IHSG hari ini dibuka menguat 1,72% ke level 7.707 pada Kamis (5/3/2026). Sebanyak 554 saham melaju di zona hijau seiring momentum rebound pasar modal.
JAKARTA, ASATUNEWS.BIZ.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan performa impresif pada awal perdagangan Kamis (5/3/2026). Melansir data BEI pukul 09.10 WIB, IHSG melonjak 130,52 poin atau menguat 1,72 persen ke level 7.707,58.
IHSG dibuka pada posisi 7.695,35, jauh lebih tinggi dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di level 7.577,06. Pada sesi awal ini, indeks bergerak fluktuatif namun progresif dalam rentang 7.681,69 hingga 7.765,61.
Dominasi warna hijau terlihat jelas di lantai bursa pagi ini. Tercatat sebanyak 554 saham mengalami kenaikan harga, sementara 85 saham melemah, dan 319 saham lainnya bergerak stagnan. Komposisi ini menjadi motor utama yang mendorong indeks keluar dari tekanan sesi sebelumnya.
Aktivitas transaksi juga terpantau cukup agresif. Volume perdagangan mencapai 4,615 miliar saham dengan nilai transaksi menyentuh angka Rp2,650 triliun. Adapun frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 252.100 kali transaksi dengan total kapitalisasi pasar mencapai kisaran Rp13.722 triliun.
Penguatan IHSG pagi ini turut diikuti oleh seluruh indeks utama lainnya. Indeks saham unggulan LQ45 naik 1,69 persen ke posisi 785,52. Sementara itu, indeks berbasis syariah seperti Jakarta Islamic Index (JII) melonjak 2,07 persen dan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) bertambah 1,97 persen.
Indeks sektoral lainnya seperti KOMPAS100 (naik 1,91%), IDX30 (naik 1,90%), dan JII70 (naik 1,98%) juga kompak berada di zona positif.
Secara teknikal, pergerakan ini menunjukkan momentum rebound yang kuat. Pelaku pasar saat ini tengah mencermati berbagai sentimen global dan domestik yang akan memengaruhi arah pergerakan indeks hingga penutupan perdagangan sore nanti.
Daftar Saham Penggerak Utama (Market Movers) – Kamis, 5 Maret 2026
Penguatan IHSG sebesar 1,72% ke level 7.707 didorong oleh aksi beli kembali (buyback) pada saham-saham berkapitalisasi pasar besar (big caps) yang sebelumnya terkoreksi tajam.
1. Sektor Perbankan (The Big Four)
Sektor perbankan menjadi penopang utama indeks seiring dengan masuknya kembali aliran dana ke saham-saham blue chip:
-
BBCA (Bank Central Asia): Menguat signifikan setelah aksi jual asing mereda.
-
BBRI (Bank Rakyat Indonesia): Menjadi salah satu penggerak utama indeks (Laggard to Leader).
-
BMRI (Bank Mandiri): Mencatatkan kenaikan volume beli yang cukup tinggi.
-
BBNI (Bank Negara Indonesia): Rebound dari posisi terendah harian kemarin.
2. Sektor Energi & Komoditas
Melanjutkan tren positif dari sesi sebelumnya, saham tambang tetap menjadi primadona:
-
BUMI (Bumi Resources): Melanjutkan tren bullish pasca akumulasi asing.
-
PTBA (Bukit Asam): Menguat didorong sentimen harga batubara global.
-
MDKA (Merdeka Copper Gold): Memimpin penguatan di sektor logam dan mineral.
3. Sektor Infrastruktur & Telco
-
TLKM (Telkom Indonesia): Berhasil bangkit (rebound) dan memberikan kontribusi poin yang besar bagi IHSG.
Analisis Ringkas: Kenapa Saham-Saham Ini Naik?
-
Technical Rebound: Setelah anjlok hampir 5% kemarin, harga saham perbankan dianggap sudah “murah” secara teknikal (oversold), sehingga menarik minat investor domestik dan institusi untuk melakukan akumulasi.
-
Sinyal De-eskalasi: Kabar Iran yang bersedia membuka pintu negosiasi menurunkan risk premium di pasar Asia, membuat investor kembali berani memindahkan dana dari aset aman (safe haven) ke aset berisiko seperti saham di Indonesia.
-
Data PMI Manufaktur: Fundamental ekonomi RI yang tetap ekspansif di level 53,8 memberikan kepercayaan diri bahwa emiten dalam negeri tetap memiliki performa bisnis yang solid di tengah ketidakpastian global. ***
