🔥 CRYPTO UPDATE: 🚀 BITCOIN (BTC): $92.450 (+1,52%) 💎 ETHEREUM (ETH): $3.850 (+0,85%) 🔸 BINANCE (BNB): $615,20 (-0,12%) ☀️ SOLANA (SOL): $185,45 (+2,10%) 💰 BTC/IDR: Rp 1,45 Miliar 📊 SENTIMEN: Extreme Greed (78)
MARKET WATCH
USD/IDR 17.150 (-0.45%) EUR/IDR 18.620 (-0.12%) OIL BRENT US$120.40 (+3.20%) GOLD US$4.185 (-1.15%) IHSG 7.120 (-0.85%) NASDAQ 18.420 (+0.55%) BITCOIN US$92.100 (+2.10%)
USD/IDR 17.150 (-0.45%) EUR/IDR 18.620 (-0.12%) OIL BRENT US$120.40 (+3.20%) GOLD US$4.185 (-1.15%) IHSG 7.120 (-0.85%) NASDAQ 18.420 (+0.55%) BITCOIN US$92.100 (+2.10%)
BerandaKOMODITASValasRupiah Semakin Mendekati Rp18.000 per Dolar AS

Rupiah Semakin Mendekati Rp18.000 per Dolar AS

-

Rupiah ditutup melemah 0,53% ke Rp17.965 per dolar AS pada perdagangan 28 September 2026. Penguatan dolar dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed kembali menekan rupiah.

Tekanan terhadap rupiah semakin berat pada awal pekan. Mata uang Garuda ditutup melemah tajam terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan semakin mendekati level psikologis Rp18.000 per dolar AS.

Mengacu data Refinitiv, rupiah pada perdagangan Senin (28/9/2026) ditutup di level Rp17.965 per dolar AS, atau melemah 0,53%. Dengan posisi tersebut, rupiah hanya berjarak 35 poin dari level Rp18.000 per dolar AS.

Tekanan sudah terlihat sejak awal perdagangan. Rupiah dibuka melemah 0,22% ke level Rp17.920 per dolar AS.

Pelemahan kemudian berlanjut sepanjang perdagangan. Dolar AS bahkan sempat menyentuh Rp17.985, yang menjadi posisi terlemah rupiah pada hari tersebut. Menjelang penutupan, rupiah hanya mampu menguat sekitar 20 poin dari level tersebut.

Pada saat yang sama, indeks dolar AS atau DXY yang mengukur kekuatan dolar terhadap enam mata uang utama dunia terpantau menguat 0,16% ke posisi 101,135 pada pukul 15.00 WIB.

Penguatan Dolar Kembali Menekan Rupiah

Pelemahan rupiah terjadi ketika dolar AS kembali menguat terhadap berbagai mata uang dunia.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menilai fenomena penguatan dolar atau strong dollar terutama dipicu oleh kenaikan suku bunga bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed).

The Fed disebut baru saja menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,75%-4,00%. BI juga masih memperkirakan bank sentral AS akan kembali menaikkan suku bunga satu kali lagi pada kuartal IV-2026.

Ekspektasi tersebut membuat aset berdenominasi dolar AS semakin menarik bagi investor. Kondisi ini mendorong indeks DXY kembali menembus level 101 sekaligus meningkatkan tekanan terhadap mata uang negara lain, termasuk rupiah.

Inflasi dan Harga Energi Jadi Perhatian

Menurut Destry, pengetatan kebijakan moneter global tidak terlepas dari tekanan inflasi yang masih tinggi.

Inflasi global disebut telah mencapai 4,6%. Kondisi tersebut mendorong sejumlah bank sentral mempertahankan kebijakan moneter yang ketat.

Tekanan inflasi juga dipengaruhi oleh kenaikan harga komoditas energi akibat konflik yang belum mereda di berbagai kawasan, terutama di Timur Tengah.

Destry menyebut harga minyak pada 24 September 2026 telah mencapai US$125,53 per barel. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan harga rata-rata minyak pada Agustus 2026 yang berada di kisaran US$90,88 per barel.

BI Fokus Menjaga Stabilitas Rupiah

Tingginya suku bunga AS juga memberikan tekanan terhadap aliran modal asing ke pasar domestik. Kondisi tersebut membuat Bank Indonesia terus mengarahkan kebijakan moneternya untuk menjaga stabilitas eksternal dan nilai tukar rupiah.

“Kebijakan moneter akan lebih pro-stability, lainnya kita arahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujar Destry dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI, Senin (28/9/2026).

Dengan posisi Rp17.965 per dolar AS, pergerakan rupiah kini semakin dekat dengan level psikologis Rp18.000. Perkembangan kebijakan The Fed, kekuatan dolar AS, inflasi global, serta harga energi menjadi sejumlah faktor yang akan terus menjadi perhatian pasar dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Sumber

Endang Suherman
Endang Suhermanhttps://asatunews.biz.id
Pusat komando informasi Asatunews.biz.id. Dari fluktuasi Bitcoin di pasar London kami menyaring ribuan informasi global untuk menyajikannya secara ringkas, akurat, dan berintegritas. Berpatokan pada prinsip 'Resilience Over Returns', kami memastikan informasi yang Anda terima adalah amunisi terbaik untuk navigasi di era ketidakpastian.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERKINI

Survei BI: Kredit Baru Diprakirakan Naik pada Triwulan IV 2026, SBT Capai 91,31%

Survei Perbankan BI memproyeksikan penyaluran kredit baru naik pada triwulan IV 2026 dengan SBT 91,31%. Pertumbuhan kredit tahunan diperkirakan 8,20%. Bank Indonesia (BI) memproyeksikan penyaluran kredit...

Pasar Global Tertekan, Kekhawatiran Investasi AI dan Konflik Timur Tengah Bayangi Laporan Laba Teknologi

Pasar saham global tertekan pada 22 Oktober 2026. Kekhawatiran pendanaan AI, pelemahan saham teknologi, dan kenaikan minyak di tengah ketegangan Timur Tengah membayangi laporan laba...

Harga Minyak Dunia Melonjak 3%, Serangan ke Ladang Minyak Saudi Picu Kekhawatiran Pasokan

Harga minyak Brent menembus US$112 per barel setelah serangan di Arab Saudi meningkatkan kekhawatiran gangguan pasokan dan eskalasi konflik Timur Tengah. Harga minyak mentah dunia melonjak...

Emas Dunia Turun di Bawah US$4.100, Harga Perak Ikut Tertekan Lonjakan Minyak

Harga emas dunia turun di bawah US$4.100 per ounce pada 22 Oktober 2026. Lonjakan minyak memicu kekhawatiran inflasi dan ekspektasi suku bunga tinggi. Pasar logam mulia...

Popular

BAMSOETNEWS.COM

Referensi Utama

NAVIGASI
POLITIK &
HUKUM

Menyajikan berita aktual, tajam, dan terpercaya langsung dari jantung kebijakan nasional.

✔ Dinamika Parlemen
✔ Analisis Hukum & Peradilan
✔ Update Ekonomi Nasional
Straight News • Faktual • Objektif