Transaksi saham BYAN menjadi sorotan setelah Low Tuck Kwong membeli 100 juta saham di Rp11.200, sementara pengalihan saham kepada Jhonlin Baratama dilakukan pada Rp2.588 per saham.
Rangkaian transaksi jumbo saham emiten batu bara PT Bayan Resources Tbk (BYAN) yang melibatkan konglomerat Low Tuck Kwong dan PT Jhonlin Baratama—perusahaan milik pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam—menjadi sorotan utama pelaku pasar modal (CNBC Indonesia, 16 Oktober 2026; CNN Indonesia, 16 Oktober 2026). Perhatian investor tertuju pada perbedaan harga mencolok antara transaksi pengalihan saham blok dengan aksi borong saham di pasar sekunder.
Low Tuck Kwong tercatat kembali memborong sekitar 100 juta saham BYAN pada harga pasar Rp11.200 per saham (IDNFinancials, 15 Oktober 2026). Nilai ini kontras dengan harga pengalihan saham BYAN kepada PT Jhonlin Baratama yang dipatok sebesar Rp2.588 per saham dalam transaksi sebelumnya (CNBC Indonesia, 16 Oktober 2026; Bisnis.com, 16 Oktober 2026).
Kronologi Manuver Saham BYAN
Berdasarkan data keterbukaan informasi dan laporan bursa, aksi pengalihan serta pembelian saham BYAN berlangsung dalam beberapa tahap:
-
7 Oktober 2026 — Pengalihan Saham ke Jhonlin Baratama:
PT Jhonlin Baratama menyelesaikan pembelian sekitar 10,084 miliar saham BYAN milik Low Tuck Kwong dan Elaine Low dengan harga disepakati Rp2.588 per saham (Bisnis.com, 16 Oktober 2026). Nilai total pengalihan ini mencapai sekitar Rp26,09 triliun, yang menempatkan porsi kepemilikan Jhonlin di BYAN sebesar 30,25% (Bisnis.com, 16 Oktober 2026).
-
14 Oktober 2026 — Low Tuck Kwong Borong Saham di Harga Pasar:
Pasca-pengalihan saham ke Jhonlin, Low Tuck Kwong melakukan aksi beli (buyback) sebanyak 100.001.000 saham BYAN pada harga Rp11.200 per saham untuk tujuan investasi (CNN Indonesia, 16 Oktober 2026; IDNFinancials, 15 Oktober 2026). Transaksi senilai Rp1,12 triliun tersebut meningkatkan porsi kepemilikan pribadinya kembali menjadi sekitar 10,25% (CNBC Indonesia, 15 Oktober 2026; Bisnis.com, 16 Oktober 2026).
-
16 Oktober 2026 — Penjualan 650 Juta Saham Tambahan:
Laporan terpisah menyebutkan adanya transaksi penjualan 650 juta saham BYAN pada harga Rp2.588 per saham dengan nilai mencapai Rp1,68 triliun (CNBC Indonesia, 16 Oktober 2026).
Perbandingan Harga dan Konteks Pasar
Perbedaan antara harga pembelian di pasar sekunder (Rp11.200) dan harga pengalihan blok (crossing) kepada Jhonlin Baratama (Rp2.588) mencatatkan selisih nominal sebesar Rp8.612 per saham (IDNFinancials, 15 Oktober 2026). Harga pengalihan sebesar Rp2.588 tercatat sekitar 76,9% lebih rendah dibandingkan harga pelaksanaan pembelian pasar.
Analis pasar modal mengingatkan bahwa kedua transaksi ini memiliki konteks, mekanisme, dan waktu kesepakatan yang berbeda (Bisnis.com, 16 Oktober 2026). Harga pengalihan saham blok antar-pemegang saham umumnya didasarkan pada perjanjian strategis jangka panjang (negotiated deal), sementara pembelian 100 juta saham oleh Low Tuck Kwong mengacu pada harga reguler yang berlaku di bursa (IDNFinancials, 15 Oktober 2026; Bisnis.com, 16 Oktober 2026).
Hingga saat ini, manajemen PT Bayan Resources Tbk dan pihak terkait terus melengkapi laporan administrasi keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) guna memastikan transparansi struktur pengendalian serta kepemilikan saham perusahaan di mata publik. (Asatu-01)
