Kurs rupiah hari ini (5/3/2026) melemah ke Rp16.896 per dolar AS. Simak dampak revisi prospek negatif dari Fitch Ratings dan ketegangan di Timur Tengah.
JAKARTA, ASATUNEWS.BIZ.ID – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka melemah pada perdagangan di Jakarta, Kamis (5/3/2026) pagi. Mata uang garuda terkoreksi tipis 4 poin atau 0,02 persen ke level Rp16.896 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada di posisi Rp16.892 per dolar AS.
Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, menjelaskan bahwa pelemahan rupiah pagi ini dipicu oleh kombinasi sentimen negatif dari pasar global dan domestik. Ketidakpastian yang berlanjut di kawasan Timur Tengah menjadi faktor utama yang menekan minat risiko (risk appetite) investor.
“Meningkatnya ketegangan di Timur Tengah tanpa adanya indikasi kompromi membebani sentimen pasar. Meskipun sempat ada kabar Iran menjajaki negosiasi damai dengan AS, namun otoritas Iran telah membantah laporan tersebut,” ujar Josua di Jakarta, Kamis (5/3/2026).
Dari sisi domestik, tekanan terhadap rupiah datang setelah lembaga pemeringkat internasional, Fitch Ratings, mengumumkan revisi prospek sovereign rating Indonesia dari “Stabil” menjadi “Negatif”, meskipun tetap mempertahankan peringkat pada level BBB (layak investasi).
Revisi ini mencerminkan kekhawatiran Fitch atas keberlanjutan posisi fiskal Indonesia, terutama terkait tekanan pengeluaran pemerintah yang meningkat tanpa disertai kenaikan pendapatan yang sepadan. Langkah Fitch ini menyusul sinyal peringatan serupa yang sebelumnya dikeluarkan oleh Moody’s.
Di sisi lain, penguatan dolar AS juga didukung oleh data pasar tenaga kerja Amerika Serikat yang membaik. Data ADP Employment Change mencatat peningkatan menjadi 63 ribu pada Februari 2026, jauh melampaui ekspektasi pasar yang sebesar 50 ribu. Selain itu, ISM Services Index AS naik secara mengejutkan ke level 56,1.
Meskipun indeks S&P Global US Services PMI sempat turun ke 51,7, data tenaga kerja yang kuat memberikan ruang bagi dolar AS untuk tetap tangguh di pasar global.
Menimbang berbagai faktor tersebut, nilai tukar rupiah diproyeksikan akan bergerak fluktuatif pada sesi perdagangan hari ini. “Rupiah diproyeksikan akan diperdagangkan dalam kisaran Rp16.850 hingga Rp16.975 per dolar AS sepanjang hari ini,” pungkas Josua. ****
