🔥 CRYPTO UPDATE: 🚀 BITCOIN (BTC): $92.450 (+1,52%) 💎 ETHEREUM (ETH): $3.850 (+0,85%) 🔸 BINANCE (BNB): $615,20 (-0,12%) ☀️ SOLANA (SOL): $185,45 (+2,10%) 💰 BTC/IDR: Rp 1,45 Miliar 📊 SENTIMEN: Extreme Greed (78)
MARKET WATCH
USD/IDR 17.150 (-0.45%) EUR/IDR 18.620 (-0.12%) OIL BRENT US$120.40 (+3.20%) GOLD US$4.185 (-1.15%) IHSG 7.120 (-0.85%) NASDAQ 18.420 (+0.55%) BITCOIN US$92.100 (+2.10%)
USD/IDR 17.150 (-0.45%) EUR/IDR 18.620 (-0.12%) OIL BRENT US$120.40 (+3.20%) GOLD US$4.185 (-1.15%) IHSG 7.120 (-0.85%) NASDAQ 18.420 (+0.55%) BITCOIN US$92.100 (+2.10%)
BerandaPASAR MODALIHSGIHSG Anjlok 1,51 Persen, Sentimen Global dan Domestik Tekan Pasar Saham

IHSG Anjlok 1,51 Persen, Sentimen Global dan Domestik Tekan Pasar Saham

-

IHSG ditutup turun 1,51 persen ke level 6.147,86 akibat tekanan sentimen global dan domestik, kenaikan imbal hasil obligasi AS, harga minyak, serta perubahan aturan perdagangan BEI.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah pada perdagangan Senin, tertekan kombinasi sentimen global dan domestik.

IHSG turun 94,03 poin atau 1,51 persen ke posisi 6.147,86. Sementara itu, indeks LQ45 yang mengukur kinerja 45 saham unggulan melemah 9,30 poin atau 1,50 persen ke level 611,81.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan tekanan terhadap IHSG berasal dari faktor eksternal maupun internal.

Dari eksternal, bursa regional Asia cenderung melemah seiring kembali meningkatnya ketidakpastian di Timur Tengah dan kenaikan harga minyak.

Salah satu sentimen yang menjadi perhatian adalah pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menolak proposal terbaru Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz. Trump juga menyebut Teheran telah bertindak berlebihan dan berharap negosiasi dapat kembali berlangsung pada pekan ini.Imbal Hasil Obligasi AS Jadi Perhatian

Sentimen negatif lainnya berasal dari kenaikan imbal hasil obligasi Pemerintah AS. Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun mendekati 5,17 persen.

Kenaikan tersebut memunculkan kekhawatiran mengenai semakin ketatnya kondisi keuangan global dan kemungkinan berlanjutnya kenaikan suku bunga.

Presiden Federal Reserve Bank of Cleveland Beth Hammack mengatakan faktor-faktor tersebut, ditambah kekhawatiran terhadap utang pemerintah, turut berkontribusi terhadap kenaikan imbal hasil obligasi Treasury jangka panjang.

Dari dalam negeri, Nico mengatakan perhatian pasar juga tertuju pada tingginya harga minyak yang berpotensi memberikan tekanan terhadap kondisi fiskal.

BEI Ubah Batas Bawah Harga Saham

Di tengah tekanan pasar, BEI resmi mengubah batas bawah harga saham dari sebelumnya Rp50 menjadi Rp1.

Penyesuaian tersebut merupakan bagian dari reformasi pasar modal dan dinilai sebagai respons terhadap perhatian terhadap struktur pasar modal domestik, termasuk yang berkaitan dengan evaluasi MSCI.

Pada saat yang sama, BEI memperketat kriteria Full Call Auction (FCA) dengan menghapus pemicu nonfundamental. Perubahan tersebut menyebabkan 92 saham keluar dari Papan Pemantauan Khusus.

Menurut Nico, penyesuaian aturan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kepercayaan investor institusi global serta menunjukkan bahwa pasar modal Indonesia semakin terbuka, transparan, dan adaptif.

Namun, perubahan tersebut juga berpotensi menimbulkan tekanan psikologis bagi sebagian investor ritel. Kondisi itu, menurut Nico, juga rawan dimanfaatkan spekulan untuk melakukan manipulasi harga dalam jangka pendek.

IHSG Bertahan di Zona Merah

IHSG dibuka melemah dan bertahan di teritori negatif hingga penutupan sesi pertama perdagangan. Pada sesi kedua, indeks kembali berada di zona merah hingga perdagangan berakhir.

Berdasarkan indeks sektoral IDX-IC, terdapat sektor yang menguat dan sektor yang melemah. Sektor teknologi tercatat naik 0,05 persen, sedangkan sektor energi menguat 0,04 persen.

Di sisi lain, sejumlah sektor mengalami tekanan. Sektor yang disebut mengalami penurunan antara lain sektor barang baku sebesar 3,09 persen dan sektor barang konsumen nonprimer sebesar 2,57 persen.

Sejumlah saham yang mengalami penguatan harga terbesar antara lain TAMU, BLTA, MIRA, PBRX, dan PPRO. Sementara saham yang mengalami pelemahan terbesar antara lain FORU, TRUE, SHID, MGNA, dan LIFE.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1,63 juta transaksi dengan volume 34,07 miliar lembar saham senilai Rp12,57 triliun. Sebanyak 192 saham naik, 554 saham turun, dan 217 saham tidak mengalami perubahan harga.

Bursa Asia Mayoritas Melemah

Tekanan juga terlihat pada sejumlah bursa saham regional Asia.

Indeks Nikkei melemah 0,69 persen ke 65.908,00. Indeks Shanghai turun 1,67 persen ke 3.823,62. Indeks Kuala Lumpur melemah 2,70 persen ke 6.889,74.

Sementara itu, indeks Hang Seng menguat 0,54 persen ke 24.642,51 dan indeks Straits Times naik 0,49 persen ke 5.739,01.

Pergerakan pasar global, harga minyak, imbal hasil obligasi AS, perkembangan geopolitik, serta perubahan kebijakan di pasar modal domestik menjadi sejumlah faktor yang mewarnai perdagangan saham Indonesia. Sumber

Endang Suherman
Endang Suhermanhttps://asatunews.biz.id
Pusat komando informasi Asatunews.biz.id. Dari fluktuasi Bitcoin di pasar London kami menyaring ribuan informasi global untuk menyajikannya secara ringkas, akurat, dan berintegritas. Berpatokan pada prinsip 'Resilience Over Returns', kami memastikan informasi yang Anda terima adalah amunisi terbaik untuk navigasi di era ketidakpastian.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERKINI

Survei BI: Kredit Baru Diprakirakan Naik pada Triwulan IV 2026, SBT Capai 91,31%

Survei Perbankan BI memproyeksikan penyaluran kredit baru naik pada triwulan IV 2026 dengan SBT 91,31%. Pertumbuhan kredit tahunan diperkirakan 8,20%. Bank Indonesia (BI) memproyeksikan penyaluran kredit...

Pasar Global Tertekan, Kekhawatiran Investasi AI dan Konflik Timur Tengah Bayangi Laporan Laba Teknologi

Pasar saham global tertekan pada 22 Oktober 2026. Kekhawatiran pendanaan AI, pelemahan saham teknologi, dan kenaikan minyak di tengah ketegangan Timur Tengah membayangi laporan laba...

Harga Minyak Dunia Melonjak 3%, Serangan ke Ladang Minyak Saudi Picu Kekhawatiran Pasokan

Harga minyak Brent menembus US$112 per barel setelah serangan di Arab Saudi meningkatkan kekhawatiran gangguan pasokan dan eskalasi konflik Timur Tengah. Harga minyak mentah dunia melonjak...

Emas Dunia Turun di Bawah US$4.100, Harga Perak Ikut Tertekan Lonjakan Minyak

Harga emas dunia turun di bawah US$4.100 per ounce pada 22 Oktober 2026. Lonjakan minyak memicu kekhawatiran inflasi dan ekspektasi suku bunga tinggi. Pasar logam mulia...

Popular

BAMSOETNEWS.COM

Referensi Utama

NAVIGASI
POLITIK &
HUKUM

Menyajikan berita aktual, tajam, dan terpercaya langsung dari jantung kebijakan nasional.

✔ Dinamika Parlemen
✔ Analisis Hukum & Peradilan
✔ Update Ekonomi Nasional
Straight News • Faktual • Objektif