ASATUNEWS INTELIJEN: ENERGY COMMODITY RADAR

Batu Bara Melaju • Nikel & Tembaga Terkoreksi • HBA Tembus $103

Kenaikan serentak HBA di seluruh kategori kalori menunjukkan permintaan energi fosil masih sangat resilien; sementara volatilitas pada sektor mineral logam (Nikel & Tembaga) memberi sinyal penyesuaian stok pada industri manufaktur global kuartal II 2026.

CEK DATA HARGA TAMBANG
🔥 CRYPTO UPDATE: 🚀 BITCOIN (BTC): $92.450 (+1,52%) 💎 ETHEREUM (ETH): $3.850 (+0,85%) 🔸 BINANCE (BNB): $615,20 (-0,12%) ☀️ SOLANA (SOL): $185,45 (+2,10%) 💰 BTC/IDR: Rp 1,45 Miliar 📊 SENTIMEN: Extreme Greed (78)
ASATUNEWS INTELIJEN: ENERGY COMMODITY RADAR

Batu Bara Melaju • Nikel & Tembaga Terkoreksi • HBA Tembus $103

Kenaikan serentak HBA di seluruh kategori kalori menunjukkan permintaan energi fosil masih sangat resilien; sementara volatilitas pada sektor mineral logam (Nikel & Tembaga) memberi sinyal penyesuaian stok pada industri manufaktur global kuartal II 2026.

CEK DATA HARGA TAMBANG
MARKET WATCH
USD/IDR 17.150 (-0.45%) EUR/IDR 18.620 (-0.12%) OIL BRENT US$120.40 (+3.20%) GOLD US$4.185 (-1.15%) IHSG 7.120 (-0.85%) NASDAQ 18.420 (+0.55%) BITCOIN US$92.100 (+2.10%)
USD/IDR 17.150 (-0.45%) EUR/IDR 18.620 (-0.12%) OIL BRENT US$120.40 (+3.20%) GOLD US$4.185 (-1.15%) IHSG 7.120 (-0.85%) NASDAQ 18.420 (+0.55%) BITCOIN US$92.100 (+2.10%)
BerandaPASAR MODALSahamIHSG Anjlok 4,57 Persen, Investor Asing Ramai-Ramai Lepas Saham BBCA dan BBNI

IHSG Anjlok 4,57 Persen, Investor Asing Ramai-Ramai Lepas Saham BBCA dan BBNI

-

IHSG anjlok 4,57% ke level 7.577 pada perdagangan Rabu (4/3/2026). Investor asing tercatat melepas saham BBCA dan BBNI dalam jumlah besar. Cek detailnya!

JAKARTA, ASATUNEWS.BIZ.ID – Tekanan hebat melanda Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (4/3/2026). Indeks saham domestik terpangkas tajam hingga 362,7 poin atau merosot 4,57 persen ke level 7.577. Seiring dengan kejatuhan tersebut, investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih (net sell) besar-besaran pada sejumlah saham blue chip.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi sasaran utama aksi jual asing dengan nilai mencapai Rp573,4 miliar. Langkah ini diikuti oleh saham perbankan besar lainnya, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) yang mencatatkan net sell sebesar Rp178,5 miliar.

Selain sektor perbankan, saham di sektor pertambangan dan infrastruktur juga tidak luput dari tekanan jual. Berikut adalah daftar saham dengan nilai jual bersih asing tertinggi:

  • ANTM (Aneka Tambang): Rp94,7 miliar
  • AMMN (Amman Mineral): Rp80,4 miliar
  • BBRI (Bank Rakyat Indonesia): Rp65,3 miliar
  • INDF (Indofood Sukses Makmur): Rp40,8 miliar
  • BMRI (Bank Mandiri): Rp37,9 miliar
  • TLKM (Telkom Indonesia): Rp33,8 miliar
  • INCO (Vale Indonesia): Rp33,4 miliar
  • INDY (Indika Energy): Rp21,2 miliar

Di tengah aksi jual masif pada saham perbankan, investor asing justru terpantau melakukan aksi beli bersih (net buy) pada sejumlah saham di sektor energi dan pendukung pertambangan.

Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) memimpin daftar akumulasi asing dengan nilai beli bersih mencapai Rp114,6 miliar. Posisi berikutnya ditempati oleh PT Petrosea Tbk (PTRO) dengan net buy Rp87,2 miliar, dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) sebesar Rp72,4 miliar.

Sejumlah saham lain yang juga banyak dikoleksi asing antara lain BRPT (Rp72,1 miliar), DEWA (Rp67,4 miliar), MDKA (Rp50,4 miliar), serta emiten alat berat dan tambang seperti UNTR, MBMA, ITMG, dan MEDC.

Meskipun IHSG mengalami tekanan hebat di hari Rabu, pada perdagangan Kamis pagi (5/3/2026), indeks sempat menunjukkan tanda-tanda pemulihan dengan pembukaan yang menguat tipis seiring dengan penguatan nilai tukar rupiah.

Mengapa Asing Borong Saham Batubara (BUMI, PTBA) Saat IHSG Anjlok?

Ketika IHSG mengalami koreksi tajam hingga 4,57%, terjadi fenomena menarik di mana investor asing justru mengakumulasi saham-saham di sektor energi, khususnya batubara seperti BUMI, PTBA, dan ITMG. Berikut adalah tiga alasan teknis di balik aksi tersebut:

1. Lindung Nilai (Hedging) terhadap Geopolitik. Eskalasi konflik di Timur Tengah sering kali memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi global. Dalam situasi ketidakpastian perang, harga komoditas energi seperti minyak bumi dan batubara cenderung meroket. Investor asing masuk ke saham batubara sebagai bentuk hedging atau perlindungan nilai portofolio mereka dari risiko inflasi energi.

2. Karakteristik “Defensive Stocks” dan Dividen. Saat saham perbankan (BBCA, BBNI) yang sangat sensitif terhadap suku bunga dan makroekonomi dilepas, investor mencari tempat “parkir” dana yang lebih aman. Saham batubara seperti PTBA dan ITMG dikenal sebagai emiten dengan dividend yield (imbal hasil dividen) yang tinggi. Investor cenderung mengoleksi saham ini karena memberikan kepastian pendapatan melalui dividen di tengah pasar yang fluktuatif.

3. Valuasi yang Menarik (Rotasi Sektor). Setelah saham perbankan reli cukup tinggi, harganya menjadi relatif mahal (premium). Penurunan IHSG menjadi momentum bagi investor asing untuk melakukan Profit Taking di saham bank, kemudian memindahkan dananya (Rebalancing) ke sektor energi yang valuasinya dianggap masih murah namun memiliki prospek fundamental yang kuat akibat kenaikan harga komoditas dunia. ****

 

Endang Suherman
Endang Suhermanhttps://asatunews.biz.id
Pusat komando informasi Asatunews.biz.id. Dari fluktuasi Bitcoin di pasar London hingga taktik strategi di Premier League, kami menyaring ribuan informasi global untuk menyajikannya secara ringkas, akurat, dan berintegritas. Berpatokan pada prinsip 'Resilience Over Returns', kami memastikan informasi yang Anda terima adalah amunisi terbaik untuk navigasi di era ketidakpastian.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERKINI

Rupiah Terperosok ke Rp17.143 Usai AS Blokade Laut Iran, Ancaman Selat Hormuz Picu Risiko Energi

Rupiah anjlok ke level Rp17.143 per dolar AS menyusul blokade laut Amerika Serikat terhadap Iran. Simak dampak eskalasi Selat Hormuz bagi ekonomi RI. JAKARTA, ASATUNEWS.BIZ.ID – Nilai...

Indodax Luncurkan 7 Saham Global Berbasis Blockchain, Dari Tesla Hingga NVIDIA Kini Bisa Dibeli 24 Jam

Indodax luncurkan 7 aset tokenized stocks (Tesla, NVIDIA, Apple) berbasis blockchain Solana. Akses saham global 24 jam dengan sistem fraksional bagi investor RI. JAKARTA, ASATUNEWS.BIZ.ID– Platform...

Pakistan Cabut Larangan 7 Tahun, Perbankan Kini Resmi Bisa Layani Penyedia Jasa Kripto

Pakistan resmi mencabut larangan 7 tahun bagi bank untuk melayani penyedia jasa kripto. Simak aturan baru State Bank of Pakistan dan UU Aset Virtual 2026. ISLAMABAD,...

IHSG Parkir di Level 7.623 Akibat Profit Taking, Efek Blokade Selat Hormuz Mulai Bayangi Bursa

IHSG ditutup melemah ke 7.623 pada Rabu (15/4/2026) akibat profit taking dan kekhawatiran blokade Selat Hormuz. Simak analisis S&P terhadap ekonomi RI. JAKARTA, ASATUNEWS.BIZ.ID – Indeks Harga...

Popular

BAMSOETNEWS.COM

Referensi Utama

NAVIGASI
POLITIK &
HUKUM

Menyajikan berita aktual, tajam, dan terpercaya langsung dari jantung kebijakan nasional.

Dinamika Parlemen
Analisis Hukum & Peradilan
Update Ekonomi Nasional
Straight News • Faktual • Objektif