Saham AS ditutup menguat (17/3/2026) di tengah ketegangan perang Iran. Sektor energi naik dan maskapai melonjak saat harga minyak Brent kembali tembus US$100.
NEW YORK, ASATUNEWS.BIZ.ID – Bursa saham Amerika Serikat (Wall Street) ditutup menguat pada perdagangan Selasa (17/3/2026) waktu setempat. Investor terus mencermati perkembangan konflik Iran sembari memantau volatilitas harga minyak dunia yang kembali merangkak naik.
Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,1% atau 46,85 poin ke level 46.993,26. Indeks Nasdaq Composite menguat 0,47% ke 22.479,53, sementara S&P 500 naik 0,25% ke posisi 6.716,09. Sejalan dengan penguatan indeks utama, indeks volatilitas VIX—yang sering disebut sebagai “indeks ketakutan” pasar—turun 4,85% ke level 22,37.
Meskipun harga minyak mentah Brent kembali menembus angka US$100 per barel (naik lebih dari 2%), sektor consumer discretionary di S&P 500 justru tampil perkasa dengan kenaikan 1%. Penguatan ini dipimpin oleh raksasa travel seperti Expedia Group dan Booking Holdings.
Sektor penerbangan juga mencatatkan rapor hijau setelah merilis panduan pendapatan yang kuat. Saham Delta Air Lines melonjak 6,5%, disusul American Airlines yang naik 3,5%. Sementara itu, sektor energi memimpin kenaikan sektoral lebih dari 1%, mengakumulasi penguatan hampir 5% sepanjang bulan ini.
Harga minyak kembali bergerak naik setelah Presiden Donald Trump memberikan pernyataan terbaru melalui Truth Social. Trump menegaskan bahwa militer AS telah melumpuhkan kekuatan Iran dan menyatakan bahwa AS tidak lagi membutuhkan bantuan negara-negara NATO untuk misi pengawalan di Selat Hormuz.
“Karena kesuksesan militer kita, kita tidak lagi butuh, atau menginginkan bantuan negara-negara NATO—kita memang tidak pernah butuh,” tulis Trump.
Di tengah bayang-bayang inflasi akibat kenaikan biaya energi, pasar kini menantikan hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pekan ini. Berdasarkan harga di pasar keuangan, Bank Sentral AS (The Fed) diperkirakan secara luas akan mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan 17-18 Maret 2026 ini.
Sentimen positif tidak hanya melanda New York, tetapi juga merambah ke bursa Eropa. Indeks Stoxx Europe 600 naik 0,67%. Bursa Inggris (FTSE 100) menguat 0,83%, disusul FTSE MIB Italia yang melonjak 1,22%, serta DAX Jerman yang naik 0,71%.
Sumber: Anadolu Agency
IHSG Berpeluang Rebound Pagi Ini, Terdorong Sentimen Positif Wall Street dan Harga Komoditas
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan membuka perdagangan Rabu (18/3/2026) di zona hijau. Sentimen positif datang dari bursa saham global, di mana Wall Street dan bursa Eropa kompak ditutup menguat pada perdagangan semalam meskipun tensi di Timur Tengah belum mereda.
Kenaikan indeks S&P 500 sebesar 0,25% dan Nasdaq yang melonjak 0,47% memberikan angin segar bagi pasar modal domestik. Selain itu, penurunan indeks volatilitas (VIX) sebesar 4,85% mengindikasikan bahwa kepanikan pasar mulai mereda, sehingga memicu investor untuk kembali masuk ke aset berisiko.
Kembalinya harga minyak Brent ke level di atas US$100 per barel diprediksi akan memicu aksi beli pada saham-saham energi di Bursa Efek Indonesia (BEI). Selain itu, investor akan mencermati saham perbankan big caps seperti BBCA dan BBRI menjelang rilis suku bunga BI Rate siang nanti yang diprediksi akan tetap di level 4,75%.
Analis teknikal memperkirakan IHSG pagi ini akan mencoba menguji level resistance terdekat di 7.115-7.176. Jika berhasil bertahan di atas level tersebut, potensi penguatan menuju 7.200 terbuka lebar. Namun, investor tetap disarankan waspada terhadap volatilitas tinggi mengingat ini adalah hari terakhir perdagangan sebelum libur panjang Idul Fitri.
“Lampu hijau dari bursa AS biasanya menjadi pemicu rebound teknis bagi IHSG setelah tekanan jual yang masif pada hari Senin lalu,” tulis tim riset Asatunews.
Sumber: Anadolu Agency & Riset Pasar Internal.
