Analisis harga emas dunia Maret 2026. Cek level support 5.095 dollar AS dan resistance 5.244 dollar AS serta dampaknya bagi harga emas Antam dan Pegadaian.
JAKARTA, ASATUNEWS.BIZ.ID– Pergerakan harga emas dunia terus menjadi sorotan di tengah dinamika ekonomi global yang resilien. Investor kini perlu mencermati sejumlah level teknikal penting guna menentukan arah tren logam mulia ke depan.
Investment Specialist PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI), Azharys Hardian, mengungkapkan bahwa saat ini harga emas memiliki bantalan psikologis terdekat atau support pertama di level 5.095 dollar AS per troy ons. Area ini menjadi titik krusial munculnya minat beli saat harga tertekan.
“Jika tekanan jual berlanjut dan menembus level tersebut, perhatian pasar akan bergeser ke support kedua di sekitar 4.854 dollar AS. Level ini dipandang sebagai area dukungan kuat yang berpotensi menjadi titik pantulan sebelum menentukan arah selanjutnya,” ujar Azharys di Jakarta, Kamis (5/3/2026).
Di sisi atas, penguatan harga emas menghadapi tantangan pada resistance pertama di level 5.244 dollar AS. Apabila level ini berhasil ditembus secara meyakinkan, peluang kenaikan akan terbuka menuju target berikutnya di kisaran 5.370 dollar AS. Penembusan di atas level tersebut dipandang sebagai sinyal konfirmasi kelanjutan tren bullish.
Azharys menilai skenario kenaikan harga menuju 5.400 hingga 5.600 dollar AS cukup realistis secara fundamental dalam jangka panjang. Prospek ini didukung oleh ketidakpastian geopolitik yang persisten dan aksi akumulasi emas oleh bank-bank sentral dunia.
Namun, ia mengingatkan bahwa dalam jangka pendek, penguatan emas masih tertahan oleh data ekonomi Amerika Serikat yang solid, yang membuat ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter The Fed belum sepenuhnya terbuka.
Bagi investor emas di dalam negeri seperti emas Antam dan Pegadaian, Azharys menjelaskan bahwa harga sangat bergantung pada dua variabel utama: harga emas spot global dan nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS.
“Investor lokal terpapar risiko ganda, yakni fluktuasi mata uang dan harga komoditas. Jika harga global naik saat Rupiah melemah, harga domestik akan melonjak sangat tajam,” jelasnya.
Saat ini, strategi paling bijak bagi investor adalah tetap wait and see sambil memantau data ekonomi AS (seperti Non-Farm Payrolls dan Inflasi CPI) serta situasi geopolitik. Selama harga emas dunia bertahan di atas level 4.600 dollar AS, struktur tren kenaikan jangka panjang dinilai masih terjaga.
Pojok Edukasi Asatunews: Pahami 5 Istilah Kunci di Pasar Saham dan Emas
Sering bingung membaca berita ekonomi? Yuk, pahami istilah-istilah dasar yang sering muncul agar strategi investasi Anda semakin tajam!
1. Support (Bantalan Bawah)
Bayangkan support sebagai “lantai”. Ini adalah level harga tertentu di mana sebuah aset (saham atau emas) sulit untuk turun lebih dalam lagi karena banyaknya orang yang mulai membeli di harga tersebut. Jika harga menyentuh support, biasanya ada potensi harga akan memantul naik kembali.
2. Resistance (Atap Atas)
Kebalikan dari support, resistance adalah “langit-langit”. Ini adalah level harga di mana kenaikan aset cenderung terhenti karena banyak investor mulai melakukan aksi jual untuk mengambil keuntungan (profit taking). Menembus resistance adalah sinyal positif bahwa harga akan naik lebih tinggi.
3. Bullish (Tren Naik)
Istilah ini diambil dari cara banteng (bull) menyerang, yakni dengan menanduk ke atas. Pasar disebut Bullish ketika harga aset secara keseluruhan sedang mengalami tren naik dalam jangka waktu tertentu.
4. Bearish (Tren Turun)
Diambil dari cara beruang (bear) menyerang dengan mencakar ke bawah. Pasar disebut Bearish jika harga-harga cenderung terus merosot dan sentimen pasar sedang pesimis.
5. Rebound (Pemulihan)
Kondisi di mana harga aset kembali naik setelah sebelumnya mengalami penurunan tajam. Rebound sering kali terjadi ketika harga menyentuh level support yang kuat atau karena adanya sentimen positif yang mendadak muncul. ***
