IHSG ditutup menguat 1,20% ke level 7.106 pada 17 Maret 2026. Simak hasil RDG Bank Indonesia dan jadwal libur panjang Lebaran 2026 Bursa Efek Indonesia.
JAKARTA, ASATUNEWS.BIZ.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat signifikan pada perdagangan Selasa sore (17/3/2026). Penguatan ini terjadi di tengah tren positif bursa global dan kawasan Asia, tepat sebelum pasar modal Indonesia memasuki masa libur panjang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 H.
IHSG mengakhiri sesi dengan kenaikan 84,55 poin atau 1,20 persen ke posisi 7.106,84. Senada dengan indeks acuan, kelompok 45 saham unggulan (Indeks LQ45) juga terkerek naik 1,22 persen ke level 722,41.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menjelaskan bahwa penguatan IHSG didorong oleh sentimen positif dari Wall Street. Selain itu, pelaku pasar bertaruh bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga dalam pertemuan FOMC pekan ini.
Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Maret 2026 resmi memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate di level 4,75 persen. Langkah ini diambil untuk memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah dari dampak perang di Timur Tengah serta menjaga sasaran inflasi 2026-2027.
Berdasarkan data IDX-IC, sembilan sektor tercatat menguat. Sektor transportasi dan logistik menjadi motor penggerak utama dengan kenaikan tajam sebesar 3,46 persen, disusul sektor barang baku (2,62 persen) dan infrastruktur (2,10 persen). Sebaliknya, sektor keuangan justru melemah 0,31 persen.
Saham-saham yang mencatatkan penguatan terbesar (top gainers) antara lain LAPD, EXCL, ICON, EMTK, dan PYFA. Perdagangan hari ini tergolong sangat ramai dengan total transaksi mencapai Rp23,86 triliun dari 30,92 miliar lembar saham yang berpindah tangan.
Investor perlu mencatat bahwa pasar saham Indonesia akan mulai libur panjang mulai Rabu (18/3/2026) dan baru akan kembali dibuka pada Rabu (25/3/2026) pekan depan dalam rangka memperingati Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 2026.
Meskipun harga minyak dunia masih berfluktuasi akibat konflik Iran, optimisme pembukaan kembali Selat Hormuz serta komitmen disiplin fiskal pemerintah Indonesia berhasil menjaga kepercayaan investor di lantai bursa sebelum jeda panjang hari raya.
Sumber: ANTARA NEWS
Rapor Merah-Hijau IHSG Kuartal I-2026: Terjepit Perang Iran Namun Berhasil Rebound Menjelang Lebaran
Menutup perdagangan sesi terakhir sebelum libur panjang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri pada Selasa (17/3/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan rapor yang cukup dinamis sepanjang tiga bulan pertama tahun 2026.
Sempat mengalami tekanan jual masif akibat eskalasi konflik di Timur Tengah, IHSG akhirnya mampu parkir di level psikologis 7.106,84. Berikut adalah poin-poin penting kinerja pasar modal domestik selama Kuartal I-2026:
1. Hantaman Sentimen Global dan Geopolitik. Awal tahun 2026 menjadi periode yang menantang bagi pasar saham Indonesia. Pecahnya perang Iran-Israel dan keterlibatan Amerika Serikat memicu lonjakan harga minyak Brent hingga sempat menyentuh level US$119 per barel. Hal ini menekan IHSG ke bawah level 7.000 karena kekhawatiran akan inflasi dan pembengkakan subsidi energi di APBN.
2. Stabilitas Moneter: BI-Rate Bertahan di 4,75%. Di tengah badai global, Bank Indonesia (BI) menunjukkan konsistensinya dengan mempertahankan BI-Rate di level 4,75%. Kebijakan ini menjadi jangkar penahan arus modal keluar (capital outflow) dan menjaga Rupiah agar tetap stabil di kisaran Rp16.900-an per dolar AS, sehingga memberikan kepercayaan diri bagi investor asing untuk tetap bertahan di pasar saham domestik.
3. Rotasi Sektor: Logistik dan Energi Jadi Primadona. Sepanjang Kuartal I-2026, terjadi rotasi sektor yang sangat jelas. Sektor Transportasi dan Logistik menjadi juara berkat momentum persiapan logistik Ramadan dan Lebaran. Disusul oleh sektor Energi yang meraup cuan dari kenaikan harga minyak dan batubara dunia. Sebaliknya, sektor Properti dan Konsumer sedikit tertinggal akibat daya beli yang tergerus inflasi.
4. Rekor Transaksi Jelang Libur Panjang. Sesi terakhir perdagangan mencatatkan nilai transaksi yang fantastis mencapai Rp23,86 triliun. Angka ini menunjukkan bahwa likuiditas pasar masih sangat terjaga. Investor cenderung melakukan akumulasi pada saham-saham blue chip seperti BBCA, EXCL, dan ADRO sebelum bursa ditutup selama satu pekan penuh.
Proyeksi Kuartal II-2026: Setelah libur panjang, pasar akan kembali dibuka pada 25 Maret 2026. Fokus investor akan beralih pada data pertumbuhan ekonomi kuartal pertama dan realisasi anggaran pemerintah pasca-Idul Fitri.
Sumber: ANTARA NEWS & Riset Pasar Internal.
