Harga minyak Brent melonjak hingga US$116 per barel (19/3/2026) pasca serangan Iran ke Qatar dan ancaman terhadap fasilitas minyak AS di Arab Saudi & UEA.
LONDON, ASATUNEWS.BIZ.ID – Harga minyak mentah dunia kembali meroket tajam pada perdagangan Kamis (19/3/2026). Minyak acuan Brent melesat melewati level US$116 per barel seiring eskalasi konflik di Timur Tengah yang kian tak terkendali.
Hingga pukul 09.00 GMT, harga kontrak berjangka Brent melonjak sekitar 8,5% hanya dalam hitungan jam. Kenaikan drastis ini menyusul serangan udara yang diluncurkan Iran terhadap pembangkit energi di Qatar pada hari Rabu lalu.
Ketegangan semakin memanas setelah Israel dilaporkan menyerang kilang minyak Aseluye di pesisir Teluk Persia, Iran Selatan. Serangan tersebut juga menyasar kilang-kilang yang terhubung dengan ladang gas alam South Pars, yang memicu kekhawatiran akut akan kelangkaan pasokan energi global.
Sebagai respons atas hancurnya kilang minyak mereka, Iran mengeluarkan ancaman akan menyerang fasilitas minyak yang berafiliasi dengan Amerika Serikat di Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), dan Qatar. Teheran bahkan telah mengeluarkan peringatan evakuasi bagi pekerja di fasilitas minyak tersebut beserta area sekitarnya.
Sejak pecahnya perang pada 28 Februari 2026 lalu, harga minyak Brent tercatat telah melambung lebih dari 50%. Faktor utama lonjakan ini adalah penutupan Selat Hormuz, jalur krusial bagi perdagangan energi dunia yang kini lumpuh akibat konflik.
Para analis memperingatkan bahwa jika ancaman Iran terhadap fasilitas minyak di negara-negara tetangga benar-benar terjadi, pasar energi dunia bisa menghadapi guncangan pasokan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Sumber: Anadolu Agency
