🔥 CRYPTO UPDATE: 🚀 BITCOIN (BTC): $92.450 (+1,52%) 💎 ETHEREUM (ETH): $3.850 (+0,85%) 🔸 BINANCE (BNB): $615,20 (-0,12%) ☀️ SOLANA (SOL): $185,45 (+2,10%) 💰 BTC/IDR: Rp 1,45 Miliar 📊 SENTIMEN: Extreme Greed (78)
MARKET WATCH
USD/IDR 17.150 (-0.45%) EUR/IDR 18.620 (-0.12%) OIL BRENT US$120.40 (+3.20%) GOLD US$4.185 (-1.15%) IHSG 7.120 (-0.85%) NASDAQ 18.420 (+0.55%) BITCOIN US$92.100 (+2.10%)
USD/IDR 17.150 (-0.45%) EUR/IDR 18.620 (-0.12%) OIL BRENT US$120.40 (+3.20%) GOLD US$4.185 (-1.15%) IHSG 7.120 (-0.85%) NASDAQ 18.420 (+0.55%) BITCOIN US$92.100 (+2.10%)
BerandaCRYPTOBitcoinSaham MARA Holdings Melonjak 17% Usai Gandeng Starwood Capital Bangun Data Center...

Saham MARA Holdings Melonjak 17% Usai Gandeng Starwood Capital Bangun Data Center AI

-

Saham MARA Holdings melonjak 17% setelah menggandeng Starwood Capital membangun data center AI di AS, target kapasitas hingga 2,5 gigawatt.

JAKARTA, ASATUNEWS.BIZ.ID — Saham MARA Holdings melonjak 17% setelah perusahaan penambang bitcoin tersebut mengumumkan kemitraan strategis dengan Starwood Capital Group untuk membangun pusat data berskala besar di berbagai lokasi mereka di Amerika Serikat.

Pengumuman kerja sama itu disampaikan pada Kamis (26/2/2026) waktu setempat. Dalam perjanjian tersebut, sejumlah lokasi milik MARA yang awalnya dikembangkan untuk aktivitas penambangan bitcoin akan dialihkan menjadi fasilitas pusat data yang melayani kebutuhan komputasi cloud perusahaan dan kecerdasan buatan (AI).

Starwood, yang mengelola aset lebih dari US$125 miliar, akan memimpin desain, konstruksi, serta pencarian penyewa melalui unit pusat datanya, Starwood Digital Ventures.

Kedua perusahaan menargetkan pengiriman kapasitas komputasi sekitar 1 gigawatt dalam waktu dekat, dengan rencana ekspansi hingga lebih dari 2,5 gigawatt dalam jangka panjang. Proyek-proyek tersebut akan dibiayai dan dioperasikan secara bersama.

Langkah ini menjadi perubahan strategi besar bagi MARA. Selama ini perusahaan dikenal sebagai pemain utama di industri penambangan bitcoin, namun kini mulai memanfaatkan kepemilikan lokasi dengan akses langsung ke pasokan listrik besar.

Akses terhadap daya listrik tersebut menjadi aset penting di tengah meningkatnya kebutuhan perusahaan teknologi akan energi untuk pembangunan pusat data AI.

Peralihan strategi MARA sejalan dengan tren sejumlah perusahaan penambang bitcoin yang mengubah infrastruktur mereka untuk memenuhi lonjakan permintaan komputasi AI.

Perubahan arah ini mulai terlihat setelah peristiwa halving bitcoin terbaru yang memangkas imbalan penambang hingga setengahnya. Dengan kenaikan biaya listrik, pelemahan harga bitcoin, serta persaingan yang semakin ketat, margin keuntungan industri penambangan tertekan sehingga mendorong banyak perusahaan untuk melakukan diversifikasi.

Baru-baru ini, perusahaan penambang bitcoin Bitfarms juga mengumumkan rebranding menjadi Keel Infrastructure sebagai bagian dari strategi peralihan menuju pengembangan pusat data untuk komputasi berkinerja tinggi (HPC) dan beban kerja AI.

Meski melakukan ekspansi ke sektor pusat data AI, MARA menegaskan tidak meninggalkan identitasnya sebagai perusahaan penambang bitcoin.

CEO MARA, Fred Thiel, dalam surat kepada pemegang saham menyatakan bahwa bitcoin tetap menjadi pilar utama strategi perusahaan.

“Bitcoin remains a core pillar of MARA’s strategy,” tulis Thiel. Ia juga menambahkan bahwa meskipun waktu pemulihan harga bitcoin sulit diprediksi, keyakinan jangka panjang perusahaan terhadap aset tersebut tidak berubah.

Selain pengumuman kemitraan, MARA juga melaporkan kinerja keuangan kuartal keempat. Pendapatan tercatat turun 6% menjadi US$202,3 juta, dibandingkan US$214,4 juta pada kuartal IV 2024.

Penurunan tersebut disebabkan oleh turunnya rata-rata harga bitcoin yang ditambang sebesar 14% selama periode tersebut. ****

Endang Suherman
Endang Suhermanhttps://asatunews.biz.id
Pusat komando informasi Asatunews.biz.id. Dari fluktuasi Bitcoin di pasar London hingga taktik strategi di Premier League, kami menyaring ribuan informasi global untuk menyajikannya secara ringkas, akurat, dan berintegritas. Berpatokan pada prinsip 'Resilience Over Returns', kami memastikan informasi yang Anda terima adalah amunisi terbaik untuk navigasi di era ketidakpastian.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERKINI

Sentimen Geopolitik Memanas dan Efek Inflasi AS, Rupiah Ambles ke Level Rp 17.668 per Dolar AS

Nilai tukar rupiah ditutup melemah di level Rp 17.668 per dolar AS (18/5/2026). Pengamat sebut dipicu oleh risiko inflasi energi AS dan eskalasi geopolitik global. Tekanan...

Cetak Rekor Baru Tembus 81.511 Dolar AS, Reli Bitcoin Dipicu Efek ‘CLARITY Act’ dan Short Squeeze Masif

Harga Bitcoin tembus rekor 81.511 dolar AS dipicu sentimen positif RUU CLARITY Act di Senat AS dan fenomena short squeeze masif senilai 71 juta dolar...

Krisis Timur Tengah Mulai Hantam Ekonomi Riil Korea Selatan, Indeks KOSPI Longsor 6 Persen

Menkeu Korsel Koo Yun-cheol sebut Krisis Timur Tengah mulai hantam ekonomi riil. Indeks saham KOSPI anjlok 6% dipicu inflasi dan aksi jual masif. Dampak rembetan dari...

Strategi Efisiensi Global, Starbucks Umumkan PHK 300 Karyawan Sektor Pendukung di AS

Di bawah strategi "Back to Starbucks", Starbucks umumkan PHK terhadap 300 karyawan sektor pendukung di AS dan berencana efisiensi operasional internasional. Raksasa jaringan kedai kopi global,...

Popular

BAMSOETNEWS.COM

Referensi Utama

NAVIGASI
POLITIK &
HUKUM

Menyajikan berita aktual, tajam, dan terpercaya langsung dari jantung kebijakan nasional.

Dinamika Parlemen
Analisis Hukum & Peradilan
Update Ekonomi Nasional
Straight News • Faktual • Objektif