaring ribuan informasi global untuk menyajikannya secara ringkas, akurat, dan berintegritas. Berpatokan pada prinsip 'Resilience Over Returns', kami memastikan informasi yang Anda terima adalah amunisi terbaik untuk navigasi di era ketidakpastian.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERKINI

Survei BI: Kredit Baru Diprakirakan Naik pada Triwulan IV 2026, SBT Capai 91,31%

Survei Perbankan BI memproyeksikan penyaluran kredit baru naik pada triwulan IV 2026 dengan SBT 91,31%. Pertumbuhan kredit tahunan diperkirakan 8,20%. Bank Indonesia (BI) memproyeksikan penyaluran kredit...

Pasar Global Tertekan, Kekhawatiran Investasi AI dan Konflik Timur Tengah Bayangi Laporan Laba Teknologi

Pasar saham global tertekan pada 22 Oktober 2026. Kekhawatiran pendanaan AI, pelemahan saham teknologi, dan kenaikan minyak di tengah ketegangan Timur Tengah membayangi laporan laba...

Harga Minyak Dunia Melonjak 3%, Serangan ke Ladang Minyak Saudi Picu Kekhawatiran Pasokan

Harga minyak Brent menembus US$112 per barel setelah serangan di Arab Saudi meningkatkan kekhawatiran gangguan pasokan dan eskalasi konflik Timur Tengah. Harga minyak mentah dunia melonjak...

Emas Dunia Turun di Bawah US$4.100, Harga Perak Ikut Tertekan Lonjakan Minyak

Harga emas dunia turun di bawah US$4.100 per ounce pada 22 Oktober 2026. Lonjakan minyak memicu kekhawatiran inflasi dan ekspektasi suku bunga tinggi. Pasar logam mulia...

Popular

BAMSOETNEWS.COM

Referensi Utama

NAVIGASI
POLITIK &
HUKUM

Menyajikan berita aktual, tajam, dan terpercaya langsung dari jantung kebijakan nasional.

✔ Dinamika Parlemen
✔ Analisis Hukum & Peradilan
✔ Update Ekonomi Nasional
Straight News • Faktual • Objektif