Wall Street cetak rekor baru! S&P 500 dan Nasdaq melesat setelah Donald Trump umumkan gencatan senjata Israel-Lebanon dan potensi kesepakatan dengan Iran.
NEW YORK, ASATUNEWS.BIZ.ID – Bursa saham Amerika Serikat ditutup menguat pada perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB), dengan indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite kembali mencetak rekor tertinggi baru. Sentimen positif ini dipicu oleh optimisme investor terhadap resolusi konflik di Timur Tengah.
Dikutip dari Investopedia, indeks Nasdaq melonjak 0,4%, S&P 500 naik 0,3%, dan Dow Jones Industrial Average menguat 0,2%. Pencapaian ini menandai rekor penutupan bagi Nasdaq dan S&P 500 selama dua hari berturut-turut, sekaligus menjadi hari ke-12 kenaikan beruntun bagi Nasdaq.
Katalis utama pergerakan pasar hari ini adalah unggahan Presiden Donald Trump di Truth Social. Trump mengumumkan bahwa Presiden Lebanon Joseph Aoun dan PM Israel Benjamin Netanyahu telah menyepakati gencatan senjata formal selama 10 hari yang dimulai pukul 17.00 EST.
Lebih lanjut, Trump menyatakan rencana untuk mengundang kedua pemimpin tersebut ke Gedung Putih guna memulai pembicaraan damai yang signifikan. Mengutip laporan The Wall Street Journal, Trump juga memberikan sinyal bahwa AS dan Iran kemungkinan akan bertemu akhir pekan ini setelah tujuh minggu pertempuran sengit. “Kami sudah sangat dekat untuk mencapai kesepakatan,” tulis Trump.
David Nicholas, CEO dan Pendiri XFUNDs oleh Nicholas Wealth, menilai bahwa meski pasar mungkin akan memasuki fase konsolidasi, optimisme tetap tinggi. “Melihat kekuatan pendapatan emiten dan kemajuan di garis depan perang, saya sangat optimis bahwa masa-masa terburuk telah kita lalui,” ujarnya.
Di pasar komoditas, harga minyak dunia merangkak naik di tengah aksi blokade AS di Selat Hormuz, namun tetap terjaga di bawah level psikologis US$ 100 per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 2,4% ke US$ 93,50, sementara Brent naik 4,7% ke level US$ 99,39 per barel.
Di sisi lain, indeks dolar AS menguat tipis 0,2% ke level 98,23, sementara imbal hasil obligasi Treasury 10-tahun naik menjadi 4,31%. Di pasar kripto, Bitcoin menunjukkan ketangguhannya dengan diperdagangkan di kisaran US$ 75.200, bangkit dari posisi terendah harian di US$ 73.400. Sementara itu, harga emas berjangka turun tipis 0,2% ke US$ 4.815 per ons.
Pergerakan saham teknologi raksasa “Magnificent Seven” terpantau variatif, dipimpin oleh kenaikan Microsoft (MSFT) sebesar 2,2%. Sebaliknya, Tesla (TSLA) terkoreksi 0,7% setelah reli tajam pada hari sebelumnya.
Analisis Asatunews: Fase Konsolidasi Menuju Normalisasi Pasar
Berdasarkan laporan Investopedia tersebut, tim Asatunews Intelijen merangkum analisis strategis berikut:
Rekor 12 hari beruntun Nasdaq menunjukkan bahwa pasar sedang melakukan pricing-in terhadap berakhirnya ketegangan geopolitik. Pengumuman gencatan senjata 10 hari adalah napas lega bagi investor, yang mengubah aliran modal dari aset safe haven kembali ke saham teknologi pertumbuhan tinggi.
Meskipun ada blokade di Selat Hormuz, fakta bahwa harga minyak tetap tertahan di bawah US$ 100 per barel memberikan sinyal bahwa pasar tidak lagi panik. Ini membantu meredakan ekspektasi inflasi yang sebelumnya sempat dikhawatirkan akan melonjak akibat gangguan pasokan.
Bitcoin yang mampu bertahan di atas US$ 75.000 meskipun saham bergerak ke rekor baru menunjukkan bahwa BTC mulai dipandang sebagai bagian dari diversifikasi portofolio arus utama, bukan sekadar aset spekulatif perang.
Pasar kini memasuki fase transisi. Keberhasilan diplomasi Trump dengan Iran akhir pekan ini akan menjadi ujian krusial. Jika kesepakatan tercapai, reli Wall Street berpotensi berlanjut, namun jika gagal, pasar berisiko mengalami koreksi teknis yang tajam setelah kenaikan beruntun selama hampir dua pekan. *****
