Saham MARA Holdings melonjak 17% setelah menggandeng Starwood Capital membangun data center AI di AS, target kapasitas hingga 2,5 gigawatt.
JAKARTA, ASATUNEWS.BIZ.ID — Saham MARA Holdings melonjak 17% setelah perusahaan penambang bitcoin tersebut mengumumkan kemitraan strategis dengan Starwood Capital Group untuk membangun pusat data berskala besar di berbagai lokasi mereka di Amerika Serikat.
Pengumuman kerja sama itu disampaikan pada Kamis (26/2/2026) waktu setempat. Dalam perjanjian tersebut, sejumlah lokasi milik MARA yang awalnya dikembangkan untuk aktivitas penambangan bitcoin akan dialihkan menjadi fasilitas pusat data yang melayani kebutuhan komputasi cloud perusahaan dan kecerdasan buatan (AI).
Starwood, yang mengelola aset lebih dari US$125 miliar, akan memimpin desain, konstruksi, serta pencarian penyewa melalui unit pusat datanya, Starwood Digital Ventures.
Kedua perusahaan menargetkan pengiriman kapasitas komputasi sekitar 1 gigawatt dalam waktu dekat, dengan rencana ekspansi hingga lebih dari 2,5 gigawatt dalam jangka panjang. Proyek-proyek tersebut akan dibiayai dan dioperasikan secara bersama.
Langkah ini menjadi perubahan strategi besar bagi MARA. Selama ini perusahaan dikenal sebagai pemain utama di industri penambangan bitcoin, namun kini mulai memanfaatkan kepemilikan lokasi dengan akses langsung ke pasokan listrik besar.
Akses terhadap daya listrik tersebut menjadi aset penting di tengah meningkatnya kebutuhan perusahaan teknologi akan energi untuk pembangunan pusat data AI.
Peralihan strategi MARA sejalan dengan tren sejumlah perusahaan penambang bitcoin yang mengubah infrastruktur mereka untuk memenuhi lonjakan permintaan komputasi AI.
Perubahan arah ini mulai terlihat setelah peristiwa halving bitcoin terbaru yang memangkas imbalan penambang hingga setengahnya. Dengan kenaikan biaya listrik, pelemahan harga bitcoin, serta persaingan yang semakin ketat, margin keuntungan industri penambangan tertekan sehingga mendorong banyak perusahaan untuk melakukan diversifikasi.
Baru-baru ini, perusahaan penambang bitcoin Bitfarms juga mengumumkan rebranding menjadi Keel Infrastructure sebagai bagian dari strategi peralihan menuju pengembangan pusat data untuk komputasi berkinerja tinggi (HPC) dan beban kerja AI.
Meski melakukan ekspansi ke sektor pusat data AI, MARA menegaskan tidak meninggalkan identitasnya sebagai perusahaan penambang bitcoin.
CEO MARA, Fred Thiel, dalam surat kepada pemegang saham menyatakan bahwa bitcoin tetap menjadi pilar utama strategi perusahaan.
“Bitcoin remains a core pillar of MARA’s strategy,” tulis Thiel. Ia juga menambahkan bahwa meskipun waktu pemulihan harga bitcoin sulit diprediksi, keyakinan jangka panjang perusahaan terhadap aset tersebut tidak berubah.
Selain pengumuman kemitraan, MARA juga melaporkan kinerja keuangan kuartal keempat. Pendapatan tercatat turun 6% menjadi US$202,3 juta, dibandingkan US$214,4 juta pada kuartal IV 2024.
Penurunan tersebut disebabkan oleh turunnya rata-rata harga bitcoin yang ditambang sebesar 14% selama periode tersebut. ****
