Harga emas global melonjak di awal pekan, memicu reli saham tambang emas seperti Zijin Gold hingga 7,2%. Simak analisa harga emas terbaru di Asatunews Biz ID.
ASATUNEWS.BIZ.ID – Harga emas global mencatatkan penguatan signifikan pada perdagangan Senin (23/2/2026). Kenaikan ini tidak hanya mendorong harga komoditas secara fisik, tetapi juga memicu reli pada saham-saham pertambangan emas di bursa regional, termasuk di bursa Hong Kong dan Indonesia.
Seiring dengan lonjakan Indeks Hang Seng, sektor emas menjadi salah satu bintang lapangan. Perusahaan tambang emas raksasa seperti Zijin Gold International melonjak 7,2%, disusul oleh Zhaojin Mining yang naik 5,6%, serta Laopu Gold yang menguat 2,8%.
Di pasar domestik, sentimen ini memberikan angin segar bagi saham-saham berbasis komoditas. Para analis melihat bahwa meskipun minat risiko (risk-on) sedang tinggi akibat putusan Mahkamah Agung AS terkait pembatalan tarif Trump, emas tetap menjadi pilihan diversifikasi utama bagi investor institusi.
Ada beberapa alasan mengapa emas tetap bergerak menguat di tengah reli pasar saham:
-
Pelemahan Indeks Dolar: Putusan hukum di AS memicu spekulasi mengenai arah kebijakan ekonomi kedepan, yang dalam jangka pendek menekan posisi Dolar AS dan menguntungkan harga komoditas dalam denominasi USD.
-
Permintaan Fisik di Asia: Momentum pasca-Tahun Baru Imlek di China dan Hong Kong menunjukkan permintaan emas fisik yang tetap solid, baik untuk perhiasan maupun investasi batangan.
-
Ketidakpastian Makro Jangka Panjang: Meskipun tensi perdagangan mereda, investor tetap mempertahankan aset safe haven sebagai antisipasi terhadap volatilitas kebijakan global di masa depan.
Dengan posisi saat ini, emas diprediksi akan menguji level resistance baru. Bagi investor di Indonesia, pergerakan harga emas Antam dan Pegadaian diperkirakan akan mengikuti tren penguatan global ini, ditambah dengan fluktuasi nilai tukar Rupiah yang saat ini berada di kisaran dinamis. *****
