🔥 CRYPTO UPDATE: 🚀 BITCOIN (BTC): $92.450 (+1,52%) 💎 ETHEREUM (ETH): $3.850 (+0,85%) 🔸 BINANCE (BNB): $615,20 (-0,12%) ☀️ SOLANA (SOL): $185,45 (+2,10%) 💰 BTC/IDR: Rp 1,45 Miliar 📊 SENTIMEN: Extreme Greed (78)
MARKET WATCH
USD/IDR 17.150 (-0.45%) EUR/IDR 18.620 (-0.12%) OIL BRENT US$120.40 (+3.20%) GOLD US$4.185 (-1.15%) IHSG 7.120 (-0.85%) NASDAQ 18.420 (+0.55%) BITCOIN US$92.100 (+2.10%)
USD/IDR 17.150 (-0.45%) EUR/IDR 18.620 (-0.12%) OIL BRENT US$120.40 (+3.20%) GOLD US$4.185 (-1.15%) IHSG 7.120 (-0.85%) NASDAQ 18.420 (+0.55%) BITCOIN US$92.100 (+2.10%)
BerandaKOMODITASEmasHarga Emas Global Melambung: Safe Haven Tetap Berkilau di Tengah Optimisme Pasar...

Harga Emas Global Melambung: Safe Haven Tetap Berkilau di Tengah Optimisme Pasar Asia

-

Harga emas global melonjak di awal pekan, memicu reli saham tambang emas seperti Zijin Gold hingga 7,2%. Simak analisa harga emas terbaru di Asatunews Biz ID.

ASATUNEWS.BIZ.ID – Harga emas global mencatatkan penguatan signifikan pada perdagangan Senin (23/2/2026). Kenaikan ini tidak hanya mendorong harga komoditas secara fisik, tetapi juga memicu reli pada saham-saham pertambangan emas di bursa regional, termasuk di bursa Hong Kong dan Indonesia.

Seiring dengan lonjakan Indeks Hang Seng, sektor emas menjadi salah satu bintang lapangan. Perusahaan tambang emas raksasa seperti Zijin Gold International melonjak 7,2%, disusul oleh Zhaojin Mining yang naik 5,6%, serta Laopu Gold yang menguat 2,8%.

Di pasar domestik, sentimen ini memberikan angin segar bagi saham-saham berbasis komoditas. Para analis melihat bahwa meskipun minat risiko (risk-on) sedang tinggi akibat putusan Mahkamah Agung AS terkait pembatalan tarif Trump, emas tetap menjadi pilihan diversifikasi utama bagi investor institusi.

Ada beberapa alasan mengapa emas tetap bergerak menguat di tengah reli pasar saham:

  1. Pelemahan Indeks Dolar: Putusan hukum di AS memicu spekulasi mengenai arah kebijakan ekonomi kedepan, yang dalam jangka pendek menekan posisi Dolar AS dan menguntungkan harga komoditas dalam denominasi USD.

  2. Permintaan Fisik di Asia: Momentum pasca-Tahun Baru Imlek di China dan Hong Kong menunjukkan permintaan emas fisik yang tetap solid, baik untuk perhiasan maupun investasi batangan.

  3. Ketidakpastian Makro Jangka Panjang: Meskipun tensi perdagangan mereda, investor tetap mempertahankan aset safe haven sebagai antisipasi terhadap volatilitas kebijakan global di masa depan.

Dengan posisi saat ini, emas diprediksi akan menguji level resistance baru. Bagi investor di Indonesia, pergerakan harga emas Antam dan Pegadaian diperkirakan akan mengikuti tren penguatan global ini, ditambah dengan fluktuasi nilai tukar Rupiah yang saat ini berada di kisaran dinamis. *****

Endang Suherman
Endang Suhermanhttps://asatunews.biz.id
Pusat komando informasi Asatunews.biz.id. Dari fluktuasi Bitcoin di pasar London kami menyaring ribuan informasi global untuk menyajikannya secara ringkas, akurat, dan berintegritas. Berpatokan pada prinsip 'Resilience Over Returns', kami memastikan informasi yang Anda terima adalah amunisi terbaik untuk navigasi di era ketidakpastian.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERKINI

Survei BI: Kredit Baru Diprakirakan Naik pada Triwulan IV 2026, SBT Capai 91,31%

Survei Perbankan BI memproyeksikan penyaluran kredit baru naik pada triwulan IV 2026 dengan SBT 91,31%. Pertumbuhan kredit tahunan diperkirakan 8,20%. Bank Indonesia (BI) memproyeksikan penyaluran kredit...

Pasar Global Tertekan, Kekhawatiran Investasi AI dan Konflik Timur Tengah Bayangi Laporan Laba Teknologi

Pasar saham global tertekan pada 22 Oktober 2026. Kekhawatiran pendanaan AI, pelemahan saham teknologi, dan kenaikan minyak di tengah ketegangan Timur Tengah membayangi laporan laba...

Harga Minyak Dunia Melonjak 3%, Serangan ke Ladang Minyak Saudi Picu Kekhawatiran Pasokan

Harga minyak Brent menembus US$112 per barel setelah serangan di Arab Saudi meningkatkan kekhawatiran gangguan pasokan dan eskalasi konflik Timur Tengah. Harga minyak mentah dunia melonjak...

Emas Dunia Turun di Bawah US$4.100, Harga Perak Ikut Tertekan Lonjakan Minyak

Harga emas dunia turun di bawah US$4.100 per ounce pada 22 Oktober 2026. Lonjakan minyak memicu kekhawatiran inflasi dan ekspektasi suku bunga tinggi. Pasar logam mulia...

Popular

BAMSOETNEWS.COM

Referensi Utama

NAVIGASI
POLITIK &
HUKUM

Menyajikan berita aktual, tajam, dan terpercaya langsung dari jantung kebijakan nasional.

✔ Dinamika Parlemen
✔ Analisis Hukum & Peradilan
✔ Update Ekonomi Nasional
Straight News • Faktual • Objektif