Dugaan insider trading guncang pasar minyak (25/3/2026). Trader bertaruh US$170 juta tepat 15 menit sebelum Trump batalkan serangan ke Iran. Simak kronologinya.
NEW YORK, ASATUNEWS.BIZ.ID – Dunia finansial global diguncang dugaan kebocoran informasi rahasia (insider trading) setelah jumlah transaksi minyak melambung tinggi beberapa menit sebelum Presiden AS Donald Trump mengumumkan penundaan gempuran ke sarana energi Iran.
Berdasarkan data pasar yang dikaji oleh BBC, volume transaksi minyak WTI di New York Mercantile Exchange (Nymex) membengkak cuma 15 menit sebelum Trump mempublikasikan pernyataan di media sosial Truth Social. Data memperlihatkan bahwa pada pukul 06.49 waktu AS (10.49 GMT), terdapat 734 taruhan kontrak minyak, yang kemudian membumbung menjadi 2.168 kontrak hanya semenit kemudian—senilai angka fantastis US$170 juta (sekitar Rp2,7 triliun).
Sesaat sesudah Trump menyatakan bahwa AS telah menjalin “perbincangan yang amat bagus dan maju” dengan Teheran, harga minyak mentah langsung anjlok hingga 14% dalam beberapa menit, menyentuh angka US$84 per barel. Para pedagang yang telah memasang taruhan “jual” sejenak sebelum pengumuman tersebut dipastikan meraup laba miliaran rupiah dari pergerakan yang tak diduga ini.
“Ini kelihatan amat tidak lazim. Saat itu, tanpa ada sinyal bahwa pembicaraan penting sedang terjadi antara AS dan Iran. Menaruh dana sebanyak itu pada melorotnya harga minyak memunculkan pertanyaan besar,” tutur Mukesh Sahdev, kepala penilai minyak di XAnalysts.
Dugaan adanya petinggi administrasi yang membocorkan informasi demi keuntungan pribadi kini sedang menjadi sorotan. Seorang juru bicara Gedung Putih menegaskan kepada The Financial Times bahwa pihaknya tidak akan memperbolehkan pegawai mana pun yang secara ilegal mengambil untung dari pengetahuan internal.
Sebelumnya, pasar sempat berada dalam situasi tegang setelah Trump mengancam akan menghancurkan instalasi listrik Iran jika Selat Hormuz tidak dibuka lagi dalam waktu 48 jam. Namun, pergeseran sikap mendadak melalui muat media sosial pada Senin pagi tersebut justru menjadi lahan profit bagi pihak-pihak yang diduga telah mengetahui langkah presiden lebih awal.
Sumber: Anadolu Agency
