🔥 CRYPTO UPDATE: 🚀 BITCOIN (BTC): $92.450 (+1,52%) 💎 ETHEREUM (ETH): $3.850 (+0,85%) 🔸 BINANCE (BNB): $615,20 (-0,12%) ☀️ SOLANA (SOL): $185,45 (+2,10%) 💰 BTC/IDR: Rp 1,45 Miliar 📊 SENTIMEN: Extreme Greed (78)
MARKET WATCH
USD/IDR 17.150 (-0.45%) EUR/IDR 18.620 (-0.12%) OIL BRENT US$120.40 (+3.20%) GOLD US$4.185 (-1.15%) IHSG 7.120 (-0.85%) NASDAQ 18.420 (+0.55%) BITCOIN US$92.100 (+2.10%)
USD/IDR 17.150 (-0.45%) EUR/IDR 18.620 (-0.12%) OIL BRENT US$120.40 (+3.20%) GOLD US$4.185 (-1.15%) IHSG 7.120 (-0.85%) NASDAQ 18.420 (+0.55%) BITCOIN US$92.100 (+2.10%)
BerandaBISNISMakroAlarm Inflasi Global: Perang Iran vs AS-Israel Mulai Picu Kenaikan Harga Pangan...

Alarm Inflasi Global: Perang Iran vs AS-Israel Mulai Picu Kenaikan Harga Pangan dan Pupuk Dunia

-

Perang Iran vs AS-Israel picu lonjakan harga pupuk 40% & ancam stabilitas pangan global. Simak analisis dampak ekonomi Selat Hormuz terhadap inflasi makanan.

WASHINGTON, ASATUNEWS.BIZ.ID– Konflik bersenjata antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran kini mulai merambat ke sektor kebutuhan pokok. Para ekonom memperingatkan bahwa gangguan di Selat Hormuz tidak hanya memukul pasar energi, tetapi juga akan segera berdampak pada harga belanja di supermarket seluruh dunia melalui skema “Tiga F”: Fuel (Bahan Bakar), Fertilizer (Pupuk), dan Financial (Finansial).

Selat Hormuz merupakan jalur krusial yang mengangkut lebih dari seperempat minyak mentah jalur laut dunia. Disrupsi di wilayah ini secara otomatis mengerek biaya transportasi dan logistik. Chris Barrett, pakar ekonomi pertanian dari Cornell University, menyebutkan bahwa kenaikan harga minyak akan langsung membebani biaya pemrosesan dan pendinginan makanan.

Dampak paling nyata saat ini terlihat pada sektor pertanian. Berdasarkan laporan International Food Policy Research Institute (IFPRI), harga pupuk urea di Timur Tengah melonjak lebih dari US$90 per metrik ton hanya dalam satu minggu di awal Maret 2026—sebuah kenaikan sebesar 19%. Saat ini, harga pupuk dunia tercatat 40% lebih tinggi dibandingkan sebelum perang pecah.

Kawasan Teluk adalah pemasok utama input kunci seperti urea dan amonia. Kenaikan biaya energi dan gas alam yang menjadi bahan baku utama pupuk nitrogen diprediksi akan memaksa petani di negara-negara seperti Brasil, India, hingga Australia untuk mengurangi penggunaan pupuk, yang berisiko menurunkan hasil panen global.

Barrett memperkirakan harga pangan di AS dan Kanada akan naik sekitar 0,5% hingga 1% dalam satu hingga dua bulan ke depan. Namun, dampak yang jauh lebih parah diprediksi menghantam negara-negara miskin di Afrika, Asia, dan Amerika Latin yang bergantung pada impor pangan.

Selain biaya logistik, saluran finansial juga memperburuk keadaan. Inflasi yang dipicu oleh energi dan pangan mendorong suku bunga lebih tinggi, meningkatkan biaya pinjaman, dan memperkuat dolar AS, yang membuat biaya impor bagi negara-negara berkembang menjadi semakin mahal.

Para analis menekankan bahwa risiko terbesar saat ini bukanlah kelangkaan pangan mendadak, melainkan kenaikan biaya hidup yang stabil dan berkepanjangan jika blokade di Selat Hormuz tidak segera berakhir.

Sumber: Anadolu Agency

Endang Suherman
Endang Suhermanhttps://asatunews.biz.id
Pusat komando informasi Asatunews.biz.id. Dari fluktuasi Bitcoin di pasar London kami menyaring ribuan informasi global untuk menyajikannya secara ringkas, akurat, dan berintegritas. Berpatokan pada prinsip 'Resilience Over Returns', kami memastikan informasi yang Anda terima adalah amunisi terbaik untuk navigasi di era ketidakpastian.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERKINI

Survei BI: Kredit Baru Diprakirakan Naik pada Triwulan IV 2026, SBT Capai 91,31%

Survei Perbankan BI memproyeksikan penyaluran kredit baru naik pada triwulan IV 2026 dengan SBT 91,31%. Pertumbuhan kredit tahunan diperkirakan 8,20%. Bank Indonesia (BI) memproyeksikan penyaluran kredit...

Pasar Global Tertekan, Kekhawatiran Investasi AI dan Konflik Timur Tengah Bayangi Laporan Laba Teknologi

Pasar saham global tertekan pada 22 Oktober 2026. Kekhawatiran pendanaan AI, pelemahan saham teknologi, dan kenaikan minyak di tengah ketegangan Timur Tengah membayangi laporan laba...

Harga Minyak Dunia Melonjak 3%, Serangan ke Ladang Minyak Saudi Picu Kekhawatiran Pasokan

Harga minyak Brent menembus US$112 per barel setelah serangan di Arab Saudi meningkatkan kekhawatiran gangguan pasokan dan eskalasi konflik Timur Tengah. Harga minyak mentah dunia melonjak...

Emas Dunia Turun di Bawah US$4.100, Harga Perak Ikut Tertekan Lonjakan Minyak

Harga emas dunia turun di bawah US$4.100 per ounce pada 22 Oktober 2026. Lonjakan minyak memicu kekhawatiran inflasi dan ekspektasi suku bunga tinggi. Pasar logam mulia...

Popular

BAMSOETNEWS.COM

Referensi Utama

NAVIGASI
POLITIK &
HUKUM

Menyajikan berita aktual, tajam, dan terpercaya langsung dari jantung kebijakan nasional.

✔ Dinamika Parlemen
✔ Analisis Hukum & Peradilan
✔ Update Ekonomi Nasional
Straight News • Faktual • Objektif